<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Kurangi Ketimpangan, BI Dorong Investasi di Luar Jawa</title><description>Bank Indonesia mendorong perluasan investasi di luar Pulau Jawa. Perluasan investasi diharapkan bisa mengurangi ketimpangan.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2022/09/20/320/2671266/kurangi-ketimpangan-bi-dorong-investasi-di-luar-jawa</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2022/09/20/320/2671266/kurangi-ketimpangan-bi-dorong-investasi-di-luar-jawa"/><item><title>Kurangi Ketimpangan, BI Dorong Investasi di Luar Jawa</title><link>https://economy.okezone.com/read/2022/09/20/320/2671266/kurangi-ketimpangan-bi-dorong-investasi-di-luar-jawa</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2022/09/20/320/2671266/kurangi-ketimpangan-bi-dorong-investasi-di-luar-jawa</guid><pubDate>Selasa 20 September 2022 14:02 WIB</pubDate><dc:creator>Shelma Rachmahyanti</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2022/09/20/320/2671266/kurangi-ketimpangan-bi-dorong-investasi-di-luar-jawa-86NvEQKNJE.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Bank Indonesia dorong perluasan investasi di luar Jawa (Foto: Okezone)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2022/09/20/320/2671266/kurangi-ketimpangan-bi-dorong-investasi-di-luar-jawa-86NvEQKNJE.jpg</image><title>Bank Indonesia dorong perluasan investasi di luar Jawa (Foto: Okezone)</title></images><description>JAKARTA - Bank Indonesia mendorong perluasan investasi di luar Pulau Jawa. Perluasan investasi diharapkan bisa mengurangi ketimpangan.
&amp;ldquo;Didukung dengan peningkatan infrastrukur, peningkatan belanja dan juga insentif pemerintah, daerah di luar Jawa dapat mengungguli dalam hal investasi dan pertumbuhan ekonomi yang luas,&amp;rdquo; kata Deputi Gubernur Bank Indonesia Dody Budi Waluyo dilansir dari Antara, Selasa (20/9/2022).
BACA JUGA:Tips MNC Asset Management Sebelum Investasi Reksadana

Dody menyampaikan bahwa Sumatera merupakan lokasi yang potensial untuk berinvestasi karena menyimpan banyak kekayaan sumber daya alam berupa minyak, perak dan emas kemudian produsen utama teh, kopi, beras dan jagung. Selain itu, Sumatera yang memiliki luasan hampir seukuran California juga menghasilkan seperempat dari PDB negara.
Bank Indonesia menilai investasi berkelanjutan perlu diperkuat baik dari segi kerangka kebijakan maupun implementasi. Keberhasilan transisi menuju ekonomi global yang lebih berkelanjutan, sebut Dody, sangat bergantung kepada pendanaan yang berkelanjutan.
BACA JUGA:Terbesar Kedua di Dunia, Investasi Panas Bumi Indonesia Miliki Peluang Besar

&amp;ldquo;Untuk itu, segala cara untuk memperkuat investasi berkelanjutan perlu dilakukan secara cepat dan bersama-sama, termasuk melalui berbagai diskusi yang akhirnya berujung pada konsensus bahkan di tingkat nasional maupun global,&amp;rdquo; ujarnya.
Kendati strategi pembangunan berkelanjutan atau Sustainable Development Goals (SDGs) masih dalam tahap awal, lanjutnya, namun investasi di bidang SDGs sangat penting dilakukan oleh para investor.
&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;340&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMi8wOS8wOS80LzE1MzA0NC8wLw==&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;&amp;ldquo;Tidak hanya untuk alasan terkait kebijakan risiko iklim namun juga  untuk reputasi dan kepemimpinan mereka (investor) dalam mendorong agenda  keberlanjutan ke depan,&amp;rdquo; tuturnya.
Adapun Bank Indonesia telah memiliki tiga strategi untuk meningkatkan  instrumen keuangan berkelanjutan. Pertama, mengembangkan instrumen  keuangan hijau dan investasi untuk mendorong pertumbuhan ekonomi yang  berkelanjutan dan inklusif sebagai sumber pertumbuhan baru sekaligus  memperluas tenaga kerja dan mendukung Paris Agreement.
&amp;ldquo;Kedua, pentingnya mengembangkan ekosistem instrumen keuangan  berkelanjutan. Hal ini dapat diwujudkan dengan dukungan semua pihak  terkait, melalui kebijakan insentif, dan disinsentif, sekaligus  membangun infrastruktur ketahanan,&amp;rdquo; sebut dia.
Semua elemen penting seperti taksonomi hijau, layanan verifikasi,  sertifikasi hijau, lembaga sertifikasi hijau dan juga lembaga  pemeringkat hijau, turut menjadi bagian dari ekosistem instrumen  keuangan berkelanjutan.
Kemudian strategi ketiga adalah program peningkatan kapasitas dan  bantuan teknis yang berkelanjutan penting untuk meningkatkan pemahaman  dan keahlian semua pihak. Dari perspektif makroprudensial, Bank  Indonesia mendukung transformasi hijau, melalui uang muka (down payment)  yang lebih rendah untuk kendaraan listrik dan pinjaman khusus untuk  nilai atau properti hijau.</description><content:encoded>JAKARTA - Bank Indonesia mendorong perluasan investasi di luar Pulau Jawa. Perluasan investasi diharapkan bisa mengurangi ketimpangan.
&amp;ldquo;Didukung dengan peningkatan infrastrukur, peningkatan belanja dan juga insentif pemerintah, daerah di luar Jawa dapat mengungguli dalam hal investasi dan pertumbuhan ekonomi yang luas,&amp;rdquo; kata Deputi Gubernur Bank Indonesia Dody Budi Waluyo dilansir dari Antara, Selasa (20/9/2022).
BACA JUGA:Tips MNC Asset Management Sebelum Investasi Reksadana

