<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Jokowi Minta Badan Pangan Nasional Mobilisasi Stok Produksi Petani ke Daerah</title><description>Presiden Joko Widodo meminta Badan Pangan Nasional mengatur mobilisasi stok produksi petani lokal.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2022/09/19/320/2670676/jokowi-minta-badan-pangan-nasional-mobilisasi-stok-produksi-petani-ke-daerah</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2022/09/19/320/2670676/jokowi-minta-badan-pangan-nasional-mobilisasi-stok-produksi-petani-ke-daerah"/><item><title>Jokowi Minta Badan Pangan Nasional Mobilisasi Stok Produksi Petani ke Daerah</title><link>https://economy.okezone.com/read/2022/09/19/320/2670676/jokowi-minta-badan-pangan-nasional-mobilisasi-stok-produksi-petani-ke-daerah</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2022/09/19/320/2670676/jokowi-minta-badan-pangan-nasional-mobilisasi-stok-produksi-petani-ke-daerah</guid><pubDate>Senin 19 September 2022 17:14 WIB</pubDate><dc:creator>Shelma Rachmahyanti</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2022/09/19/320/2670676/jokowi-minta-badan-pangan-nasional-mobilisasi-stok-produksi-petani-ke-daerah-vy4ha6QKg9.jpeg" expression="full" type="image/jpeg">Jokowi minta Badan Pangan Nasional mobilisasi stok pangan (Foto: Okezone)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2022/09/19/320/2670676/jokowi-minta-badan-pangan-nasional-mobilisasi-stok-produksi-petani-ke-daerah-vy4ha6QKg9.jpeg</image><title>Jokowi minta Badan Pangan Nasional mobilisasi stok pangan (Foto: Okezone)</title></images><description>JAKARTA - Presiden Jokowi meminta Badan Pangan Nasional mengatur mobilisasi stok produksi petani lokal. Hal ini diharapkan bisa menjaga stabilitas harga dan ketersediaan pangan di seluruh daerah.
&quot;Tadi Presiden menyampaikan untuk yang besar-besar mobilisasi stok itu akan diatur oleh Badan Pangan nasional sehingga biaya produksi dari sentra produksi ke daerah yang defisit itu bisa ter-cover,&quot; kata Kepala Badan Pangan Nasional Arif Prasetyo Adi dilansir dari Antara, Senin (19/9/2022).
BACA JUGA:Jokowi Ingin Kedelai di RI 100% Tidak Tergantung Impor
Arif menambahkan bahwa Presiden juga menyampaikan agar Badan Pangan Nasional mengatur cadangan pangan dengan tetap memperhatikan komoditas yang membutuhkan fasilitas penyimpanan dengan suhu tertentu.
&quot;Jadi untuk produk-produk yang memerlukan cold room, pendingin, itu juga harus disiapkan sehingga nanti ke depan itu tugasnya bukan dari petani dikirim langsung, bukan, tetapi ada suatu tempat untuk menyimpan,&quot; katanya.
BACA JUGA:Jokowi Minta Mentan Tingkatkan Produktivitas Pangan yang Masih Impor
Fasilitas penyimpanan yang dimaksud juga diharapkan bisa mempraktikkan penggunaan listrik yang efisien. Oleh karena itu fasilitas-fasilitas tersebut nantinya diharuskan menggunakan panel surya demi menekan biaya kebutuhan listrik.
&quot;Mungkin tingginya di depan investasi solar panel, itu salah satu yang beliau sampaikan,&quot; ujar Arief.
Dalam kesempatan yang sama Menteri Perdagangan Zulkifli Hasan berharap langkah tersebut dapat memutus rangkai distribusi komoditas yang terlampau panjang dan berpotensi menimbulkan lonjakan harga yang terlalu jauh.


&quot;Kita harap memutus rantai tadi itu lho. Misalnya ada grosir, ada  tengkulak lagi, ada pengecer. Itu kan misalnya ayam kemarin pada protes  sama kami berdua karena peternak ayam dibeli hanya Rp15.500 padalah di  pasar Rp35.000, jadi ada beda Rp20.000, ini kan karena rantainya  panjang,&quot; kata Zulkifli.
