<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Bukit Asam (PTBA) Setor Rp9 Triliun ke Kas Negara</title><description>PT Bukit Asam Tbk (PTBA) menyetor Rp9 triliun ke kas negara sepanjang semester I 2022.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2022/09/19/278/2670566/bukit-asam-ptba-setor-rp9-triliun-ke-kas-negara</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2022/09/19/278/2670566/bukit-asam-ptba-setor-rp9-triliun-ke-kas-negara"/><item><title>Bukit Asam (PTBA) Setor Rp9 Triliun ke Kas Negara</title><link>https://economy.okezone.com/read/2022/09/19/278/2670566/bukit-asam-ptba-setor-rp9-triliun-ke-kas-negara</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2022/09/19/278/2670566/bukit-asam-ptba-setor-rp9-triliun-ke-kas-negara</guid><pubDate>Senin 19 September 2022 15:31 WIB</pubDate><dc:creator>Rizky Fauzan</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2022/09/19/278/2670566/bukit-asam-ptba-setor-rp9-triliun-ke-kas-negara-wJ6suVLqoj.jpg" expression="full" type="image/jpeg">PTBA setor ke kas negara (Foto: Okezone)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2022/09/19/278/2670566/bukit-asam-ptba-setor-rp9-triliun-ke-kas-negara-wJ6suVLqoj.jpg</image><title>PTBA setor ke kas negara (Foto: Okezone)</title></images><description>JAKARTA - PT Bukit Asam Tbk (PTBA) menyetor Rp9 triliun ke kas negara sepanjang semester I 2022. Setoran emiten BUMN batu bara itu terdiri dari pajak Rp2,7 triliun dan penerimaan negara bukan pajak (PNBP) mencapai Rp6,3 triliun.
&amp;ldquo;Kami berupaya untuk terus meningkatkan kinerja perusahaan sebagai tanggung jawab kepada pemegang saham, dalam hal ini Pemerintah melalui MIND ID sebagai pemilik saham mayoritas,&quot; kata Sekretaris Perusahaan PTBA Apollonius Andwie melalui siaran pers, Senin (19/9/2022).
BACA JUGA:Bukit Asam (PTBA) Kurangi Penggunaan Diesel, Hemat Rp47,7 Miliar/Tahun

Adapun kontribusi PTBA itu didukung dengan kinerja perseroan yang relatif bergerak positif pada paruh pertama tahun ini. Seperti diketahui, PTBA membukukan laba bersih sebesar Rp6,2 triliun atau naik 246% dibanding periode serupa di tahun lalu (year on year/yoy) di angka Rp1,8 triliun.
Apollonius mengatakan kenaikan kinerja ini didorong oleh pemulihan ekonomi global maupun nasional yang meningkatkan permintaan batu bara, serta kenaikan harga batu bara yang signifikan.
BACA JUGA:Daftar Proyek Bukit Asam (PTBA), Kapan LPG Diganti dengan DME?

Total produksi batu bara PTBA selama Semester I 2022 mencapai 15,9 juta ton, meningkat 20% dibanding Semester I 2021 yang sebesar 13,3 juta ton. Sedangkan penjualan batu bara PTBA per Semester I 2022 sebanyak 14,6 juta ton, tumbuh 13% secara tahunan.
&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;340&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMC8xMC8xOS82Ny8xMjM1MTUvMC8=&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;&amp;ldquo;Pencapaian gemilang ini juga didukung kinerja operasional perseroan  yang solid di sepanjang Semester I 2022. Mengedepankan cost leadership  di setiap lini perusahaan, perseroan menerapkan efisiensi berkelanjutan  secara optimal,&amp;rdquo; kata dia.
Posisi cadangan kas (cash reserve) juga terjaga dengan baik meski ada  pembayaran dividen tertinggi sebesar Rp7,9 triliun pada Juni 2022. Kas  bersih PTBA tercatat sebesar Rp11,1 triliun.
Pada tahun buku 2021, PTBA membagikan dividen jumbo dengan besaran  100% dari laba bersih 2021 senilai Rp7,9 triliun atau Rp688,51 per  saham.</description><content:encoded>JAKARTA - PT Bukit Asam Tbk (PTBA) menyetor Rp9 triliun ke kas negara sepanjang semester I 2022. Setoran emiten BUMN batu bara itu terdiri dari pajak Rp2,7 triliun dan penerimaan negara bukan pajak (PNBP) mencapai Rp6,3 triliun.
&amp;ldquo;Kami berupaya untuk terus meningkatkan kinerja perusahaan sebagai tanggung jawab kepada pemegang saham, dalam hal ini Pemerintah melalui MIND ID sebagai pemilik saham mayoritas,&quot; kata Sekretaris Perusahaan PTBA Apollonius Andwie melalui siaran pers, Senin (19/9/2022).
BACA JUGA:Bukit Asam (PTBA) Kurangi Penggunaan Diesel, Hemat Rp47,7 Miliar/Tahun

Adapun kontribusi PTBA itu didukung dengan kinerja perseroan yang relatif bergerak positif pada paruh pertama tahun ini. Seperti diketahui, PTBA membukukan laba bersih sebesar Rp6,2 triliun atau naik 246% dibanding periode serupa di tahun lalu (year on year/yoy) di angka Rp1,8 triliun.
Apollonius mengatakan kenaikan kinerja ini didorong oleh pemulihan ekonomi global maupun nasional yang meningkatkan permintaan batu bara, serta kenaikan harga batu bara yang signifikan.
BACA JUGA:Daftar Proyek Bukit Asam (PTBA), Kapan LPG Diganti dengan DME?

Total produksi batu bara PTBA selama Semester I 2022 mencapai 15,9 juta ton, meningkat 20% dibanding Semester I 2021 yang sebesar 13,3 juta ton. Sedangkan penjualan batu bara PTBA per Semester I 2022 sebanyak 14,6 juta ton, tumbuh 13% secara tahunan.
&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;340&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMC8xMC8xOS82Ny8xMjM1MTUvMC8=&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;&amp;ldquo;Pencapaian gemilang ini juga didukung kinerja operasional perseroan  yang solid di sepanjang Semester I 2022. Mengedepankan cost leadership  di setiap lini perusahaan, perseroan menerapkan efisiensi berkelanjutan  secara optimal,&amp;rdquo; kata dia.
Posisi cadangan kas (cash reserve) juga terjaga dengan baik meski ada  pembayaran dividen tertinggi sebesar Rp7,9 triliun pada Juni 2022. Kas  bersih PTBA tercatat sebesar Rp11,1 triliun.
Pada tahun buku 2021, PTBA membagikan dividen jumbo dengan besaran  100% dari laba bersih 2021 senilai Rp7,9 triliun atau Rp688,51 per  saham.</content:encoded></item></channel></rss>
