<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Jokowi Minta Mentan Tingkatkan Produktivitas Pangan yang Masih Impor</title><description>Presiden Jokowi meminta Menteri Pertanian meningkatkan produktivitas pangan yang masih impor.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2022/09/19/320/2670556/jokowi-minta-mentan-tingkatkan-produktivitas-pangan-yang-masih-impor</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2022/09/19/320/2670556/jokowi-minta-mentan-tingkatkan-produktivitas-pangan-yang-masih-impor"/><item><title>Jokowi Minta Mentan Tingkatkan Produktivitas Pangan yang Masih Impor</title><link>https://economy.okezone.com/read/2022/09/19/320/2670556/jokowi-minta-mentan-tingkatkan-produktivitas-pangan-yang-masih-impor</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2022/09/19/320/2670556/jokowi-minta-mentan-tingkatkan-produktivitas-pangan-yang-masih-impor</guid><pubDate>Senin 19 September 2022 15:22 WIB</pubDate><dc:creator>Iqbal Dwi Purnama</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2022/09/19/320/2670556/jokowi-minta-mentan-tingkatkan-produktivitas-pangan-yang-masih-impor-mEdu2ydbWi.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Mentan Syahrul Yasin Limpo ungkap stok cabai bawang cukup (Foto: Okezone)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2022/09/19/320/2670556/jokowi-minta-mentan-tingkatkan-produktivitas-pangan-yang-masih-impor-mEdu2ydbWi.jpg</image><title>Mentan Syahrul Yasin Limpo ungkap stok cabai bawang cukup (Foto: Okezone)</title></images><description>JAKARTA &amp;ndash; Presiden Jokowi meminta Menteri Pertanian meningkatkan produktivitas pangan yang masih impor. Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo menegaskan ketersediaan cabai, bawang dan kedelai masih cukup hingga akhir tahun.
Dengan ketersediaan tersebut, tidak berpengaruh terhadap kondisi geopolitik karena komoditas tersebut masih ditopang dari impor.
BACA JUGA:Bulog Jamin Stok Beras RI Aman hingga Akhir 2022
&quot;Neraca produktivitas yang ada, baik kedelai maupun cabe dan bawang merah secara umum seperti apa yang kami sampaikan laporkan dari data kita dan faktualisasi lapangan, sampai 2022 akhir Desember ini, insha Allah semua neraca produktivitas dan ketersediaan kita adalah cukup,&quot; ujar Mentan dalam konferensi pers usai Ratas Bersama Presiden, Senin (19/9/2022).
Meski demikian, Mentan SYL mengaku diperintah Presiden untuk melakukan penanaman tambahan, baik untuk kedelai, cabai, bawang, dan utamanya pada produk komoditas yang masih impor, sehingga bisa menekan belanja impor dan bisa membeli komoditas milik petani.
BACA JUGA:Harga Telur Ayam Turun Jadi Rp29.000, Pedagang: Itu Stok Sebelum BBM Naik
&quot;Kesimpulan yang ada adalah mengharapkan BUMN dapat membeli semua produktivitas yang ada sehingga negara betul-betul bisa menjamin, tidak membiarkan begitu saja (petani),&quot; sambung Mentan.
Mentan mengatakan pihaknya bakal melakukan intervensi pasar untuk menjaga harga-harga komoditas pertanian ini tidak mengalami kenaikan yang signifikan di tengah isu inflasi dari kenaikan harga BBM.
&quot;Artinya kita berharap tidak hanya berharap produktivitasnya cukup, tetapi harganya dapat tetap dijaga untuk bisa dikendalikan dengan baik,&quot; lanjut Mentan.


Menghindari hal tersebut, memetakan daerah-daerah pertanian yang  surplus untuk mengirim ke daerah-daerah yang kurang, sehingga tidak  terjadi disparitas harga di daerah yang kekurangan komoditas pertanian.
