<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>BI Naikkan Suku Bunga Jadi 4,25%</title><description>Bank Indonesia kembali menaikkan suku bunga acuan atau BI 7-Day Reverse Repo Rate (BI7DRR) sebesar 50 bps menjadi 4,25%.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2022/09/22/320/2672816/bi-naikkan-suku-bunga-jadi-4-25</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2022/09/22/320/2672816/bi-naikkan-suku-bunga-jadi-4-25"/><item><title>BI Naikkan Suku Bunga Jadi 4,25%</title><link>https://economy.okezone.com/read/2022/09/22/320/2672816/bi-naikkan-suku-bunga-jadi-4-25</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2022/09/22/320/2672816/bi-naikkan-suku-bunga-jadi-4-25</guid><pubDate>Kamis 22 September 2022 14:30 WIB</pubDate><dc:creator>Michelle Natalia</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2022/09/22/320/2672816/bi-naikkan-suku-bunga-jadi-4-25-S7dhq3oYdy.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Bank Indonesia naikkan suku bunga acuan (Foto: Okezone)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2022/09/22/320/2672816/bi-naikkan-suku-bunga-jadi-4-25-S7dhq3oYdy.jpg</image><title>Bank Indonesia naikkan suku bunga acuan (Foto: Okezone)</title></images><description>JAKARTA &amp;ndash; Bank Indonesia kembali menaikkan suku bunga acuan atau BI 7-Day Reverse Repo Rate (BI7DRR) sebesar 50 bps menjadi 4,25%. Keputusan kenaikan suku bunga ditetapkan sebagai hasil Rapat Dewan Gubernur Bank Indonesia (RDG BI) pada tanggal 21 dan 22 September 2022.
Adapun suku bunga Deposit Facility naik menjadi sebesar 3,5%, dan suku bunga Lending Facility naik menjadi sebesar 5%.
BACA JUGA:Kenaikan Suku Bunga The Fed Bikin Harga Minyak Dunia Bergejolak
Gubernur BI Perry Warjiyo mengatakan bahwa kenaikan ini merupakan langkah front-loaded, preemptive dan forward looking untuk menurunkan ekspektasi inflasi, serta memastikan inflasi inti kembali ke sasaran 3 plus minus 1% pada paruh kedua 2023.
BACA JUGA:Suku Bunga The Fed Naik Lagi, Emiten Sektor Properti Wait and See
&quot;Keputusan ini dilakukan dalam rangka memperkuat kebijakan stabilisasi nilai tukar rupiah sesuai fundamental akibat tingginya ketidakpastian pasar keuangan global di tengah permintaan ekonomi domestik yang tetap kuat,&quot; ujar Perry di Jakarta, Kamis(22/9/2022).
BI juga terus memperkuat respon bauran kebijakan untuk menjaga stabilitas dan momentum pemulihan ekonomi nasional.


Sebelumnya, Bank Sentral Amerika Serikat, The Fed menaikkan suku bunga acuannya hingga 75 basis poin (bps) untuk ketiga kalinya berturut-turut.
Menyikapi keputusan tersebut, Ekonom sekaligus Direktur Celios Bhima Yudhistira memproyeksikan bahwa BI akan merespons kenaikan suku bunga dengan agresif.
&quot;Kemungkinan BI akan menaikkan suku bunga secara agresif di kisaran 25-50 bps dalam kenaikan kali ini,&quot; ujar Bhima kepada MNC Portal Indonesia di Jakarta, Kamis(22/9/2022).
Dia mengatakan, kenaikan Fed Rate yang cukup signifikan membuat imbal hasil dari US Treasury juga naik dan mempersempit gap antara US Treasury dengan surat utang pemerintah. Jika gap ini semakin sempit, maka ini berarti investor asing bisa melakukan jual bersih terhadap instrumen keuangan di Indonesia.</description><content:encoded>JAKARTA &amp;ndash; Bank Indonesia kembali menaikkan suku bunga acuan atau BI 7-Day Reverse Repo Rate (BI7DRR) sebesar 50 bps menjadi 4,25%. Keputusan kenaikan suku bunga ditetapkan sebagai hasil Rapat Dewan Gubernur Bank Indonesia (RDG BI) pada tanggal 21 dan 22 September 2022.
Adapun suku bunga Deposit Facility naik menjadi sebesar 3,5%, dan suku bunga Lending Facility naik menjadi sebesar 5%.
BACA JUGA:Kenaikan Suku Bunga The Fed Bikin Harga Minyak Dunia Bergejolak
Gubernur BI Perry Warjiyo mengatakan bahwa kenaikan ini merupakan langkah front-loaded, preemptive dan forward looking untuk menurunkan ekspektasi inflasi, serta memastikan inflasi inti kembali ke sasaran 3 plus minus 1% pada paruh kedua 2023.
BACA JUGA:Suku Bunga The Fed Naik Lagi, Emiten Sektor Properti Wait and See
&quot;Keputusan ini dilakukan dalam rangka memperkuat kebijakan stabilisasi nilai tukar rupiah sesuai fundamental akibat tingginya ketidakpastian pasar keuangan global di tengah permintaan ekonomi domestik yang tetap kuat,&quot; ujar Perry di Jakarta, Kamis(22/9/2022).
BI juga terus memperkuat respon bauran kebijakan untuk menjaga stabilitas dan momentum pemulihan ekonomi nasional.


Sebelumnya, Bank Sentral Amerika Serikat, The Fed menaikkan suku bunga acuannya hingga 75 basis poin (bps) untuk ketiga kalinya berturut-turut.
Menyikapi keputusan tersebut, Ekonom sekaligus Direktur Celios Bhima Yudhistira memproyeksikan bahwa BI akan merespons kenaikan suku bunga dengan agresif.
&quot;Kemungkinan BI akan menaikkan suku bunga secara agresif di kisaran 25-50 bps dalam kenaikan kali ini,&quot; ujar Bhima kepada MNC Portal Indonesia di Jakarta, Kamis(22/9/2022).
Dia mengatakan, kenaikan Fed Rate yang cukup signifikan membuat imbal hasil dari US Treasury juga naik dan mempersempit gap antara US Treasury dengan surat utang pemerintah. Jika gap ini semakin sempit, maka ini berarti investor asing bisa melakukan jual bersih terhadap instrumen keuangan di Indonesia.</content:encoded></item></channel></rss>
