<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>IATA Teken Perjanjian Jual Beli dengan Tiga Pihak, Bukti Industri Batu Bara Jadi Bisnis Utama MNC</title><description>PT Bhakti Coal Resources (BCR) menandatangani perjanjian jual beli dengan tiga pihak pembeli.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2022/09/20/278/2671066/iata-teken-perjanjian-jual-beli-dengan-tiga-pihak-bukti-industri-batu-bara-jadi-bisnis-utama-mnc</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2022/09/20/278/2671066/iata-teken-perjanjian-jual-beli-dengan-tiga-pihak-bukti-industri-batu-bara-jadi-bisnis-utama-mnc"/><item><title>IATA Teken Perjanjian Jual Beli dengan Tiga Pihak, Bukti Industri Batu Bara Jadi Bisnis Utama MNC</title><link>https://economy.okezone.com/read/2022/09/20/278/2671066/iata-teken-perjanjian-jual-beli-dengan-tiga-pihak-bukti-industri-batu-bara-jadi-bisnis-utama-mnc</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2022/09/20/278/2671066/iata-teken-perjanjian-jual-beli-dengan-tiga-pihak-bukti-industri-batu-bara-jadi-bisnis-utama-mnc</guid><pubDate>Selasa 20 September 2022 10:53 WIB</pubDate><dc:creator>Shelma Rachmahyanti</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2022/09/20/278/2671066/iata-teken-perjanjian-jual-beli-dengan-tiga-pihak-bukti-industri-batu-bara-jadi-bisnis-utama-mnc-k1oJwIQk0p.jpg" expression="full" type="image/jpeg">MNC Energy Investment teken kontrak dengan tiga pembeli (Foto: MNC Media)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2022/09/20/278/2671066/iata-teken-perjanjian-jual-beli-dengan-tiga-pihak-bukti-industri-batu-bara-jadi-bisnis-utama-mnc-k1oJwIQk0p.jpg</image><title>MNC Energy Investment teken kontrak dengan tiga pembeli (Foto: MNC Media)</title></images><description>NUSA DUA - PT MNC Energy Investments Tbk (IATA) melalui anak perusahaannya yang bergerak di bidang batu bara, PT Bhakti Coal Resources (BCR) menandatangani perjanjian jual beli dengan tiga pihak pembeli: SAII Resources Pte Ltd, Visa Resources Pte Ltd, dan CPTL Pte Ltd.
&amp;ldquo;Penandatanganan perjanjian jual beli dengan tiga pihak,&amp;rdquo; ujar Executive Chairman MNC Group Hary Tanoesoedibjo, Selasa (20/09/2022).
BACA JUGA:IATA Raih Kontrak Penjualan Batu Bara Senilai USD108 Juta

&amp;ldquo;PT MNC Energy Investments Tbk melalui anak perusahaannya yang bergerak di bidang batu bara PT Bhakti Coal Resources (BCR) berpartisipasi dalam Coaltrans Asia conference di Bali dan berhasil menjual dalam jumlah besar batu bara dalam event ini. Selamat untuk tim MNC Energy,&amp;rdquo; imbuhnya.
Selain itu, CPTL Pte Ltd juga akan berinvestasi dalam pembangunan jalan angkut dan konveyor pelabuhan PT Bhumi Sriwijaya Perdana Coal (BSPC), salah satu anak perusahaan BCR, untuk mendorong efisiensi produksi dan transportasi, dengan perkiraan investasi senilai USD10 juta.
BACA JUGA:IATA Raih Kontrak Penjualan Batu Bara Senilai USD 108 Juta, Hary Tanoe : Ini Bukti Keseriusan MNC di Sektor Industri Batu Bara 

