<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Kenaikan Suku Bunga The Fed Bikin Harga Minyak Dunia Bergejolak</title><description>Kenaikan suku bunga The Fed bikin harga minyak dunia bergejolak.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2022/09/22/320/2672589/kenaikan-suku-bunga-the-fed-bikin-harga-minyak-dunia-bergejolak</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2022/09/22/320/2672589/kenaikan-suku-bunga-the-fed-bikin-harga-minyak-dunia-bergejolak"/><item><title>Kenaikan Suku Bunga The Fed Bikin Harga Minyak Dunia Bergejolak</title><link>https://economy.okezone.com/read/2022/09/22/320/2672589/kenaikan-suku-bunga-the-fed-bikin-harga-minyak-dunia-bergejolak</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2022/09/22/320/2672589/kenaikan-suku-bunga-the-fed-bikin-harga-minyak-dunia-bergejolak</guid><pubDate>Kamis 22 September 2022 11:09 WIB</pubDate><dc:creator>Dinar Fitra Maghiszha</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2022/09/22/320/2672589/kenaikan-suku-bunga-the-fed-bikin-harga-minyak-dunia-bergejolak-eUG5UZMcvu.jpg" expression="full" type="image/jpeg">harga minyak dunia bergejolak (Foto: Reuters)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2022/09/22/320/2672589/kenaikan-suku-bunga-the-fed-bikin-harga-minyak-dunia-bergejolak-eUG5UZMcvu.jpg</image><title>harga minyak dunia bergejolak (Foto: Reuters)</title></images><description>JAKARTA &amp;ndash; Kenaikan suku bunga The Fed bikin harga minyak dunia bergejolak. Harga minyak mentah bergerak fluktuatif pagi ini terdorong sikap hawkish Federal Reserve yang baru saja mengerek suku bunga 75 basis poin (bps) sebagai langkah untuk menahan inflasi.
Lonjakan Fed funds rate dapat memicu efek domino atas perlambatan ekonomi global yang juga berpotensi mengurangi permintaan bahan bakar.
BACA JUGA:Harga Minyak Turun 1% Setelah The Fed Umumkan Suku Bunga Naik 

Data perdagangan hingga pukul 09:17 WIB menunjukkan minyak Brent di Intercontinental Exchange (ICE) untuk kontrak November tumbuh 0,67% menjadi USD90,43 per barel, setelah sempat tergelincir hingga USD89 per barel.
BACA JUGA:Uni Eropa Mau Embargo Rusia, Harga Minyak Dunia Naik Lagi

Sedangkan minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) di New York Mercantile Exchange (NYMEX) untuk pengiriman November naik 0,61% sebesar USD83,45 per barel, meski sempat turun hingga USD82 per barel.
The Fed resmi menaikkan suku bunga sesuai target sebesar 75 basis poin untuk ketiga kalinya, ke kisaran 3,00%-3,25%, dan mengisyaratkan ada kenaikan yang lebih besar di pertemuan mendatang.
&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;340&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMi8wOS8xMy80LzE1MzE5OC8wLw==&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;Dolar seketika melejit menyentuh level tertingginya dalam 20 tahun  terakhir terhadap sejumlah mata uang lainnya. Hal ini membuat minyak  mentah lebih mahal bagi pembeli yang tidak menggunakan dolar,  sebagaimana dilansir Reuters, Kamis (22/9/2022)
Sementara itu permintaan bensin AS selama empat minggu terakhir  dikabarkan turun menjadi 8,5 juta barel per hari (bph), yang notabene  terendah sejak Februari. Demikian tertuang dalam laporan Biro  Administrasi Informasi Energi AS pada Rabu (21/9).
Kenaikan suku bunga, ditambah dengan inflasi yang meningkat,  diperkirakan akan terus membebani permintaan minyak mentah yang pada  akhirnya akan memperlambat pertumbuhan ekonomi. Suku bunga yang tinggi  juga membatasi kemampuan belanja konsumen, sekaligus membebani  permintaan bensin.
Eskalasi politik di Eropa timur antara Rusia dan Ukraina masih  menjadi akar macetnya rantai pasokan. Kabar terbaru, Presiden Rusia  Vladimir Putin mengumumkan mobilisasi pasukan untuk mencaplok sejumlah  wilayah di Ukraina.</description><content:encoded>JAKARTA &amp;ndash; Kenaikan suku bunga The Fed bikin harga minyak dunia bergejolak. Harga minyak mentah bergerak fluktuatif pagi ini terdorong sikap hawkish Federal Reserve yang baru saja mengerek suku bunga 75 basis poin (bps) sebagai langkah untuk menahan inflasi.
Lonjakan Fed funds rate dapat memicu efek domino atas perlambatan ekonomi global yang juga berpotensi mengurangi permintaan bahan bakar.
BACA JUGA:Harga Minyak Turun 1% Setelah The Fed Umumkan Suku Bunga Naik 

Data perdagangan hingga pukul 09:17 WIB menunjukkan minyak Brent di Intercontinental Exchange (ICE) untuk kontrak November tumbuh 0,67% menjadi USD90,43 per barel, setelah sempat tergelincir hingga USD89 per barel.
BACA JUGA:Uni Eropa Mau Embargo Rusia, Harga Minyak Dunia Naik Lagi

Sedangkan minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) di New York Mercantile Exchange (NYMEX) untuk pengiriman November naik 0,61% sebesar USD83,45 per barel, meski sempat turun hingga USD82 per barel.
The Fed resmi menaikkan suku bunga sesuai target sebesar 75 basis poin untuk ketiga kalinya, ke kisaran 3,00%-3,25%, dan mengisyaratkan ada kenaikan yang lebih besar di pertemuan mendatang.
&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;340&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMi8wOS8xMy80LzE1MzE5OC8wLw==&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;Dolar seketika melejit menyentuh level tertingginya dalam 20 tahun  terakhir terhadap sejumlah mata uang lainnya. Hal ini membuat minyak  mentah lebih mahal bagi pembeli yang tidak menggunakan dolar,  sebagaimana dilansir Reuters, Kamis (22/9/2022)
Sementara itu permintaan bensin AS selama empat minggu terakhir  dikabarkan turun menjadi 8,5 juta barel per hari (bph), yang notabene  terendah sejak Februari. Demikian tertuang dalam laporan Biro  Administrasi Informasi Energi AS pada Rabu (21/9).
Kenaikan suku bunga, ditambah dengan inflasi yang meningkat,  diperkirakan akan terus membebani permintaan minyak mentah yang pada  akhirnya akan memperlambat pertumbuhan ekonomi. Suku bunga yang tinggi  juga membatasi kemampuan belanja konsumen, sekaligus membebani  permintaan bensin.
Eskalasi politik di Eropa timur antara Rusia dan Ukraina masih  menjadi akar macetnya rantai pasokan. Kabar terbaru, Presiden Rusia  Vladimir Putin mengumumkan mobilisasi pasukan untuk mencaplok sejumlah  wilayah di Ukraina.</content:encoded></item></channel></rss>
