<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>3 Strategi Menangkan Pasar di Tengah Ketidakpastian Ekonomi</title><description>Ada tiga strategi yang bisa digunakan pelaku usaha dalam memenangkan pasar di tengah ketidakpastian ekonomi.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2022/09/19/455/2670284/3-strategi-menangkan-pasar-di-tengah-ketidakpastian-ekonomi</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2022/09/19/455/2670284/3-strategi-menangkan-pasar-di-tengah-ketidakpastian-ekonomi"/><item><title>3 Strategi Menangkan Pasar di Tengah Ketidakpastian Ekonomi</title><link>https://economy.okezone.com/read/2022/09/19/455/2670284/3-strategi-menangkan-pasar-di-tengah-ketidakpastian-ekonomi</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2022/09/19/455/2670284/3-strategi-menangkan-pasar-di-tengah-ketidakpastian-ekonomi</guid><pubDate>Senin 19 September 2022 11:21 WIB</pubDate><dc:creator>Advenia Elisabeth</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2022/09/19/455/2670284/3-strategi-menangkan-pasar-di-tengah-ketidakpastian-ekonomi-TsAmOPaX7v.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Tips menjalankan bisnis di tengah ketidakpastian global (Foto: Freepik)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2022/09/19/455/2670284/3-strategi-menangkan-pasar-di-tengah-ketidakpastian-ekonomi-TsAmOPaX7v.jpg</image><title>Tips menjalankan bisnis di tengah ketidakpastian global (Foto: Freepik)</title></images><description>JAKARTA &amp;ndash; Ada tiga strategi yang bisa digunakan pelaku usaha dalam memenangkan pasar di tengah ketidakpastian ekonomi. Pakar Marketing sekaligus  Founding Chairman Indonesia Brand Forum (IBF) Yuswohady membeberkan tiga strategi melakukan kolaborasi agar mampu memenangkan pasar.
Menurutnya kolaborasi kian penting, karena dari hari ke hari, masyarakat dan dunia bisnis menghadapi beragam tantangan baru yang tidak mudah. Mulai dari beban kenaikan harga BBM, ancaman stagflasi (inflasi tinggi yang diikuti stagnannya pertumbuhan ekonomi), gangguan distribusi global (supply-chain bottleneck), hingga ketidakmenentuan kebijakan pemerintah.
BACA JUGA:Tips Buat Pelaku Usaha Jalani Bisnis: Kalau Enggak Kolab, Bakal Kolaps

Adapun tiga strategi yang dimaksud, pertama, leverage brand audience. Kedua, sinergize brand asset. Ketiga, align brand identity. Yuswohady menjelaskan, dalam leverage brand audience, kolaborasi dilakukan untuk memperluas pasar dan target audience.
&amp;ldquo;Ketika dua merek berkolaborasi maka masing-masing pasarnya disatukan sehingga kolamnya membesar,&amp;rdquo; terangnya dalam webinar Indonesia Brand Forum (IBF), Senin (19/9/2022).
BACA JUGA:Kisah Pelaku Usaha Bangkit Usai Barangnya Ludes akibat Gudang JNE Terbakar