Perseroan akan memperoleh tambahan pendapatan sebesar USD 108,42 juta dari ketiga kontrak ini dan akan terus mengantisipasi lebih banyak kontrak di masa depan, seiring dengan peningkatan produksi. Kontrak pembelian jangka panjang ini menunjukkan kepercayaan pembeli atas operasional tambang IATA.
Acara penandatanganan ini yang dilaksanakan pada hari ini (19/9) bertepatan dengan konferensi Coaltrans Asia. Setelah 2 tahun hiatus dampak pandemi Covid-19, Coaltrans Asia, konferensi batu bara terbesar di Asia, kembali digelar secara offline di Bali International Convention Centre (BICC) at The Westin Resort Nusa Dua, Bali (18 - 20 September 2022).
&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;340&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMi8wOC8yNS80LzE1MjQzOS8wLw==&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;&amp;ldquo;Signing hari ini dengan beberapa mitra kerjasama. Saya khusus hadir  untuk menunjukkan keseriusan dan komitmen bahwa industri Coal akan  menjadi salah satu industri utama dari MNC Group. Prospek batu bara luar  biasa karena mencapai harga paling tinggi. Produksi Coal Indonesia  termasuk tertiggi sehingga menjadi pemasukan tinggi untuk APBN. Tahun  depan rencana produksi ditingkatkan, karena cadangan IATA sangat besar,&amp;rdquo;  ungkap Hary Tanoesoedibjo.
Selain berkontribusi langsung sebagai salah satu sponsor Platinum,  IATA turut memanfaatkan kesempatan ini untuk kembali terhubung dengan  para pemain kunci dari seluruh rantai pasokan batu bara dan  menegosiasikan berbagai kesepakatan bisnis strategis, baik yang  berkaitan dengan pengembangan usaha Perseroan maupun untuk kemajuan  industri menuju dekarbonisasi.
Di samping berpartisipasi dalam konferensi, IATA juga menyambut para  calon pembeli, serta vendor-vendor potensial untuk mendukung kegiatan  operasional seperti kontraktor, perusahaan logistik, surveyor, dan  lain-lain. Didukung kinerja cemerlang dan peningkatan target produksi  Perseroan pada tahun 2022, menjadi titik balik IATA untuk semakin aktif  memperkenalkan diri sekaligus mengukuhkan posisinya di komunitas dan  pasar tambang batu bara.</description><content:encoded>NUSA DUA - PT MNC Energy Investments Tbk (IATA) melalui anak perusahaannya yang bergerak di bidang batu bara, PT Bhakti Coal Resources (BCR) menandatangani perjanjian jual beli dengan tiga pihak pembeli: SAII Resources Pte Ltd, Visa Resources Pte Ltd, dan CPTL Pte Ltd.
&amp;ldquo;Penandatanganan perjanjian jual beli dengan tiga pihak,&amp;rdquo; ujar Executive Chairman MNC Group Hary Tanoesoedibjo, Selasa (20/09/2022).
BACA JUGA:IATA Raih Kontrak Penjualan Batu Bara Senilai USD108 Juta

&amp;ldquo;PT MNC Energy Investments Tbk melalui anak perusahaannya yang bergerak di bidang batu bara PT Bhakti Coal Resources (BCR) berpartisipasi dalam Coaltrans Asia conference di Bali dan berhasil menjual dalam jumlah besar batu bara dalam event ini. Selamat untuk tim MNC Energy,&amp;rdquo; imbuhnya.
Selain itu, CPTL Pte Ltd juga akan berinvestasi dalam pembangunan jalan angkut dan konveyor pelabuhan PT Bhumi Sriwijaya Perdana Coal (BSPC), salah satu anak perusahaan BCR, untuk mendorong efisiensi produksi dan transportasi, dengan perkiraan investasi senilai USD10 juta.
BACA JUGA:IATA Raih Kontrak Penjualan Batu Bara Senilai USD 108 Juta, Hary Tanoe : Ini Bukti Keseriusan MNC di Sektor Industri Batu Bara 

Perseroan akan memperoleh tambahan pendapatan sebesar USD 108,42 juta dari ketiga kontrak ini dan akan terus mengantisipasi lebih banyak kontrak di masa depan, seiring dengan peningkatan produksi. Kontrak pembelian jangka panjang ini menunjukkan kepercayaan pembeli atas operasional tambang IATA.
Acara penandatanganan ini yang dilaksanakan pada hari ini (19/9) bertepatan dengan konferensi Coaltrans Asia. Setelah 2 tahun hiatus dampak pandemi Covid-19, Coaltrans Asia, konferensi batu bara terbesar di Asia, kembali digelar secara offline di Bali International Convention Centre (BICC) at The Westin Resort Nusa Dua, Bali (18 - 20 September 2022).
&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;340&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMi8wOC8yNS80LzE1MjQzOS8wLw==&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;&amp;ldquo;Signing hari ini dengan beberapa mitra kerjasama. Saya khusus hadir  untuk menunjukkan keseriusan dan komitmen bahwa industri Coal akan  menjadi salah satu industri utama dari MNC Group. Prospek batu bara luar  biasa karena mencapai harga paling tinggi. Produksi Coal Indonesia  termasuk tertiggi sehingga menjadi pemasukan tinggi untuk APBN. Tahun  depan rencana produksi ditingkatkan, karena cadangan IATA sangat besar,&amp;rdquo;  ungkap Hary Tanoesoedibjo.
Selain berkontribusi langsung sebagai salah satu sponsor Platinum,  IATA turut memanfaatkan kesempatan ini untuk kembali terhubung dengan  para pemain kunci dari seluruh rantai pasokan batu bara dan  menegosiasikan berbagai kesepakatan bisnis strategis, baik yang  berkaitan dengan pengembangan usaha Perseroan maupun untuk kemajuan  industri menuju dekarbonisasi.
Di samping berpartisipasi dalam konferensi, IATA juga menyambut para  calon pembeli, serta vendor-vendor potensial untuk mendukung kegiatan  operasional seperti kontraktor, perusahaan logistik, surveyor, dan  lain-lain. Didukung kinerja cemerlang dan peningkatan target produksi  Perseroan pada tahun 2022, menjadi titik balik IATA untuk semakin aktif  memperkenalkan diri sekaligus mengukuhkan posisinya di komunitas dan  pasar tambang batu bara.</content:encoded></item></channel></rss>
