<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Tips Buat Pelaku Usaha Jalani Bisnis: Kalau Enggak Kolab, Bakal Kolaps</title><description>Tips buat pelaku usaha menjalani bisnis di tengah ketidakpastian global adalah kolaborasi.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2022/09/19/455/2670252/tips-buat-pelaku-usaha-jalani-bisnis-kalau-enggak-kolab-bakal-kolaps</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2022/09/19/455/2670252/tips-buat-pelaku-usaha-jalani-bisnis-kalau-enggak-kolab-bakal-kolaps"/><item><title>Tips Buat Pelaku Usaha Jalani Bisnis: Kalau Enggak Kolab, Bakal Kolaps</title><link>https://economy.okezone.com/read/2022/09/19/455/2670252/tips-buat-pelaku-usaha-jalani-bisnis-kalau-enggak-kolab-bakal-kolaps</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2022/09/19/455/2670252/tips-buat-pelaku-usaha-jalani-bisnis-kalau-enggak-kolab-bakal-kolaps</guid><pubDate>Senin 19 September 2022 10:48 WIB</pubDate><dc:creator>Advenia Elisabeth</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2022/09/19/455/2670252/tips-buat-pelaku-usaha-jalani-bisnis-kalau-enggak-kolab-bakal-kolaps-8mMY8wlJEj.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Tips menjalankan bisnis di tengah ketidakpastian global (Foto: Freepik)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2022/09/19/455/2670252/tips-buat-pelaku-usaha-jalani-bisnis-kalau-enggak-kolab-bakal-kolaps-8mMY8wlJEj.jpg</image><title>Tips menjalankan bisnis di tengah ketidakpastian global (Foto: Freepik)</title></images><description>JAKARTA &amp;ndash; Tips buat pelaku usaha menjalani bisnis di tengah ketidakpastian ekonomi global adalah kolaborasi.  Pakar Marketing sekaligus  Founding Chairman Indonesia Brand Forum (IBF) Yuswohady menegaskan, di era sekarang ini strategi yang ampuh untuk memenangkan pasar bukan lagi berkompetisi, melainkan berkolaborasi.
&amp;ldquo;Dalam kondisi seperti ini, dan terutama pasca pandemi, strategi yang ampuh untuk memenangkan pasar bukan lagi berkompetisi, melainkan koopetisi, alias berkolaborasi. Ini adalah jantungnya keunggulan bisnis. Sebab, dengan kolaborasi, masing-masing pihak, baik brand maupun korporat dapat saling bahu-membahu mengintegrasikan ekosistem fisik maupun digital. Kolaborasi akan menghasilkan win-win solution bagi semua pihak,&amp;rdquo; ujarnya dalam webinar Indonesia Brand Forum (IBF), Senin (19/9/2022).
BACA JUGA:Kisah Pelaku Usaha Bangkit Usai Barangnya Ludes akibat Gudang JNE Terbakar

Yuswohady melanjutkan, kolaborasi kian penting, karena dari hari ke hari, masyarakat dan dunia bisnis menghadapi situasi mutakhir yang semakin tinggi tingkat ketidakpastiannya (uncertainty).
Dia merujuk fakta bahwa setelah dilanda aneka disrupsi (digital, milenial), datangnya pandemi, lalu meletusnya perang Rusia-Ukraina, kini masyarakat dan dunia bisnis menghadapi beragam tantangan baru yang tidak mudah.
BACA JUGA:BLT UMKM Cair Lagi, Tak Semua Pelaku Usaha Bisa Dapat Ya!

