<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Harga Minyak Dunia Naik Jelang Pengumuman Suku Bunga The Fed</title><description>Harga minyak dunia naik pagi ini setelah sempat tertekan menjelang pengumuman kebijakan suku bunga bank sentral Amerika Serikat.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2022/09/21/320/2671829/harga-minyak-dunia-naik-jelang-pengumuman-suku-bunga-the-fed</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2022/09/21/320/2671829/harga-minyak-dunia-naik-jelang-pengumuman-suku-bunga-the-fed"/><item><title>Harga Minyak Dunia Naik Jelang Pengumuman Suku Bunga The Fed</title><link>https://economy.okezone.com/read/2022/09/21/320/2671829/harga-minyak-dunia-naik-jelang-pengumuman-suku-bunga-the-fed</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2022/09/21/320/2671829/harga-minyak-dunia-naik-jelang-pengumuman-suku-bunga-the-fed</guid><pubDate>Rabu 21 September 2022 11:30 WIB</pubDate><dc:creator>Dinar Fitra Maghiszha</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2022/09/21/320/2671829/harga-minyak-dunia-naik-jelang-pengumuman-suku-bunga-the-fed-7oCNNngrfQ.jpg" expression="full" type="image/jpeg">harga minyak dunia naik (Foto: Reuters)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2022/09/21/320/2671829/harga-minyak-dunia-naik-jelang-pengumuman-suku-bunga-the-fed-7oCNNngrfQ.jpg</image><title>harga minyak dunia naik (Foto: Reuters)</title></images><description>JAKARTA - Harga minyak dunia naik pagi ini setelah sempat tertekan menjelang pengumuman kebijakan suku bunga bank sentral Amerika Serikat (AS) atau The Federal Reserve. Lonjakan Fed funds rate dikhawatirkan dapat membuat konsumsi melemah sekaligus mengancam permintaan bahan bakar.
BACA JUGA:Harga Minyak Turun 1,5%, Brent Dibanderol USD90/Barel

Data perdagangan hingga pukul 10:25 WIB menunjukkan minyak Brent di Intercontinental Exchange (ICE) untuk kontrak November tumbuh 0,25% menjadi USD90,86 per barel. Sedangkan minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) di New York Mercantile Exchange (NYMEX) untuk pengiriman November naik 0,23% sebesar USD84,12 per barel.
BACA JUGA:Harga Minyak Dunia Memanas Jelang Keputusan Suku Bunga The Fed

Sejumlah analis menilai sentimen pasar minyak masih berasal dari ketakutan terhadap kebijakan pengetatan dari Federal Reserve yang dikhawatirkan bakal membawa perlambatan ekonomi atau resesi.
&quot;Sentimen di pasar tetap bearish karena kekhawatiran bahwa pengetatan moneter yang agresif di AS dan Eropa akan meningkatkan kemungkinan resesi dan penurunan permintaan bahan bakar,&quot; kata Toshitaka Tazawa, seorang analis di Fujitomi Securities Co Ltd, dilansir Reuters, Rabu (21/9/2022).
&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;340&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMi8wOC8wMy80LzE1MTQzMS8wLw==&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;Tazawa menilai harga minyak kemungkinan bisa kembali menguat setelah  tertekan akibat merespons kebijakan Fed. Adapun sentimen yang bisa  mendongkrak harga adalah ekspektasi pasokan yang ketat.
The Fed diperkirakan akan menaikkan suku bunga sebesar 75 basis poin  untuk ketiga kalinya berturut-turut dalam upayanya untuk mengendalikan  inflasi. Ekspektasi tersebut dikhawatirkan dapat membebani pasar  ekuitas, yang beriringan dengan harga komoditas, termasuk minyak
Sementara itu, stok minyak mentah dan bahan bakar AS naik sekitar 1  juta barel per 16 September, menurut sumber pasar yang mengutip angka  American Petroleum Institute pada hari Selasa. Adapun persediaan bensin  naik sekitar 3,2 juta barel, sementara stok sulingan naik sekitar 1,5  juta barel.</description><content:encoded>JAKARTA - Harga minyak dunia naik pagi ini setelah sempat tertekan menjelang pengumuman kebijakan suku bunga bank sentral Amerika Serikat (AS) atau The Federal Reserve. Lonjakan Fed funds rate dikhawatirkan dapat membuat konsumsi melemah sekaligus mengancam permintaan bahan bakar.
BACA JUGA:Harga Minyak Turun 1,5%, Brent Dibanderol USD90/Barel

Data perdagangan hingga pukul 10:25 WIB menunjukkan minyak Brent di Intercontinental Exchange (ICE) untuk kontrak November tumbuh 0,25% menjadi USD90,86 per barel. Sedangkan minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) di New York Mercantile Exchange (NYMEX) untuk pengiriman November naik 0,23% sebesar USD84,12 per barel.
BACA JUGA:Harga Minyak Dunia Memanas Jelang Keputusan Suku Bunga The Fed

Sejumlah analis menilai sentimen pasar minyak masih berasal dari ketakutan terhadap kebijakan pengetatan dari Federal Reserve yang dikhawatirkan bakal membawa perlambatan ekonomi atau resesi.
&quot;Sentimen di pasar tetap bearish karena kekhawatiran bahwa pengetatan moneter yang agresif di AS dan Eropa akan meningkatkan kemungkinan resesi dan penurunan permintaan bahan bakar,&quot; kata Toshitaka Tazawa, seorang analis di Fujitomi Securities Co Ltd, dilansir Reuters, Rabu (21/9/2022).
&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;340&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMi8wOC8wMy80LzE1MTQzMS8wLw==&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;Tazawa menilai harga minyak kemungkinan bisa kembali menguat setelah  tertekan akibat merespons kebijakan Fed. Adapun sentimen yang bisa  mendongkrak harga adalah ekspektasi pasokan yang ketat.
The Fed diperkirakan akan menaikkan suku bunga sebesar 75 basis poin  untuk ketiga kalinya berturut-turut dalam upayanya untuk mengendalikan  inflasi. Ekspektasi tersebut dikhawatirkan dapat membebani pasar  ekuitas, yang beriringan dengan harga komoditas, termasuk minyak
Sementara itu, stok minyak mentah dan bahan bakar AS naik sekitar 1  juta barel per 16 September, menurut sumber pasar yang mengutip angka  American Petroleum Institute pada hari Selasa. Adapun persediaan bensin  naik sekitar 3,2 juta barel, sementara stok sulingan naik sekitar 1,5  juta barel.</content:encoded></item></channel></rss>
