<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Duh! 20% Bahan Baku Baterai Masih Impor</title><description>20% bahan baku  pembuatan baterai di Indonesia masih di impor.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2022/09/19/320/2670529/duh-20-bahan-baku-baterai-masih-impor</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2022/09/19/320/2670529/duh-20-bahan-baku-baterai-masih-impor"/><item><title>Duh! 20% Bahan Baku Baterai Masih Impor</title><link>https://economy.okezone.com/read/2022/09/19/320/2670529/duh-20-bahan-baku-baterai-masih-impor</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2022/09/19/320/2670529/duh-20-bahan-baku-baterai-masih-impor</guid><pubDate>Senin 19 September 2022 14:58 WIB</pubDate><dc:creator>Suparjo Ramalan</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2022/09/19/320/2670529/duh-20-bahan-baku-baterai-masih-impor-xGoh3IE6Ka.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Bahan baku baterai listrik (Foto: Freepik)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2022/09/19/320/2670529/duh-20-bahan-baku-baterai-masih-impor-xGoh3IE6Ka.jpg</image><title>Bahan baku baterai listrik (Foto: Freepik)</title></images><description>JAKARTA - 20% bahan baku  pembuatan baterai di Indonesia masih di impor. Holding BUMN Pertambangan MIND ID mencatat, produksi baterai ini digunakan untuk kendaraan listrik atau electrical vehicle (EV).
Sementara itu, 80% bahan baku berupa nikel disediakan oleh PT Antam Tbk. Direktur Hubungan Kelembagaan Holding BUMN Pertambangan atau MIND ID, Dany Amrul Ichdan memastikan Antam mampu menyediakan nikel dalam jumlah besar.
BACA JUGA:Anggota DPR Geram, 4 Direksi MIND ID Lebih Pilih ke Bali Ketimbang Ikut Rapat

Dia merinci bahan baku produksi baterai  berasal dari manufakturing lain, misalnya lithium hydroxide. Kebutuhan bahan baku ini mencapai 70.000 ton per tahun. Hanya saja, lithium hydroxide masih di impor dari China, Chile, dan Australia.
Selain itu, ada grafit dengan kebutuhan mencapai 44.000 ton per tahun. Namun, masih diimpor dari dari China, Brazil, dan Mozambik.
BACA JUGA:MIND ID Lepas Mayoritas Saham Industri Baterai Listrik 

&quot;Ketiga ada mangan, sulfat, dan cobalt, itu besarnya masing-masing 12.000 ton per tahun kebutuhan kita, dan ini semua masih impor. Jadi 20% selain nikel itu kita semua masih impor,&quot; ungkap Dany saat rapat dengar pendapat (RDP) bersama Komisi VII DPR RI, Senin (19/9/2022).
Ke depan, lanjut Dany, pihaknya perlu menyusun roadmap atau peta jalan terkait kemandirian bahan baku baterai agar Indonesia tidak tergantung pada impor dari negara lain.
&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;340&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMi8wOS8xNS84LzE1MzI3MC8wLw==&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;&quot;Walaupun hanya 20% jumlahnya apakah kita akan melakukan aksi  korporasi untuk mengambil tambang lithium di luar negeri ataukah seperti  apa ini, IBC sedang menyusun roadmap nyaman, paling tidak  ketergantungan impor bisa kita kurangi dan juga kita bisa melihat masa  depan IBC sebagai investment company,&quot; tuturnya.
PT Industri Baterai Indonesia atau Indonesia Battery Corporation  (IBC) sebagai konsorsium BUMN nantinya memproduksi baterai untuk  kendaraan listrik di Indonesia. IBC sendiri digadang-gadang mampu  menjadi market leader di Asia Tenggara (ASEAN).
Adapun empat BUMN yang tergabung dalam IBC di antaranya, MIND ID, PT  Pertamina (Persero), PT PLN (Persero), dan PT Aneka Tambang (Antam).  Holding pertambangan tersebut memiliki mandat khusus untuk mengelola  ekosistem industri baterai kendaraan listrik yang terintegrasi dari hulu  hingga hilir.</description><content:encoded>JAKARTA - 20% bahan baku  pembuatan baterai di Indonesia masih di impor. Holding BUMN Pertambangan MIND ID mencatat, produksi baterai ini digunakan untuk kendaraan listrik atau electrical vehicle (EV).
Sementara itu, 80% bahan baku berupa nikel disediakan oleh PT Antam Tbk. Direktur Hubungan Kelembagaan Holding BUMN Pertambangan atau MIND ID, Dany Amrul Ichdan memastikan Antam mampu menyediakan nikel dalam jumlah besar.
BACA JUGA:Anggota DPR Geram, 4 Direksi MIND ID Lebih Pilih ke Bali Ketimbang Ikut Rapat

Dia merinci bahan baku produksi baterai  berasal dari manufakturing lain, misalnya lithium hydroxide. Kebutuhan bahan baku ini mencapai 70.000 ton per tahun. Hanya saja, lithium hydroxide masih di impor dari China, Chile, dan Australia.
Selain itu, ada grafit dengan kebutuhan mencapai 44.000 ton per tahun. Namun, masih diimpor dari dari China, Brazil, dan Mozambik.
BACA JUGA:MIND ID Lepas Mayoritas Saham Industri Baterai Listrik 

&quot;Ketiga ada mangan, sulfat, dan cobalt, itu besarnya masing-masing 12.000 ton per tahun kebutuhan kita, dan ini semua masih impor. Jadi 20% selain nikel itu kita semua masih impor,&quot; ungkap Dany saat rapat dengar pendapat (RDP) bersama Komisi VII DPR RI, Senin (19/9/2022).
Ke depan, lanjut Dany, pihaknya perlu menyusun roadmap atau peta jalan terkait kemandirian bahan baku baterai agar Indonesia tidak tergantung pada impor dari negara lain.
&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;340&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMi8wOS8xNS84LzE1MzI3MC8wLw==&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;&quot;Walaupun hanya 20% jumlahnya apakah kita akan melakukan aksi  korporasi untuk mengambil tambang lithium di luar negeri ataukah seperti  apa ini, IBC sedang menyusun roadmap nyaman, paling tidak  ketergantungan impor bisa kita kurangi dan juga kita bisa melihat masa  depan IBC sebagai investment company,&quot; tuturnya.
PT Industri Baterai Indonesia atau Indonesia Battery Corporation  (IBC) sebagai konsorsium BUMN nantinya memproduksi baterai untuk  kendaraan listrik di Indonesia. IBC sendiri digadang-gadang mampu  menjadi market leader di Asia Tenggara (ASEAN).
Adapun empat BUMN yang tergabung dalam IBC di antaranya, MIND ID, PT  Pertamina (Persero), PT PLN (Persero), dan PT Aneka Tambang (Antam).  Holding pertambangan tersebut memiliki mandat khusus untuk mengelola  ekosistem industri baterai kendaraan listrik yang terintegrasi dari hulu  hingga hilir.</content:encoded></item></channel></rss>
