<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Mantap! Lebih dari 250 Km Jalan Tol Terhubung ke Sumatera Utara</title><description>PT Hutama Karya (Persero) mencatat lebih dari 250 kilometer (km) jalan tol yang terhubung ke Sumatera Utara (Sumut).</description><link>https://economy.okezone.com/read/2022/09/20/320/2671215/mantap-lebih-dari-250-km-jalan-tol-terhubung-ke-sumatera-utara</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2022/09/20/320/2671215/mantap-lebih-dari-250-km-jalan-tol-terhubung-ke-sumatera-utara"/><item><title>Mantap! Lebih dari 250 Km Jalan Tol Terhubung ke Sumatera Utara</title><link>https://economy.okezone.com/read/2022/09/20/320/2671215/mantap-lebih-dari-250-km-jalan-tol-terhubung-ke-sumatera-utara</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2022/09/20/320/2671215/mantap-lebih-dari-250-km-jalan-tol-terhubung-ke-sumatera-utara</guid><pubDate>Selasa 20 September 2022 13:04 WIB</pubDate><dc:creator>Suparjo Ramalan</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2022/09/20/320/2671215/mantap-lebih-dari-250-km-jalan-tol-terhubung-ke-sumatera-utara-j5FWw9Pun1.JPG" expression="full" type="image/jpeg">Ilustrasi jalan tol. (Foto: Jasa Marga)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2022/09/20/320/2671215/mantap-lebih-dari-250-km-jalan-tol-terhubung-ke-sumatera-utara-j5FWw9Pun1.JPG</image><title>Ilustrasi jalan tol. (Foto: Jasa Marga)</title></images><description>JAKARTA - PT Hutama Karya (Persero) mencatat lebih dari 250 kilometer (km) jalan tol yang terhubung ke Sumatera Utara (Sumut).
Panjang tol tersebut terdiri dari Tol Medan &amp;ndash; Binjai sepanjang 17,32 Km.
Lalu, Tol Binjai &amp;ndash; Langsa yang nantinya akan beroperasi sepanjang 53,1 Km, Tol Kisaran &amp;ndash; Indrapura sepanjang 47 Km, kemudian Tol Kuala Tanjung &amp;ndash; Tebing Tinggi &amp;ndash; Parapat sepanjang 143 Km yang saat ini masih dalam tahap konstruksi.
&amp;nbsp;BACA JUGA:5 Jalan Tol Terapkan Bayar Tanpa Kartu, Langsung Tancap Gas
&amp;ldquo;Dengan jalan tol yang membentang panjang di Provinsi Sumut ini diharapkan dapat terus mengembangkan Kawasan Sumut dan mendokrak perekonomian masyarakat sekitar agar dapat lebih maju lagi,&amp;rdquo; Direktur Operasi III Hutama Karya, ujar Koentjoro, Selasa (20/9/2022).
Hutama Karya sebagai pengelola Jalan Tol Trans Sumatera (JTTS) saat ini telah mengoperasikan dua ruas tol yang berada di  Sumatera Utara yaitu Tol Medan &amp;ndash; Binjai (Mebi) sejak Oktober 2017.
Lalu, Tol Binjai &amp;ndash; Stabat yang merupakan bagian dari Tol Binjai &amp;ndash; Langsa Seksi 1 (Binjai - Stabat) sejak Februari 2022.
Koentjoro mengatakan bertambahnya dua ruas tol di Sumut ini telah meningkatkan konektivitas antar daerah dan memperlancar arus transportasi dari Sumut menuju Aceh serta berpengaruh pada perekonomian sekitar.
&amp;ldquo;Kehadiran jalan Tol Medan &amp;ndash; Binjai &amp;ndash; Stabat ini memangkas waktu tempuh menjadi lebih cepat yang berpengaruh pada penurunan biaya logistik dan kualitas produk yang dihasilkan,&amp;rdquo; tuturnya.Sejak dioperasikannya kedua ruas tol tersebut, lanjut Koentjoro, trafik jalan tol terus meningkat setiap tahunnya.
Tercatat peningkatan lalu lintas harian rata-rata (LHR) pada Tol Mebi meningkat hampir 3x lipat jika dibandingkan dengan trafik pada saat baru beroperasi.
&quot;Di mana trafik saat ini mencapai rata-rata lebih dari 23.000 kendaraan perhari, sementara pada tahun 2017 hanya mencapai kurang lebih 8.000 kendaraan per harinya,&quot; katanya.
Sementara untuk Jalan Tol Binjai &amp;ndash; Stabat terus mengalami peningkatan, pada awal beroperasi pada Februari lalu tercatat rata - rata kendaraan yang melintas yakni 7.000-an kendaraan menjadi 8.700-an kendaraan di Agustus kemarin.