&quot;Pendekatannya ada dua, yang pertama diminta para bupati gubernur  untuk juga melakukan komunikasi perdagangan dengan menggunakan dana-dana  yang telah mendapatkan persetujuan Menteri Dalam Negeri untuk digunakan  agar sistem transportasinya dan lain-lain sebagainya bisa dikendalikan  oleh pemerintah,&quot; kata Mentan.
Sedang yang kedua Mentan bersama Badan Pangan Nasional akan mengontrol langsung ke daerah-daerah yang produktivitasnya besar.
&quot;Kementan bersama badan pangan nasional yang mengatur neraca-neraca  antara daerah bisa sama dengan daerah untuk mengintervensi pada  daerah-daerah shorted yang ada, memappingnya, memetakannya dengan baik,&quot;  pungkasnya.</description><content:encoded>JAKARTA &amp;ndash; Presiden Jokowi meminta Menteri Pertanian meningkatkan produktivitas pangan yang masih impor. Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo menegaskan ketersediaan cabai, bawang dan kedelai masih cukup hingga akhir tahun.
Dengan ketersediaan tersebut, tidak berpengaruh terhadap kondisi geopolitik karena komoditas tersebut masih ditopang dari impor.
BACA JUGA:Bulog Jamin Stok Beras RI Aman hingga Akhir 2022
&quot;Neraca produktivitas yang ada, baik kedelai maupun cabe dan bawang merah secara umum seperti apa yang kami sampaikan laporkan dari data kita dan faktualisasi lapangan, sampai 2022 akhir Desember ini, insha Allah semua neraca produktivitas dan ketersediaan kita adalah cukup,&quot; ujar Mentan dalam konferensi pers usai Ratas Bersama Presiden, Senin (19/9/2022).
Meski demikian, Mentan SYL mengaku diperintah Presiden untuk melakukan penanaman tambahan, baik untuk kedelai, cabai, bawang, dan utamanya pada produk komoditas yang masih impor, sehingga bisa menekan belanja impor dan bisa membeli komoditas milik petani.
BACA JUGA:Harga Telur Ayam Turun Jadi Rp29.000, Pedagang: Itu Stok Sebelum BBM Naik
&quot;Kesimpulan yang ada adalah mengharapkan BUMN dapat membeli semua produktivitas yang ada sehingga negara betul-betul bisa menjamin, tidak membiarkan begitu saja (petani),&quot; sambung Mentan.
Mentan mengatakan pihaknya bakal melakukan intervensi pasar untuk menjaga harga-harga komoditas pertanian ini tidak mengalami kenaikan yang signifikan di tengah isu inflasi dari kenaikan harga BBM.
&quot;Artinya kita berharap tidak hanya berharap produktivitasnya cukup, tetapi harganya dapat tetap dijaga untuk bisa dikendalikan dengan baik,&quot; lanjut Mentan.


Menghindari hal tersebut, memetakan daerah-daerah pertanian yang  surplus untuk mengirim ke daerah-daerah yang kurang, sehingga tidak  terjadi disparitas harga di daerah yang kekurangan komoditas pertanian.
&quot;Pendekatannya ada dua, yang pertama diminta para bupati gubernur  untuk juga melakukan komunikasi perdagangan dengan menggunakan dana-dana  yang telah mendapatkan persetujuan Menteri Dalam Negeri untuk digunakan  agar sistem transportasinya dan lain-lain sebagainya bisa dikendalikan  oleh pemerintah,&quot; kata Mentan.
Sedang yang kedua Mentan bersama Badan Pangan Nasional akan mengontrol langsung ke daerah-daerah yang produktivitasnya besar.
&quot;Kementan bersama badan pangan nasional yang mengatur neraca-neraca  antara daerah bisa sama dengan daerah untuk mengintervensi pada  daerah-daerah shorted yang ada, memappingnya, memetakannya dengan baik,&quot;  pungkasnya.</content:encoded></item></channel></rss>