Kedua, sinergize brand asset. Kata Yuswohady, melalui kolaborasi, merek juga bisa menyinergikan aset yang dimiliki masing-masing pihak yang berkolaborasi sehingga menghasilkan kekuatan gabungan yang jauh lebih besar. Rumusnya bukan sekedar 1 + 1 = 2; tapi 1 + 1 = 3.
Lalu yang ketiga adalah align brand identity. Dia memaparkan, kolaborasi yang impactful harus menyelaraskan identitas dari masing-masing merek sehingga tercipta chemistry yang serasi.
&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;340&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMi8wOC8wMy80LzE1MTQzMS8wLw==&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;&quot;Keselarasan adalah prasyarat terpenting terciptanya Brand Collab  Advantage. Keselarasan adalah prasyarat kelestarian kolaborasi,&quot;  ucapnya.
Yuswohady menambahkan, di era sekarang ini strategi yang ampuh untuk  memenangkan pasar bukan lagi berkompetisi, melainkan berkolaborasi.
&amp;ldquo;Dalam kondisi seperti ini, dan terutama pasca pandemi, strategi yang  ampuh untuk memenangkan pasar bukan lagi berkompetisi, melainkan  koopetisi, alias berkolaborasi. Ini adalah jantungnya keunggulan bisnis.  Sebab, dengan kolaborasi, masing-masing pihak, baik brand maupun  korporat dapat saling bahu-membahu mengintegrasikan ekosistem fisik  maupun digital. Kolaborasi akan menghasilkan win-win solution bagi semua  pihak,&amp;rdquo; pungkasnya.</description><content:encoded>JAKARTA &amp;ndash; Ada tiga strategi yang bisa digunakan pelaku usaha dalam memenangkan pasar di tengah ketidakpastian ekonomi. Pakar Marketing sekaligus  Founding Chairman Indonesia Brand Forum (IBF) Yuswohady membeberkan tiga strategi melakukan kolaborasi agar mampu memenangkan pasar.
Menurutnya kolaborasi kian penting, karena dari hari ke hari, masyarakat dan dunia bisnis menghadapi beragam tantangan baru yang tidak mudah. Mulai dari beban kenaikan harga BBM, ancaman stagflasi (inflasi tinggi yang diikuti stagnannya pertumbuhan ekonomi), gangguan distribusi global (supply-chain bottleneck), hingga ketidakmenentuan kebijakan pemerintah.
BACA JUGA:Tips Buat Pelaku Usaha Jalani Bisnis: Kalau Enggak Kolab, Bakal Kolaps

Adapun tiga strategi yang dimaksud, pertama, leverage brand audience. Kedua, sinergize brand asset. Ketiga, align brand identity. Yuswohady menjelaskan, dalam leverage brand audience, kolaborasi dilakukan untuk memperluas pasar dan target audience.
&amp;ldquo;Ketika dua merek berkolaborasi maka masing-masing pasarnya disatukan sehingga kolamnya membesar,&amp;rdquo; terangnya dalam webinar Indonesia Brand Forum (IBF), Senin (19/9/2022).
BACA JUGA:Kisah Pelaku Usaha Bangkit Usai Barangnya Ludes akibat Gudang JNE Terbakar

Kedua, sinergize brand asset. Kata Yuswohady, melalui kolaborasi, merek juga bisa menyinergikan aset yang dimiliki masing-masing pihak yang berkolaborasi sehingga menghasilkan kekuatan gabungan yang jauh lebih besar. Rumusnya bukan sekedar 1 + 1 = 2; tapi 1 + 1 = 3.
Lalu yang ketiga adalah align brand identity. Dia memaparkan, kolaborasi yang impactful harus menyelaraskan identitas dari masing-masing merek sehingga tercipta chemistry yang serasi.
&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;340&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMi8wOC8wMy80LzE1MTQzMS8wLw==&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;&quot;Keselarasan adalah prasyarat terpenting terciptanya Brand Collab  Advantage. Keselarasan adalah prasyarat kelestarian kolaborasi,&quot;  ucapnya.
Yuswohady menambahkan, di era sekarang ini strategi yang ampuh untuk  memenangkan pasar bukan lagi berkompetisi, melainkan berkolaborasi.
&amp;ldquo;Dalam kondisi seperti ini, dan terutama pasca pandemi, strategi yang  ampuh untuk memenangkan pasar bukan lagi berkompetisi, melainkan  koopetisi, alias berkolaborasi. Ini adalah jantungnya keunggulan bisnis.  Sebab, dengan kolaborasi, masing-masing pihak, baik brand maupun  korporat dapat saling bahu-membahu mengintegrasikan ekosistem fisik  maupun digital. Kolaborasi akan menghasilkan win-win solution bagi semua  pihak,&amp;rdquo; pungkasnya.</content:encoded></item></channel></rss>