Dody menyampaikan bahwa Sumatera merupakan lokasi yang potensial untuk berinvestasi karena menyimpan banyak kekayaan sumber daya alam berupa minyak, perak dan emas kemudian produsen utama teh, kopi, beras dan jagung. Selain itu, Sumatera yang memiliki luasan hampir seukuran California juga menghasilkan seperempat dari PDB negara.
Bank Indonesia menilai investasi berkelanjutan perlu diperkuat baik dari segi kerangka kebijakan maupun implementasi. Keberhasilan transisi menuju ekonomi global yang lebih berkelanjutan, sebut Dody, sangat bergantung kepada pendanaan yang berkelanjutan.
BACA JUGA:Terbesar Kedua di Dunia, Investasi Panas Bumi Indonesia Miliki Peluang Besar

&amp;ldquo;Untuk itu, segala cara untuk memperkuat investasi berkelanjutan perlu dilakukan secara cepat dan bersama-sama, termasuk melalui berbagai diskusi yang akhirnya berujung pada konsensus bahkan di tingkat nasional maupun global,&amp;rdquo; ujarnya.
Kendati strategi pembangunan berkelanjutan atau Sustainable Development Goals (SDGs) masih dalam tahap awal, lanjutnya, namun investasi di bidang SDGs sangat penting dilakukan oleh para investor.
&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;340&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMi8wOS8wOS80LzE1MzA0NC8wLw==&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;&amp;ldquo;Tidak hanya untuk alasan terkait kebijakan risiko iklim namun juga  untuk reputasi dan kepemimpinan mereka (investor) dalam mendorong agenda  keberlanjutan ke depan,&amp;rdquo; tuturnya.
Adapun Bank Indonesia telah memiliki tiga strategi untuk meningkatkan  instrumen keuangan berkelanjutan. Pertama, mengembangkan instrumen  keuangan hijau dan investasi untuk mendorong pertumbuhan ekonomi yang  berkelanjutan dan inklusif sebagai sumber pertumbuhan baru sekaligus  memperluas tenaga kerja dan mendukung Paris Agreement.
&amp;ldquo;Kedua, pentingnya mengembangkan ekosistem instrumen keuangan  berkelanjutan. Hal ini dapat diwujudkan dengan dukungan semua pihak  terkait, melalui kebijakan insentif, dan disinsentif, sekaligus  membangun infrastruktur ketahanan,&amp;rdquo; sebut dia.
Semua elemen penting seperti taksonomi hijau, layanan verifikasi,  sertifikasi hijau, lembaga sertifikasi hijau dan juga lembaga  pemeringkat hijau, turut menjadi bagian dari ekosistem instrumen  keuangan berkelanjutan.
Kemudian strategi ketiga adalah program peningkatan kapasitas dan  bantuan teknis yang berkelanjutan penting untuk meningkatkan pemahaman  dan keahlian semua pihak. Dari perspektif makroprudensial, Bank  Indonesia mendukung transformasi hijau, melalui uang muka (down payment)  yang lebih rendah untuk kendaraan listrik dan pinjaman khusus untuk  nilai atau properti hijau.</content:encoded></item></channel></rss>
