<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Glodok City Bak 'Kuburan', Banyak Kios Tutup hingga Disegel! Pengakuan Pedagang Mengejutkan</title><description>Pusat perbelanjaan Glodok City sepi bak kuburan. Banyak kios di Glodok City yang tutup bahkan disegel.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2022/09/22/320/2672798/glodok-city-bak-kuburan-banyak-kios-tutup-hingga-disegel-pengakuan-pedagang-mengejutkan</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2022/09/22/320/2672798/glodok-city-bak-kuburan-banyak-kios-tutup-hingga-disegel-pengakuan-pedagang-mengejutkan"/><item><title>Glodok City Bak 'Kuburan', Banyak Kios Tutup hingga Disegel! Pengakuan Pedagang Mengejutkan</title><link>https://economy.okezone.com/read/2022/09/22/320/2672798/glodok-city-bak-kuburan-banyak-kios-tutup-hingga-disegel-pengakuan-pedagang-mengejutkan</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2022/09/22/320/2672798/glodok-city-bak-kuburan-banyak-kios-tutup-hingga-disegel-pengakuan-pedagang-mengejutkan</guid><pubDate>Kamis 22 September 2022 14:22 WIB</pubDate><dc:creator>Dimas Choirul</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2022/09/22/320/2672798/glodok-city-bak-kuburan-banyak-kios-tutup-hingga-disegel-pengakuan-pedagang-mengejutkan-mO9v7ufOqv.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Glodok City sepi seperti kuburan (Foto: MPI)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2022/09/22/320/2672798/glodok-city-bak-kuburan-banyak-kios-tutup-hingga-disegel-pengakuan-pedagang-mengejutkan-mO9v7ufOqv.jpg</image><title>Glodok City sepi seperti kuburan (Foto: MPI)</title></images><description>JAKARTA &amp;ndash; Pusat perbelanjaan Glodok City sepi bak kuburan. Banyak kios di Glodok City yang tutup bahkan disegel.
Pusat perbelanjaan elektronik yang dikenal masyarakat Jabodetabek itu kondisinya kini sangat sepi. Pantauan MNC Portal, Kamis (22/9/2022),  terlihat banyak kios yang tutup. Utamanya yang berada di blok AL.04 AKS. Tak sampai 10 pedagang ada di sana.
BACA JUGA:Mal Blok M Terlupakan, Kini Cuma 1 Kios yang Buka

Beberapa kios yang tutup itu diketahui lantaran tengah disewakan oleh pemilik dan juga ada yang ditutup sementara lantaran belum memenuhi kewajibannya dalam membayar ketentuan yang tertuang dalam perjanjian kerjasama antara Pasar Jaya dengan pengembang.

Akibatnya pihak pengelola yakni Perumda Pasar Jaya UPB Pasar Glodok terpaksa menutupnya dengan menempelkan surat penyegelan.
BACA JUGA:Viral! 1 Kios di Mal Blok M yang Masih Buka, Netizen: Tinggal Kenangan

