<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Dana Insentif Daerah Rp3 Triliun Bisa Tekan Inflasi?</title><description>Dana Insentif Daerah (DID) dinilai bisa menekan inflasi di daerah sebagai imbas dari kenaikan BBM.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2022/09/21/320/2671947/dana-insentif-daerah-rp3-triliun-bisa-tekan-inflasi</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2022/09/21/320/2671947/dana-insentif-daerah-rp3-triliun-bisa-tekan-inflasi"/><item><title>Dana Insentif Daerah Rp3 Triliun Bisa Tekan Inflasi?</title><link>https://economy.okezone.com/read/2022/09/21/320/2671947/dana-insentif-daerah-rp3-triliun-bisa-tekan-inflasi</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2022/09/21/320/2671947/dana-insentif-daerah-rp3-triliun-bisa-tekan-inflasi</guid><pubDate>Rabu 21 September 2022 13:31 WIB</pubDate><dc:creator>Advenia Elisabeth</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2022/09/21/320/2671947/dana-insentif-daerah-rp3-triliun-bisa-tekan-inflasi-ZDhAxdgK7X.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Dana insentif daerah bisa tekan inflasi (Foto: Okezone)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2022/09/21/320/2671947/dana-insentif-daerah-rp3-triliun-bisa-tekan-inflasi-ZDhAxdgK7X.jpg</image><title>Dana insentif daerah bisa tekan inflasi (Foto: Okezone)</title></images><description>JAKARTA &amp;ndash; Dana Insentif Daerah (DID) dinilai bisa menekan inflasi di daerah sebagai imbas dari kenaikan BBM. Sebagaimana diketahui. Kementerian Keuangan (Kemenkeu) menyiapkan anggaran DID sebesar Rp3 triliun untuk 125 daerah. Dari total DID itu, akan dikucurkan sebanyak Rp1,5 triliun pada September 2022 untuk tahap pertama.
Ekonom Universitas Indonesia Telisa Falianty menilai, Dana Insentif Daerah tersebut bisa menjadi dorongan Pemerintah Daerah agar bisa mencari terobosan-terobosan untuk mengendalikan inflasi di daerahnya.
BACA JUGA:Tekan Inflasi, Wapres: Pusat dan Daerah Perlu Bersinergi
&quot;Contohnya, bisa saja mereka untuk mengendalikan subsidi transportasi angkot, mereka bisa menyediakan angkot murah, subsidi untuk Organda, sehingga kenaikan harga tidak terlalu tinggi. Atau bisa juga menyediakan bus sekolah untuk anak anak, untuk masyarakat yang tidak mampu,&quot; terang Telisa saat berdialog di Market Review IDX Channel, Rabu (21/9/2022).
BACA JUGA:Inflasi 2022 Bisa Tembus 8,79%, Ini Biang Keroknya
Lanjut dia mengutarakan, untuk menekan inflasi daerah Pemda juga bisa mencari terobosan dari segi pangan. Misalnya, mengembangkan lumbung-lumbung pangan di daerah supaya harga pangan dapat terjaga.
&quot;Itu inovasi-inovasi yang kita butuhkan dari Pemerintah Daerah supaya bisa membantu inflasi nasional. Karena kita tahu inflasi nasional mendapat kontribusi dari inflasi di daerah,&quot; pungkasnya.


Sebagai informasi, saat ini harga pangan memiliki peran peran penting  dalam kontribusi inflasi nasional. Menteri Perdagangan Zulkifli Hasan  bersama kementerian terkait mengerahkan seluruh daya upaya agar inflasi  pangan terkendali.
Adapun, upaya-upaya yang dipersiapkan pemerintah dalam mengendalikan  inflasi pangan antara lain melalui operasi pasar, subsidi angkutan,  serta optimalisasi program Gerai Maritim, Tol Laut, dan Jembatan Udara.
&quot;Pemerintah Daerah harus peka juga untuk cek kalau harga barang pokok  naik 5% harus segera ambil langkah apa. Contoh, transportnya dibayar,  jadi misalnya dari Tangerang ini kalau kirim beras ke mana gitu  ongkosnya dibayar. Biar harga jualnya nggak mahal,&quot; tegas Mendag  beberapa waktu lalu.</description><content:encoded>JAKARTA &amp;ndash; Dana Insentif Daerah (DID) dinilai bisa menekan inflasi di daerah sebagai imbas dari kenaikan BBM. Sebagaimana diketahui. Kementerian Keuangan (Kemenkeu) menyiapkan anggaran DID sebesar Rp3 triliun untuk 125 daerah. Dari total DID itu, akan dikucurkan sebanyak Rp1,5 triliun pada September 2022 untuk tahap pertama.
Ekonom Universitas Indonesia Telisa Falianty menilai, Dana Insentif Daerah tersebut bisa menjadi dorongan Pemerintah Daerah agar bisa mencari terobosan-terobosan untuk mengendalikan inflasi di daerahnya.
BACA JUGA:Tekan Inflasi, Wapres: Pusat dan Daerah Perlu Bersinergi
&quot;Contohnya, bisa saja mereka untuk mengendalikan subsidi transportasi angkot, mereka bisa menyediakan angkot murah, subsidi untuk Organda, sehingga kenaikan harga tidak terlalu tinggi. Atau bisa juga menyediakan bus sekolah untuk anak anak, untuk masyarakat yang tidak mampu,&quot; terang Telisa saat berdialog di Market Review IDX Channel, Rabu (21/9/2022).
BACA JUGA:Inflasi 2022 Bisa Tembus 8,79%, Ini Biang Keroknya
Lanjut dia mengutarakan, untuk menekan inflasi daerah Pemda juga bisa mencari terobosan dari segi pangan. Misalnya, mengembangkan lumbung-lumbung pangan di daerah supaya harga pangan dapat terjaga.
&quot;Itu inovasi-inovasi yang kita butuhkan dari Pemerintah Daerah supaya bisa membantu inflasi nasional. Karena kita tahu inflasi nasional mendapat kontribusi dari inflasi di daerah,&quot; pungkasnya.


Sebagai informasi, saat ini harga pangan memiliki peran peran penting  dalam kontribusi inflasi nasional. Menteri Perdagangan Zulkifli Hasan  bersama kementerian terkait mengerahkan seluruh daya upaya agar inflasi  pangan terkendali.
Adapun, upaya-upaya yang dipersiapkan pemerintah dalam mengendalikan  inflasi pangan antara lain melalui operasi pasar, subsidi angkutan,  serta optimalisasi program Gerai Maritim, Tol Laut, dan Jembatan Udara.
&quot;Pemerintah Daerah harus peka juga untuk cek kalau harga barang pokok  naik 5% harus segera ambil langkah apa. Contoh, transportnya dibayar,  jadi misalnya dari Tangerang ini kalau kirim beras ke mana gitu  ongkosnya dibayar. Biar harga jualnya nggak mahal,&quot; tegas Mendag  beberapa waktu lalu.</content:encoded></item></channel></rss>