Koentjoro mencatat trafik kendaraan di Tol Mebi terus membaik paska dilonggarkannya kebijakan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) yang sebelumnya diterapkan di Pulau Sumatera
Pada 2020, rata-rata kendaraan yang melintas di Tol Mebi mentok di 12.000-an per harinya, setelah PPKM dilonggarkan pada 2021 langsung membaik dan kembali meningkat menjadi rata-rata 18.000-an kendaraan per harinya.
&quot;Dengan membaiknya trafik kendaraan tersebut secara tidak langsung mendorong roda perekonomian yang ada di daerah sekitarnya, ditambah lagi sekarang sudah bertambah Tol Binsa,&amp;rdquo; pungkasnya.</description><content:encoded>JAKARTA - PT Hutama Karya (Persero) mencatat lebih dari 250 kilometer (km) jalan tol yang terhubung ke Sumatera Utara (Sumut).
Panjang tol tersebut terdiri dari Tol Medan &amp;ndash; Binjai sepanjang 17,32 Km.
Lalu, Tol Binjai &amp;ndash; Langsa yang nantinya akan beroperasi sepanjang 53,1 Km, Tol Kisaran &amp;ndash; Indrapura sepanjang 47 Km, kemudian Tol Kuala Tanjung &amp;ndash; Tebing Tinggi &amp;ndash; Parapat sepanjang 143 Km yang saat ini masih dalam tahap konstruksi.
&amp;nbsp;BACA JUGA:5 Jalan Tol Terapkan Bayar Tanpa Kartu, Langsung Tancap Gas
&amp;ldquo;Dengan jalan tol yang membentang panjang di Provinsi Sumut ini diharapkan dapat terus mengembangkan Kawasan Sumut dan mendokrak perekonomian masyarakat sekitar agar dapat lebih maju lagi,&amp;rdquo; Direktur Operasi III Hutama Karya, ujar Koentjoro, Selasa (20/9/2022).
Hutama Karya sebagai pengelola Jalan Tol Trans Sumatera (JTTS) saat ini telah mengoperasikan dua ruas tol yang berada di  Sumatera Utara yaitu Tol Medan &amp;ndash; Binjai (Mebi) sejak Oktober 2017.
Lalu, Tol Binjai &amp;ndash; Stabat yang merupakan bagian dari Tol Binjai &amp;ndash; Langsa Seksi 1 (Binjai - Stabat) sejak Februari 2022.
Koentjoro mengatakan bertambahnya dua ruas tol di Sumut ini telah meningkatkan konektivitas antar daerah dan memperlancar arus transportasi dari Sumut menuju Aceh serta berpengaruh pada perekonomian sekitar.
&amp;ldquo;Kehadiran jalan Tol Medan &amp;ndash; Binjai &amp;ndash; Stabat ini memangkas waktu tempuh menjadi lebih cepat yang berpengaruh pada penurunan biaya logistik dan kualitas produk yang dihasilkan,&amp;rdquo; tuturnya.Sejak dioperasikannya kedua ruas tol tersebut, lanjut Koentjoro, trafik jalan tol terus meningkat setiap tahunnya.
Tercatat peningkatan lalu lintas harian rata-rata (LHR) pada Tol Mebi meningkat hampir 3x lipat jika dibandingkan dengan trafik pada saat baru beroperasi.
&quot;Di mana trafik saat ini mencapai rata-rata lebih dari 23.000 kendaraan perhari, sementara pada tahun 2017 hanya mencapai kurang lebih 8.000 kendaraan per harinya,&quot; katanya.
Sementara untuk Jalan Tol Binjai &amp;ndash; Stabat terus mengalami peningkatan, pada awal beroperasi pada Februari lalu tercatat rata - rata kendaraan yang melintas yakni 7.000-an kendaraan menjadi 8.700-an kendaraan di Agustus kemarin.
Koentjoro mencatat trafik kendaraan di Tol Mebi terus membaik paska dilonggarkannya kebijakan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) yang sebelumnya diterapkan di Pulau Sumatera
Pada 2020, rata-rata kendaraan yang melintas di Tol Mebi mentok di 12.000-an per harinya, setelah PPKM dilonggarkan pada 2021 langsung membaik dan kembali meningkat menjadi rata-rata 18.000-an kendaraan per harinya.
&quot;Dengan membaiknya trafik kendaraan tersebut secara tidak langsung mendorong roda perekonomian yang ada di daerah sekitarnya, ditambah lagi sekarang sudah bertambah Tol Binsa,&amp;rdquo; pungkasnya.</content:encoded></item></channel></rss>
