<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Malaysia Takut Ekspor CPO Turun Gegara Indonesia Jual Murah</title><description>Regulator industri minyak sawit mentah Malaysia takut ekspor CPO turun karena kebijakan Indonesia.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2022/09/22/320/2672666/malaysia-takut-ekspor-cpo-turun-gegara-indonesia-jual-murah</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2022/09/22/320/2672666/malaysia-takut-ekspor-cpo-turun-gegara-indonesia-jual-murah"/><item><title>Malaysia Takut Ekspor CPO Turun Gegara Indonesia Jual Murah</title><link>https://economy.okezone.com/read/2022/09/22/320/2672666/malaysia-takut-ekspor-cpo-turun-gegara-indonesia-jual-murah</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2022/09/22/320/2672666/malaysia-takut-ekspor-cpo-turun-gegara-indonesia-jual-murah</guid><pubDate>Kamis 22 September 2022 12:21 WIB</pubDate><dc:creator>Dinar Fitra Maghiszha</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2022/09/22/320/2672666/malaysia-takut-ekspor-cpo-turun-gegara-indonesia-jual-murah-D5YbwdKS54.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Malaysia takut ekspor CPO turun (Foto: Okezone)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2022/09/22/320/2672666/malaysia-takut-ekspor-cpo-turun-gegara-indonesia-jual-murah-D5YbwdKS54.jpg</image><title>Malaysia takut ekspor CPO turun (Foto: Okezone)</title></images><description>JAKARTA &amp;ndash; Regulator industri minyak sawit mentah Malaysia takut ekspor CPO turun karena kebijakan Indonesia. Sebagaimana diketahui, Indonesia memperpanjang pembebasan pungutan ekspor CPO, sekaligus menjual produknya di harga murah.
Direktur Dewan Minyak Sawit Malaysia (MPOB) Ahmad Parveez mengatakan produsen CPO dari Indonesia sedang bergerak untuk menguras persediaan dengan melakukan ekspor di harga yang lebih rendah dari produk Negeri Jiran. Diketahui, kebijakan pembebasan bea ekspor RI diperpanjang hingga 31 Oktober.
BACA JUGA:Harga CPO Malaysia Turun di Tengah Permintaan India

&amp;ldquo;Dengan cara Indonesia melepas persediaannya sekarang, kami mengantisipasi dua hingga tiga bulan ke depan ekspor Malaysia akan turun,&amp;rdquo; kata Ahmad, dilansir Reuters, Kamis (22/9/2022).
Perlambatan ekspor ini dinilai dapat membuat persediaan CPO Negeri Jiran akan melimpah-ruah pada akhir 2022. Ahmad menyebut stok CPO pada Desember 2022 akan menjadi 2,5 juta ton, yang notabene tertinggi sejak April 2019.
BACA JUGA:Harga Terbaru CPO di September 2022, Turun Jadi USD846,3/MT

Malaysia juga dinilai mampu untuk menghasilkan 18,5 juta ton CPO pada tahun 2022. Optimisme tersebut, terang Ahmad, bakal menjadi tantangan mengingat masalah kekurangan tenaga kerja yang tak kunjung sirna.
&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;340&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMi8wNy8yOS80LzE1MTIyNS8wLw==&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;Sebagai catatan, volume persediaan CPO Malaysia meningkat pada akhir  Agustus lalu di level tertinggi lebih dari dua tahun terakhir. Selain  karena penurunan ekspor, produksi tandan buah segar mengalami  peningkatan menyusul puncak musim panen yang sedang berlangsung.
Di Indonesia, persediaan CPO telah meningkat tajam sejak kebijakan  pembatasan ekspor yang diberlakukan dari awal tahun. Ahmad membaca para  pedagang minyak sawit RI sengaja menurunkan harga agar lebih murah  daripada produk Malaysia, demi mengurangi persediaan mereka, sekaligus  membantu petani perkebunan.
&quot;Saya tidak heran jika mereka (Indonesia) memperpanjang kebijakan  itu, meskipun itu masih tergantung pada persediaan. Mereka ingin  menurunkan stok ke level yang terkendali,&quot; terangnya.</description><content:encoded>JAKARTA &amp;ndash; Regulator industri minyak sawit mentah Malaysia takut ekspor CPO turun karena kebijakan Indonesia. Sebagaimana diketahui, Indonesia memperpanjang pembebasan pungutan ekspor CPO, sekaligus menjual produknya di harga murah.
Direktur Dewan Minyak Sawit Malaysia (MPOB) Ahmad Parveez mengatakan produsen CPO dari Indonesia sedang bergerak untuk menguras persediaan dengan melakukan ekspor di harga yang lebih rendah dari produk Negeri Jiran. Diketahui, kebijakan pembebasan bea ekspor RI diperpanjang hingga 31 Oktober.
BACA JUGA:Harga CPO Malaysia Turun di Tengah Permintaan India

&amp;ldquo;Dengan cara Indonesia melepas persediaannya sekarang, kami mengantisipasi dua hingga tiga bulan ke depan ekspor Malaysia akan turun,&amp;rdquo; kata Ahmad, dilansir Reuters, Kamis (22/9/2022).
Perlambatan ekspor ini dinilai dapat membuat persediaan CPO Negeri Jiran akan melimpah-ruah pada akhir 2022. Ahmad menyebut stok CPO pada Desember 2022 akan menjadi 2,5 juta ton, yang notabene tertinggi sejak April 2019.
BACA JUGA:Harga Terbaru CPO di September 2022, Turun Jadi USD846,3/MT

Malaysia juga dinilai mampu untuk menghasilkan 18,5 juta ton CPO pada tahun 2022. Optimisme tersebut, terang Ahmad, bakal menjadi tantangan mengingat masalah kekurangan tenaga kerja yang tak kunjung sirna.
&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;340&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMi8wNy8yOS80LzE1MTIyNS8wLw==&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;Sebagai catatan, volume persediaan CPO Malaysia meningkat pada akhir  Agustus lalu di level tertinggi lebih dari dua tahun terakhir. Selain  karena penurunan ekspor, produksi tandan buah segar mengalami  peningkatan menyusul puncak musim panen yang sedang berlangsung.
Di Indonesia, persediaan CPO telah meningkat tajam sejak kebijakan  pembatasan ekspor yang diberlakukan dari awal tahun. Ahmad membaca para  pedagang minyak sawit RI sengaja menurunkan harga agar lebih murah  daripada produk Malaysia, demi mengurangi persediaan mereka, sekaligus  membantu petani perkebunan.
&quot;Saya tidak heran jika mereka (Indonesia) memperpanjang kebijakan  itu, meskipun itu masih tergantung pada persediaan. Mereka ingin  menurunkan stok ke level yang terkendali,&quot; terangnya.</content:encoded></item></channel></rss>
