<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Saham Suryamas Dutamakmur (SMDM) Dipantau BEI, Ini Penjelasan Manajemen</title><description>Saham Suryamas Dutamakmur (SMDM) dipantau Bursa Efek Indonesia (BEI).</description><link>https://economy.okezone.com/read/2022/09/21/278/2672195/saham-suryamas-dutamakmur-smdm-dipantau-bei-ini-penjelasan-manajemen</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2022/09/21/278/2672195/saham-suryamas-dutamakmur-smdm-dipantau-bei-ini-penjelasan-manajemen"/><item><title>Saham Suryamas Dutamakmur (SMDM) Dipantau BEI, Ini Penjelasan Manajemen</title><link>https://economy.okezone.com/read/2022/09/21/278/2672195/saham-suryamas-dutamakmur-smdm-dipantau-bei-ini-penjelasan-manajemen</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2022/09/21/278/2672195/saham-suryamas-dutamakmur-smdm-dipantau-bei-ini-penjelasan-manajemen</guid><pubDate>Rabu 21 September 2022 17:11 WIB</pubDate><dc:creator>Anggie Ariesta</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2022/09/21/278/2672195/saham-suryamas-dutamakmur-smdm-dipantau-bei-ini-penjelasan-manajemen-3HxZEnfXWk.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Saham SMDM dipantau BEI (Foto: Okezone)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2022/09/21/278/2672195/saham-suryamas-dutamakmur-smdm-dipantau-bei-ini-penjelasan-manajemen-3HxZEnfXWk.jpg</image><title>Saham SMDM dipantau BEI (Foto: Okezone)</title></images><description>JAKARTA &amp;ndash; Saham PT Suryamas Dutamakmur Tbk (SMDM) dipantau Bursa Efek Indonesia (BEI). Saham SMDM masuk dalam radar pantauan akibat adanya peningkatan harga saham yang di luar kebiasaan atau Unusual Market Activity (UMA).
Diketahui, emiten yang bergerak di bidang real estat ini menunjukkan gerak saham yang menguat secara signifikan, naik 15,88% pada 5 hari terakhir perdagangan. Adapun, saham SMDM pada penutupan Rabu (21/9/2022) turun 6,64% di level 394.
BACA JUGA:Naik Tak Wajar, Saham Eterindo (ETWA) Dipantau Ketat BEI

&quot;Dengan ini kami menginformasikan adanya peningkatan harga saham SMDM yang di luar kebiasaan yang di luar kebiasaan (Unusual Market Activity),&quot; tulis surat yang ditandatangani Kepala Divisi Pengawasan Transaksi Lidia M. Panjaitan dan Kepala Divisi Pengaturan dan Operasional Perdagangan Pande Made Kusuma Ari A., dikutip Rabu (21/9/2022).
BACA JUGA:29 Perusahaan Masuk Pipeline IPO BEI

Pengumuman UMA tidak serta merta menunjukkan adanya pelanggaran terhadap peraturan perundang-undangan di bidang Pasar Modal.
Informasi terakhir mengenai SMDM adalah informasi tanggal 7 September 2022 yang dipublikasikan melalui website BEI terkait laporan bulanan registrasi pemegang efek.
&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;340&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMC8xMC8xOS82Ny8xMjM1MTUvMC8=&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;&quot;Sehubungan dengan terjadinya Unusual Market Activity atas saham SMDM  tersebut, perlu kami sampaikan bahwa Bursa saat ini sedang mencermati  perkembangan pola transaksi saham ini,&quot; tulis direksi bursa.
Sehubungan dengan adanya pengumuman bursa soal UMA, manajemen  Suryamas Dutamakmur menegaskan bahwa sampai saat ini Perseroan tidak  memiliki informasi material dan belum ada rencana tindakan perusahaan  apapun yang belum disampaikan ke publik.
&quot;Berkaitan dengan kebenaran/ketidakbenaran atas sebagian/seluruh dari  informasi yang menyangkut Perseroan yang beredar sebagai rumor atau  beredar di media massa, Perseroan tidak mengetahui hal tersebut,&quot; tegas  manajemen SMDM.</description><content:encoded>JAKARTA &amp;ndash; Saham PT Suryamas Dutamakmur Tbk (SMDM) dipantau Bursa Efek Indonesia (BEI). Saham SMDM masuk dalam radar pantauan akibat adanya peningkatan harga saham yang di luar kebiasaan atau Unusual Market Activity (UMA).
Diketahui, emiten yang bergerak di bidang real estat ini menunjukkan gerak saham yang menguat secara signifikan, naik 15,88% pada 5 hari terakhir perdagangan. Adapun, saham SMDM pada penutupan Rabu (21/9/2022) turun 6,64% di level 394.
BACA JUGA:Naik Tak Wajar, Saham Eterindo (ETWA) Dipantau Ketat BEI

&quot;Dengan ini kami menginformasikan adanya peningkatan harga saham SMDM yang di luar kebiasaan yang di luar kebiasaan (Unusual Market Activity),&quot; tulis surat yang ditandatangani Kepala Divisi Pengawasan Transaksi Lidia M. Panjaitan dan Kepala Divisi Pengaturan dan Operasional Perdagangan Pande Made Kusuma Ari A., dikutip Rabu (21/9/2022).
BACA JUGA:29 Perusahaan Masuk Pipeline IPO BEI

Pengumuman UMA tidak serta merta menunjukkan adanya pelanggaran terhadap peraturan perundang-undangan di bidang Pasar Modal.
Informasi terakhir mengenai SMDM adalah informasi tanggal 7 September 2022 yang dipublikasikan melalui website BEI terkait laporan bulanan registrasi pemegang efek.
&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;340&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMC8xMC8xOS82Ny8xMjM1MTUvMC8=&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;&quot;Sehubungan dengan terjadinya Unusual Market Activity atas saham SMDM  tersebut, perlu kami sampaikan bahwa Bursa saat ini sedang mencermati  perkembangan pola transaksi saham ini,&quot; tulis direksi bursa.
Sehubungan dengan adanya pengumuman bursa soal UMA, manajemen  Suryamas Dutamakmur menegaskan bahwa sampai saat ini Perseroan tidak  memiliki informasi material dan belum ada rencana tindakan perusahaan  apapun yang belum disampaikan ke publik.
&quot;Berkaitan dengan kebenaran/ketidakbenaran atas sebagian/seluruh dari  informasi yang menyangkut Perseroan yang beredar sebagai rumor atau  beredar di media massa, Perseroan tidak mengetahui hal tersebut,&quot; tegas  manajemen SMDM.</content:encoded></item></channel></rss>