Sebelumnya, Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo menjelaskan bahwa  Presiden juga telah memerintahkan Kementerian Pertanian, Badan Pangan  Nasional, dan Kementerian Perdagangan untuk melakukan pemetaan komoditas  pangan yang lebih baik di seluruh daerah.
&quot;Daerah-daerah produsen yang surplus dan daerah-daerah yang sorted  atau kekurangan ini harus betul-betul dipetakan dengan baik,&quot; kata  Syahrul.
Hal itu bisa ditempuh melalui dua hal yakni peningkatan komunikasi  perdagangan antardaerah melibatkan gubernur, bupati, dan wali kota.  Serta intervensi dari pemerintah pusat melalui Kementan, Badan Pangan  Nasional, dan Kemendag guna memantau ketersediaan dan stabilitas pangan  yang lebih baik.</description><content:encoded>JAKARTA - Presiden Jokowi meminta Badan Pangan Nasional mengatur mobilisasi stok produksi petani lokal. Hal ini diharapkan bisa menjaga stabilitas harga dan ketersediaan pangan di seluruh daerah.
&quot;Tadi Presiden menyampaikan untuk yang besar-besar mobilisasi stok itu akan diatur oleh Badan Pangan nasional sehingga biaya produksi dari sentra produksi ke daerah yang defisit itu bisa ter-cover,&quot; kata Kepala Badan Pangan Nasional Arif Prasetyo Adi dilansir dari Antara, Senin (19/9/2022).
BACA JUGA:Jokowi Ingin Kedelai di RI 100% Tidak Tergantung Impor
Arif menambahkan bahwa Presiden juga menyampaikan agar Badan Pangan Nasional mengatur cadangan pangan dengan tetap memperhatikan komoditas yang membutuhkan fasilitas penyimpanan dengan suhu tertentu.
&quot;Jadi untuk produk-produk yang memerlukan cold room, pendingin, itu juga harus disiapkan sehingga nanti ke depan itu tugasnya bukan dari petani dikirim langsung, bukan, tetapi ada suatu tempat untuk menyimpan,&quot; katanya.
BACA JUGA:Jokowi Minta Mentan Tingkatkan Produktivitas Pangan yang Masih Impor
Fasilitas penyimpanan yang dimaksud juga diharapkan bisa mempraktikkan penggunaan listrik yang efisien. Oleh karena itu fasilitas-fasilitas tersebut nantinya diharuskan menggunakan panel surya demi menekan biaya kebutuhan listrik.
&quot;Mungkin tingginya di depan investasi solar panel, itu salah satu yang beliau sampaikan,&quot; ujar Arief.
Dalam kesempatan yang sama Menteri Perdagangan Zulkifli Hasan berharap langkah tersebut dapat memutus rangkai distribusi komoditas yang terlampau panjang dan berpotensi menimbulkan lonjakan harga yang terlalu jauh.


&quot;Kita harap memutus rantai tadi itu lho. Misalnya ada grosir, ada  tengkulak lagi, ada pengecer. Itu kan misalnya ayam kemarin pada protes  sama kami berdua karena peternak ayam dibeli hanya Rp15.500 padalah di  pasar Rp35.000, jadi ada beda Rp20.000, ini kan karena rantainya  panjang,&quot; kata Zulkifli.
Sebelumnya, Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo menjelaskan bahwa  Presiden juga telah memerintahkan Kementerian Pertanian, Badan Pangan  Nasional, dan Kementerian Perdagangan untuk melakukan pemetaan komoditas  pangan yang lebih baik di seluruh daerah.
&quot;Daerah-daerah produsen yang surplus dan daerah-daerah yang sorted  atau kekurangan ini harus betul-betul dipetakan dengan baik,&quot; kata  Syahrul.
Hal itu bisa ditempuh melalui dua hal yakni peningkatan komunikasi  perdagangan antardaerah melibatkan gubernur, bupati, dan wali kota.  Serta intervensi dari pemerintah pusat melalui Kementan, Badan Pangan  Nasional, dan Kemendag guna memantau ketersediaan dan stabilitas pangan  yang lebih baik.</content:encoded></item></channel></rss>
