<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Kata Luhut soal Beli Minyak Mentah Rusia</title><description>Presiden Jokowi mengatakan sedang mempertimbangkan membeli minyak dari Rusia.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2022/09/20/320/2670683/kata-luhut-soal-beli-minyak-mentah-rusia</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2022/09/20/320/2670683/kata-luhut-soal-beli-minyak-mentah-rusia"/><item><title>Kata Luhut soal Beli Minyak Mentah Rusia</title><link>https://economy.okezone.com/read/2022/09/20/320/2670683/kata-luhut-soal-beli-minyak-mentah-rusia</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2022/09/20/320/2670683/kata-luhut-soal-beli-minyak-mentah-rusia</guid><pubDate>Selasa 20 September 2022 05:20 WIB</pubDate><dc:creator>Noviana Zahra Firdausi</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2022/09/19/320/2670683/kata-luhut-soal-beli-minyak-mentah-rusia-OcG6fQnlOe.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Wacana beli minyak mentah Rusia (Foto: Reuters)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2022/09/19/320/2670683/kata-luhut-soal-beli-minyak-mentah-rusia-OcG6fQnlOe.jpg</image><title>Wacana beli minyak mentah Rusia (Foto: Reuters)</title></images><description>JAKARTA &amp;ndash; Presiden Jokowi mengatakan sedang mempertimbangkan membeli minyak mentah dari Rusia. Opsi ini terbuka karena adanya kenaikan anggaran subsidi BBM dan kompensasi yang naik tiga kali lipat. Subsidi BBM dan LPG dari Rp77,5 triliun ke Rp149,4 triliun serta untuk listrik dari Rp56,6 triliun naik ke Rp59,6 triliun.
Menko Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan juga membenarkan pernyataan presiden itu.
&amp;ldquo;Saya bilang kami ingin bicara secara terbuka, kami mana saja siap. Jika Kepres itu bisa dieksekusi, ya kita OK, gak ada masalah. Tapi jika tidak bisa khan kami harus survive. Subsidi kami USD35 billion. Itu mau diapain? Khan bisa collapse. Dia paham. Jadi dengan bicara terbuka, tidak berbelit kami jelaskan bahwa it&amp;rsquo;s a matter of survival. Jika bisa, ya dijalankan. Jika tidak yaa kita harus anu&amp;hellip; Kami dengan Rusia juga bicara terbuka juga,&quot; kata Luhut.
BACA JUGA:Erick Thohir Blakblakan Soal Rencana Impor Minyak Mentah 

Luhut juga ditanyai soal apakah ada tekanan dari Yellen terkait hal itu. Dalam penjelasannya, Luhut tidak merinci Kepres atau semacam kebijakan khusus yang akan disampaikan oleh Yellen terkait pembelian minyak Rusia ini. Dan mengenai konteks memenuhi kepentingan nasional, setiap negara sedianya menghormati keputusan yang diambil negara lain.
&quot;Saya lihat tidak, kami bicara terbuka, ketawa-tawa juga. Dia bilang make sense juga. Saya bilang sama dia India juga beli 1 juta barel per hari, tidak ada masalah juga. Jadi bagaimana dengan kami?,&amp;rdquo; ucap Luhut.
&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;340&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMi8wOC8yMy80LzE1MjMxOS8wLw==&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati juga mengatakan total subsidi  dan kompensasi untuk BBM, LPG, dan listrik mencapai Rp502,4 triliun.  Angka tersebut dihitung berdasarkan rata-rata ICP (Indonesian Crude  Price) yang bisa mencapai USD105 per barel dengan kurs Rp14.700 per satu  dolar Amerika.
Dia juga menegaskan, bahwa jika harga ICP turun ke USD90 per barel  hingga Desember 2022 maka rata-rata satu tahun ICP Indonesia masih  mencapai USD99 per barel. Dan kalaupun harga ICP turun hingga di bawah  USD90/barel maka keseluruhan tahun rata-rata ICP Indonesia masih di  USD97/barel.
Sehingga dengan adanya perhitungan ini, angka kenaikan subsidi dari  Rp502 triliun masih akan tetap naik menjadi Rp653 triliun jika harga ICP  adalah rata-rata USD99 per barel.
