<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>BEI Ungkap Aksi Buyback Saham Tembus Rp7,6 Triliun</title><description>PT Bursa Efek Indonesia (BEI) mengungkap nilai buyback saham capai sebesar Rp7,6 triliun.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2022/09/20/278/2671160/bei-ungkap-aksi-buyback-saham-tembus-rp7-6-triliun</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2022/09/20/278/2671160/bei-ungkap-aksi-buyback-saham-tembus-rp7-6-triliun"/><item><title>BEI Ungkap Aksi Buyback Saham Tembus Rp7,6 Triliun</title><link>https://economy.okezone.com/read/2022/09/20/278/2671160/bei-ungkap-aksi-buyback-saham-tembus-rp7-6-triliun</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2022/09/20/278/2671160/bei-ungkap-aksi-buyback-saham-tembus-rp7-6-triliun</guid><pubDate>Selasa 20 September 2022 12:15 WIB</pubDate><dc:creator>Agregasi Harian Neraca</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2022/09/20/278/2671160/bei-ungkap-aksi-buyback-saham-tembus-rp7-6-triliun-Guis6WeLH2.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Aksi korporasi buyback saham masih ramai (Foto: Okezone)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2022/09/20/278/2671160/bei-ungkap-aksi-buyback-saham-tembus-rp7-6-triliun-Guis6WeLH2.jpg</image><title>Aksi korporasi buyback saham masih ramai (Foto: Okezone)</title></images><description>JAKARTA &amp;ndash; PT Bursa Efek Indonesia (BEI) mengungkap nilai buyback saham capai sebesar Rp7,6 triliun. Aksi korporasi berupa pembelian kembali saham di pasar atau buyback saham di paruh kedua tahun ini masih akan ramai dilakukan.
Beberapa emiten tersebut bahkan menyiapkan dana jumbo untuk buyback. Direktur Penilaian Perusahaan BEI I Gede Nyoman Yetna mengatakan, hingga 16 September 2022, terdapat 12 perusahaan tercatat yang tengah berada dalam periode buyback.
BACA JUGA:BEI Pantau Saham OBM Drilchem (OBMD) dan Waran Seri I OBMD-W

&quot;Sebanyak 9 di antaranya telah melaksanakan buyback dengan total pelaksanaan buyback sebesar Rp1,7 triliun, atau 22,4% dari nilai rencana buyback,&quot; ujarnya di Jakarta, kemarin.
Sementara itu, untuk realisasi pelaksanaan buyback sepanjang tahun 2022 adalah sebesar Rp7,6 triliun. Dimana angka tersebut setara dengan 24,86% dari total nilai rencana buyback. Sebagaimana diketahui, beberapa emiten tengah merancang dan menggelar buyback.
BACA JUGA:BEI Catat 5 Anggota Bursa Masuk Pipeline Penerbitan Waran Terstruktur

Sejumlah emiten tersebut bahkan telah beberapa kali memperpanjang masa buyback. Emiten batu bara PT Adaro Energy Indonesia Tbk. (ADRO) misalnya, melakukan perpanjangan masa pembelian saham untuk kelima kalinya hingga Desember 2022. Pekan lalu, ADRO mengumumkan perpanjangan waktu pembelian saham kembali senilai Rp4 triliun hingga 16 Desember 2022.
&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;340&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMC8xMC8xOS82Ny8xMjM1MTUvMC8=&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;Selain Adaro, distributor iPhone PT Erajaya Swasembada Tbk. (ERAA)  juga melakukan buyback atas 3 miliar sahamnya. ERAA mengalokasikan dana  senilai Rp300 miliar untuk pembelian kembali 3 miliar saham tersebut.  Selain dua emiten tersebut, emiten-emiten lain yang juga tengah  melakukan buyback di antaranya PT Delta Dunia Makmur Tbk. (DOID), PT  Indocement Tunggal Prakarsa Tbk. (INTP), PT Tower Bersama Infrastructure  Tbk. (TBIG), PT United Tractors Tbk. (UNTR), hingga PT Bank Rakyat  Indonesia (Persero) Tbk. (BBRI).
Menurut analis Investindo Nusantara Sekuritas Pandhu Dewanto, tren  buyback saham di kalangan  emiten-emiten berkapitalisasi besar dinilai  tetap minim dalam beberapa waktu ke depan. Dirinya mencatat harga  saham-saham berkapitalisasi besar telah mendekati level normalnya.
&amp;ldquo;Untuk saat ini kami tidak melihat banyak saham big caps yang masih  undervalue. Rata-rata sudah menguat mendekati harga wajarnya,&amp;rdquo; ujarnya.
Disampaikannya, aksi buyback hanya akan dilakukan emiten ketika  terjadi penurunan harga yang cukup dalam. Aksi korporasi ini pun perlu  diikuti dengan ketersediaan dana tidak terpakai (idle) dari  masing-masing emiten.
&amp;ldquo;Kami melihat tren buyback tidak akan marak dalam waktu dekat. Yang  lebih relevan saat ini adalah pembagian dividen karena rata-rata  membukukan laba yang cukup kuat sejak tahun lalu,&amp;rdquo;ungkapnya.</description><content:encoded>JAKARTA &amp;ndash; PT Bursa Efek Indonesia (BEI) mengungkap nilai buyback saham capai sebesar Rp7,6 triliun. Aksi korporasi berupa pembelian kembali saham di pasar atau buyback saham di paruh kedua tahun ini masih akan ramai dilakukan.
Beberapa emiten tersebut bahkan menyiapkan dana jumbo untuk buyback. Direktur Penilaian Perusahaan BEI I Gede Nyoman Yetna mengatakan, hingga 16 September 2022, terdapat 12 perusahaan tercatat yang tengah berada dalam periode buyback.
BACA JUGA:BEI Pantau Saham OBM Drilchem (OBMD) dan Waran Seri I OBMD-W

