<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Calon Anggota Sebut Sederet Kelemahan BPK, dari Pengelolaan Keuangan hingga Praktik Suap   </title><description>Calon Anggota Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) Nugroho Agung Wijoyo menyebutkan tantangan yang sedang BPK saat ini.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2022/09/19/320/2670530/calon-anggota-sebut-sederet-kelemahan-bpk-dari-pengelolaan-keuangan-hingga-praktik-suap</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2022/09/19/320/2670530/calon-anggota-sebut-sederet-kelemahan-bpk-dari-pengelolaan-keuangan-hingga-praktik-suap"/><item><title>Calon Anggota Sebut Sederet Kelemahan BPK, dari Pengelolaan Keuangan hingga Praktik Suap   </title><link>https://economy.okezone.com/read/2022/09/19/320/2670530/calon-anggota-sebut-sederet-kelemahan-bpk-dari-pengelolaan-keuangan-hingga-praktik-suap</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2022/09/19/320/2670530/calon-anggota-sebut-sederet-kelemahan-bpk-dari-pengelolaan-keuangan-hingga-praktik-suap</guid><pubDate>Senin 19 September 2022 14:59 WIB</pubDate><dc:creator>Michelle Natalia</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2022/09/19/320/2670530/calon-anggota-sebut-sederet-kelemahan-bpk-dari-pengelolaan-keuangan-hingga-praktik-suap-Pn1VZTCZeH.JPG" expression="full" type="image/jpeg">Ilustrasi keuangan. (Foto: Freepik)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2022/09/19/320/2670530/calon-anggota-sebut-sederet-kelemahan-bpk-dari-pengelolaan-keuangan-hingga-praktik-suap-Pn1VZTCZeH.JPG</image><title>Ilustrasi keuangan. (Foto: Freepik)</title></images><description>JAKARTA - Calon Anggota Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) Nugroho Agung Wijoyo menyebutkan bahwa masih ada beberapa tantangan yang sedang dihadapi oleh BPK saat ini.

Pertama, masih adanya pembatasan akses pemeriksaan BPK terkait penerimaan pajak dan proyek-proyek yang dibiayai dari pinjaman luar negeri.

&quot;Kedua, masih lemahnya pengelolaan keuangan dan penatausahaan aset dan pinjaman negara,&quot; ujar Nugroho dalam Fit and Proper Test Anggota BPK RI yang digelar Komisi XI DPR RI di Jakarta, Senin (19/9/2022).
BACA JUGA:Taspen Dituduh Kelola Dana Rp300 Triliun, Ini Hasil Audit BPK
Bahkan, yang ketiga, adalah masih adanya praktik korupsi di Indonesia.
Dia mengutip omongan Sumitro Djojohadikusumo bahwa 30% APBN itu bocor.
Ini merupakan salah satu tugas BPK yang menantang.

&quot;Selain itu, masih ada sebenarnya dalam hal audit itu, menurut peer review dari negara lain, kualitas audit BPK masih kurang dan praktik suap masih menggoda seperti kasus di Bogor dan Sumatera Utara,&quot; ungkap Nugroho.

Selain itu, sebut dia, jumlah pegawai BPK juga sangat terbatas. Tentunya ini memerlukan reformasi BPK.

&quot;Reformasi BPK itu akan menata kembali hubungan antara BPK dengan Kementerian Keuangan, serta BPK dengan DPR, Interkonektivitas sistem manajemen dan akuntabilitas keuangan publik (MAKP) dan banyak pemangku kepentingan yang terlibat membuat urutan reformasi menjadi isu penting,&quot; tandas Nugroho.</description><content:encoded>JAKARTA - Calon Anggota Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) Nugroho Agung Wijoyo menyebutkan bahwa masih ada beberapa tantangan yang sedang dihadapi oleh BPK saat ini.

Pertama, masih adanya pembatasan akses pemeriksaan BPK terkait penerimaan pajak dan proyek-proyek yang dibiayai dari pinjaman luar negeri.

&quot;Kedua, masih lemahnya pengelolaan keuangan dan penatausahaan aset dan pinjaman negara,&quot; ujar Nugroho dalam Fit and Proper Test Anggota BPK RI yang digelar Komisi XI DPR RI di Jakarta, Senin (19/9/2022).
BACA JUGA:Taspen Dituduh Kelola Dana Rp300 Triliun, Ini Hasil Audit BPK
Bahkan, yang ketiga, adalah masih adanya praktik korupsi di Indonesia.
Dia mengutip omongan Sumitro Djojohadikusumo bahwa 30% APBN itu bocor.
Ini merupakan salah satu tugas BPK yang menantang.

&quot;Selain itu, masih ada sebenarnya dalam hal audit itu, menurut peer review dari negara lain, kualitas audit BPK masih kurang dan praktik suap masih menggoda seperti kasus di Bogor dan Sumatera Utara,&quot; ungkap Nugroho.

Selain itu, sebut dia, jumlah pegawai BPK juga sangat terbatas. Tentunya ini memerlukan reformasi BPK.

&quot;Reformasi BPK itu akan menata kembali hubungan antara BPK dengan Kementerian Keuangan, serta BPK dengan DPR, Interkonektivitas sistem manajemen dan akuntabilitas keuangan publik (MAKP) dan banyak pemangku kepentingan yang terlibat membuat urutan reformasi menjadi isu penting,&quot; tandas Nugroho.</content:encoded></item></channel></rss>