Sedangkan jika harga ICP di USD85 per barel sampai Desember 2022 maka  kenaikan subsidi menjadi Rp640 triliun. Maka dari itu, mengenai  kenaikan Rp137 triliun atau Rp151 triliun semua tergantung dari harga  ICP. Dengan adanya semua pernyataan tersebut, Jokowi pun menambahkan  bahwa sudah merupakan tugas pemerintah menemukan beragam sumber untuk  memenuhi energi rakyat.
Baca selengkapnya: Menko Luhut Benarkan RI Mau Beli Minyak Rusia, Singgung Subsidi BBM</description><content:encoded>JAKARTA &amp;ndash; Presiden Jokowi mengatakan sedang mempertimbangkan membeli minyak mentah dari Rusia. Opsi ini terbuka karena adanya kenaikan anggaran subsidi BBM dan kompensasi yang naik tiga kali lipat. Subsidi BBM dan LPG dari Rp77,5 triliun ke Rp149,4 triliun serta untuk listrik dari Rp56,6 triliun naik ke Rp59,6 triliun.
Menko Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan juga membenarkan pernyataan presiden itu.
&amp;ldquo;Saya bilang kami ingin bicara secara terbuka, kami mana saja siap. Jika Kepres itu bisa dieksekusi, ya kita OK, gak ada masalah. Tapi jika tidak bisa khan kami harus survive. Subsidi kami USD35 billion. Itu mau diapain? Khan bisa collapse. Dia paham. Jadi dengan bicara terbuka, tidak berbelit kami jelaskan bahwa it&amp;rsquo;s a matter of survival. Jika bisa, ya dijalankan. Jika tidak yaa kita harus anu&amp;hellip; Kami dengan Rusia juga bicara terbuka juga,&quot; kata Luhut.
BACA JUGA:Erick Thohir Blakblakan Soal Rencana Impor Minyak Mentah 

Luhut juga ditanyai soal apakah ada tekanan dari Yellen terkait hal itu. Dalam penjelasannya, Luhut tidak merinci Kepres atau semacam kebijakan khusus yang akan disampaikan oleh Yellen terkait pembelian minyak Rusia ini. Dan mengenai konteks memenuhi kepentingan nasional, setiap negara sedianya menghormati keputusan yang diambil negara lain.
&quot;Saya lihat tidak, kami bicara terbuka, ketawa-tawa juga. Dia bilang make sense juga. Saya bilang sama dia India juga beli 1 juta barel per hari, tidak ada masalah juga. Jadi bagaimana dengan kami?,&amp;rdquo; ucap Luhut.
&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;340&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMi8wOC8yMy80LzE1MjMxOS8wLw==&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati juga mengatakan total subsidi  dan kompensasi untuk BBM, LPG, dan listrik mencapai Rp502,4 triliun.  Angka tersebut dihitung berdasarkan rata-rata ICP (Indonesian Crude  Price) yang bisa mencapai USD105 per barel dengan kurs Rp14.700 per satu  dolar Amerika.
Dia juga menegaskan, bahwa jika harga ICP turun ke USD90 per barel  hingga Desember 2022 maka rata-rata satu tahun ICP Indonesia masih  mencapai USD99 per barel. Dan kalaupun harga ICP turun hingga di bawah  USD90/barel maka keseluruhan tahun rata-rata ICP Indonesia masih di  USD97/barel.
Sehingga dengan adanya perhitungan ini, angka kenaikan subsidi dari  Rp502 triliun masih akan tetap naik menjadi Rp653 triliun jika harga ICP  adalah rata-rata USD99 per barel.
Sedangkan jika harga ICP di USD85 per barel sampai Desember 2022 maka  kenaikan subsidi menjadi Rp640 triliun. Maka dari itu, mengenai  kenaikan Rp137 triliun atau Rp151 triliun semua tergantung dari harga  ICP. Dengan adanya semua pernyataan tersebut, Jokowi pun menambahkan  bahwa sudah merupakan tugas pemerintah menemukan beragam sumber untuk  memenuhi energi rakyat.
Baca selengkapnya: Menko Luhut Benarkan RI Mau Beli Minyak Rusia, Singgung Subsidi BBM</content:encoded></item></channel></rss>