Mulai dari beban kenaikan harga BBM, ancaman stagflasi (inflasi tinggi yang diikuti stagnannya pertumbuhan ekonomi), gangguan distribusi global (supply-chain bottleneck), hingga ketidakpastian kebijakan pemerintah.
&amp;ldquo;Disrupsi semacam itu membuat kita semua, anggota masyarakat dan dunia bisnis menghadapi dampak ekonomi dan psikologis yang tidak ringan. Situasi ketidakpastian yang makin tinggi ini menuntut kita bersikap cerdas dan cermat,&quot; ucap Yuswohady.
&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;340&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMi8wOC8wMy80LzE1MTQzMS8wLw==&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;Oleh karena itu, menurutnya saat ini waktu yang tepat bagi para  pelaku bisnis untuk menyatukan kekuatan satu sama lain, dan bergandengan  tangan bersama.
&quot;Istilah saya, ke depannya kita harus berkolaborasi, karena &amp;lsquo;Kalau  Nggak Kolab, Bakal Kolaps&amp;rsquo;. Jangan sendirian menghadapi tantangan ini,  apalagi berkompetisi tak keruan, berperang tanpa arah,&quot; cetusnya.
Dengan kolaborasi, sambung Yuswohady, akan tercipta situasi win-win.  Sebaliknya, tanpa kolaborasi, maka pelaku bisnis menghabiskan banyak  energi dan sumber daya, tapi tak menciptakan situasi yang saling  menguntungkan.</description><content:encoded>JAKARTA &amp;ndash; Tips buat pelaku usaha menjalani bisnis di tengah ketidakpastian ekonomi global adalah kolaborasi.  Pakar Marketing sekaligus  Founding Chairman Indonesia Brand Forum (IBF) Yuswohady menegaskan, di era sekarang ini strategi yang ampuh untuk memenangkan pasar bukan lagi berkompetisi, melainkan berkolaborasi.
&amp;ldquo;Dalam kondisi seperti ini, dan terutama pasca pandemi, strategi yang ampuh untuk memenangkan pasar bukan lagi berkompetisi, melainkan koopetisi, alias berkolaborasi. Ini adalah jantungnya keunggulan bisnis. Sebab, dengan kolaborasi, masing-masing pihak, baik brand maupun korporat dapat saling bahu-membahu mengintegrasikan ekosistem fisik maupun digital. Kolaborasi akan menghasilkan win-win solution bagi semua pihak,&amp;rdquo; ujarnya dalam webinar Indonesia Brand Forum (IBF), Senin (19/9/2022).
BACA JUGA:Kisah Pelaku Usaha Bangkit Usai Barangnya Ludes akibat Gudang JNE Terbakar

Yuswohady melanjutkan, kolaborasi kian penting, karena dari hari ke hari, masyarakat dan dunia bisnis menghadapi situasi mutakhir yang semakin tinggi tingkat ketidakpastiannya (uncertainty).
Dia merujuk fakta bahwa setelah dilanda aneka disrupsi (digital, milenial), datangnya pandemi, lalu meletusnya perang Rusia-Ukraina, kini masyarakat dan dunia bisnis menghadapi beragam tantangan baru yang tidak mudah.
BACA JUGA:BLT UMKM Cair Lagi, Tak Semua Pelaku Usaha Bisa Dapat Ya!

Mulai dari beban kenaikan harga BBM, ancaman stagflasi (inflasi tinggi yang diikuti stagnannya pertumbuhan ekonomi), gangguan distribusi global (supply-chain bottleneck), hingga ketidakpastian kebijakan pemerintah.
&amp;ldquo;Disrupsi semacam itu membuat kita semua, anggota masyarakat dan dunia bisnis menghadapi dampak ekonomi dan psikologis yang tidak ringan. Situasi ketidakpastian yang makin tinggi ini menuntut kita bersikap cerdas dan cermat,&quot; ucap Yuswohady.
&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;340&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMi8wOC8wMy80LzE1MTQzMS8wLw==&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;Oleh karena itu, menurutnya saat ini waktu yang tepat bagi para  pelaku bisnis untuk menyatukan kekuatan satu sama lain, dan bergandengan  tangan bersama.
&quot;Istilah saya, ke depannya kita harus berkolaborasi, karena &amp;lsquo;Kalau  Nggak Kolab, Bakal Kolaps&amp;rsquo;. Jangan sendirian menghadapi tantangan ini,  apalagi berkompetisi tak keruan, berperang tanpa arah,&quot; cetusnya.
Dengan kolaborasi, sambung Yuswohady, akan tercipta situasi win-win.  Sebaliknya, tanpa kolaborasi, maka pelaku bisnis menghabiskan banyak  energi dan sumber daya, tapi tak menciptakan situasi yang saling  menguntungkan.</content:encoded></item></channel></rss>