&quot;Sebanyak 9 di antaranya telah melaksanakan buyback dengan total pelaksanaan buyback sebesar Rp1,7 triliun, atau 22,4% dari nilai rencana buyback,&quot; ujarnya di Jakarta, kemarin.
Sementara itu, untuk realisasi pelaksanaan buyback sepanjang tahun 2022 adalah sebesar Rp7,6 triliun. Dimana angka tersebut setara dengan 24,86% dari total nilai rencana buyback. Sebagaimana diketahui, beberapa emiten tengah merancang dan menggelar buyback.
BACA JUGA:BEI Catat 5 Anggota Bursa Masuk Pipeline Penerbitan Waran Terstruktur

Sejumlah emiten tersebut bahkan telah beberapa kali memperpanjang masa buyback. Emiten batu bara PT Adaro Energy Indonesia Tbk. (ADRO) misalnya, melakukan perpanjangan masa pembelian saham untuk kelima kalinya hingga Desember 2022. Pekan lalu, ADRO mengumumkan perpanjangan waktu pembelian saham kembali senilai Rp4 triliun hingga 16 Desember 2022.
&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;340&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMC8xMC8xOS82Ny8xMjM1MTUvMC8=&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;Selain Adaro, distributor iPhone PT Erajaya Swasembada Tbk. (ERAA)  juga melakukan buyback atas 3 miliar sahamnya. ERAA mengalokasikan dana  senilai Rp300 miliar untuk pembelian kembali 3 miliar saham tersebut.  Selain dua emiten tersebut, emiten-emiten lain yang juga tengah  melakukan buyback di antaranya PT Delta Dunia Makmur Tbk. (DOID), PT  Indocement Tunggal Prakarsa Tbk. (INTP), PT Tower Bersama Infrastructure  Tbk. (TBIG), PT United Tractors Tbk. (UNTR), hingga PT Bank Rakyat  Indonesia (Persero) Tbk. (BBRI).
Menurut analis Investindo Nusantara Sekuritas Pandhu Dewanto, tren  buyback saham di kalangan  emiten-emiten berkapitalisasi besar dinilai  tetap minim dalam beberapa waktu ke depan. Dirinya mencatat harga  saham-saham berkapitalisasi besar telah mendekati level normalnya.
&amp;ldquo;Untuk saat ini kami tidak melihat banyak saham big caps yang masih  undervalue. Rata-rata sudah menguat mendekati harga wajarnya,&amp;rdquo; ujarnya.
Disampaikannya, aksi buyback hanya akan dilakukan emiten ketika  terjadi penurunan harga yang cukup dalam. Aksi korporasi ini pun perlu  diikuti dengan ketersediaan dana tidak terpakai (idle) dari  masing-masing emiten.
&amp;ldquo;Kami melihat tren buyback tidak akan marak dalam waktu dekat. Yang  lebih relevan saat ini adalah pembagian dividen karena rata-rata  membukukan laba yang cukup kuat sejak tahun lalu,&amp;rdquo;ungkapnya.</content:encoded></item></channel></rss>