&quot;Ditutup sementara sampai ada penyelesaian administrasi,&quot; bunyi surat penyegelan tersebut.
Meski demikian, masih banyak para penjual di tiap lantai yang menjajakan dagangannya baik berupa peralatan elektronik maupun alat-alat kesehatan. Namun tetap saja, para pengunjung yang datang terlihat tidak begitu ramai.
&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;340&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMS8wOS8xOC8xLzEzOTMyNS8wLw==&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;Salah seorang pedagang elektronik sound, Ari mengaku omzet  penjualannya menurun lantaran sepinya pembeli. Kondisi ini mulai  berlangsung saat awal pandemi COVID-19 2020 lalu.
&quot;Dari pas lockdown (Pandemi COVID-19) itu saja. Sebelum lockdown itu  ramai, kios penuh sampai atas-atas,&quot; ujar Ari saat ditemui MNC Portal.
Ari mengatakan, sejak saat itulah banyak para pedagang meninggalkan  kiosnya. Beberapa di antaranya beralih ke penjualan online, ada pula  yang pindah ke LTC Glodok dan Harco.
&quot;Iya pokoknya teman-teman yang lain pada mencar semua,&quot; ungkapnya.
Kondisi sepinya Pasar Glodok City juga diutarakan Manajer Pasar  Glodok Sunarsih. Ia mengakui sepinya pasar Glodok ini berawal sejak masa  pandemi COVID-19. Hal itu membuat para pedagang memutar otak hingga  beralih berjualan secara online.
Meski demikian, untuk saat ini, kata dia, mulai adanya peningkatan  jumlah pengunjung yang datang. Hal itu disebabkan lantaran semakin  menurunnya angka COVID-19 dalam beberapa waktu terakhir ini.
&quot;Dan kondisi saat ini mulai ada peningkatan pengunjung,&quot; ujarnya.</description><content:encoded>JAKARTA &amp;ndash; Pusat perbelanjaan Glodok City sepi bak kuburan. Banyak kios di Glodok City yang tutup bahkan disegel.
Pusat perbelanjaan elektronik yang dikenal masyarakat Jabodetabek itu kondisinya kini sangat sepi. Pantauan MNC Portal, Kamis (22/9/2022),  terlihat banyak kios yang tutup. Utamanya yang berada di blok AL.04 AKS. Tak sampai 10 pedagang ada di sana.
BACA JUGA:Mal Blok M Terlupakan, Kini Cuma 1 Kios yang Buka

Beberapa kios yang tutup itu diketahui lantaran tengah disewakan oleh pemilik dan juga ada yang ditutup sementara lantaran belum memenuhi kewajibannya dalam membayar ketentuan yang tertuang dalam perjanjian kerjasama antara Pasar Jaya dengan pengembang.

Akibatnya pihak pengelola yakni Perumda Pasar Jaya UPB Pasar Glodok terpaksa menutupnya dengan menempelkan surat penyegelan.
BACA JUGA:Viral! 1 Kios di Mal Blok M yang Masih Buka, Netizen: Tinggal Kenangan

&quot;Ditutup sementara sampai ada penyelesaian administrasi,&quot; bunyi surat penyegelan tersebut.
Meski demikian, masih banyak para penjual di tiap lantai yang menjajakan dagangannya baik berupa peralatan elektronik maupun alat-alat kesehatan. Namun tetap saja, para pengunjung yang datang terlihat tidak begitu ramai.
&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;340&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMS8wOS8xOC8xLzEzOTMyNS8wLw==&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;Salah seorang pedagang elektronik sound, Ari mengaku omzet  penjualannya menurun lantaran sepinya pembeli. Kondisi ini mulai  berlangsung saat awal pandemi COVID-19 2020 lalu.
&quot;Dari pas lockdown (Pandemi COVID-19) itu saja. Sebelum lockdown itu  ramai, kios penuh sampai atas-atas,&quot; ujar Ari saat ditemui MNC Portal.
Ari mengatakan, sejak saat itulah banyak para pedagang meninggalkan  kiosnya. Beberapa di antaranya beralih ke penjualan online, ada pula  yang pindah ke LTC Glodok dan Harco.
&quot;Iya pokoknya teman-teman yang lain pada mencar semua,&quot; ungkapnya.
Kondisi sepinya Pasar Glodok City juga diutarakan Manajer Pasar  Glodok Sunarsih. Ia mengakui sepinya pasar Glodok ini berawal sejak masa  pandemi COVID-19. Hal itu membuat para pedagang memutar otak hingga  beralih berjualan secara online.
Meski demikian, untuk saat ini, kata dia, mulai adanya peningkatan  jumlah pengunjung yang datang. Hal itu disebabkan lantaran semakin  menurunnya angka COVID-19 dalam beberapa waktu terakhir ini.
&quot;Dan kondisi saat ini mulai ada peningkatan pengunjung,&quot; ujarnya.</content:encoded></item></channel></rss>
