<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Erick Thohir Dukung Pembentukan 3 Subholding PTPN III</title><description>Menteri BUMN Erick Thohir mendukung pembentukan tiga subholding Holding Perkebunan Nusantara atau PTPN III.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2022/09/22/320/2672829/erick-thohir-dukung-pembentukan-3-subholding-ptpn-iii</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2022/09/22/320/2672829/erick-thohir-dukung-pembentukan-3-subholding-ptpn-iii"/><item><title>Erick Thohir Dukung Pembentukan 3 Subholding PTPN III</title><link>https://economy.okezone.com/read/2022/09/22/320/2672829/erick-thohir-dukung-pembentukan-3-subholding-ptpn-iii</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2022/09/22/320/2672829/erick-thohir-dukung-pembentukan-3-subholding-ptpn-iii</guid><pubDate>Kamis 22 September 2022 14:43 WIB</pubDate><dc:creator>Suparjo Ramalan</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2022/09/22/320/2672829/erick-thohir-dukung-pembentukan-3-subholding-ptpn-iii-5iFhSHEnE9.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Erick Thohir dukung pembentukan subholding PTPN III (Foto: Okezone)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2022/09/22/320/2672829/erick-thohir-dukung-pembentukan-3-subholding-ptpn-iii-5iFhSHEnE9.jpg</image><title>Erick Thohir dukung pembentukan subholding PTPN III (Foto: Okezone)</title></images><description>JAKARTA &amp;ndash; Menteri BUMN Erick Thohir mendukung pembentukan tiga subholding Holding Perkebunan Nusantara atau PTPN III. Dia memastikan pembentukan tiga subholding rampung tahun ini
Adapun ketiga sub holding tersebut di antaranya PalmCo, SugarCo atau PT Sinergi Gula Nusantara dan Supporting Co. Kabar ini konfirmasi Wakil Menteri BUMN I Pahala Nugraha Mansury.
BACA JUGA:Erick Thohir Cemas Posisi RI dalam Rantai Pasok Global Tertinggal

&quot;Kita sangat mendukung rencana PTPN membangun tiga subholding,&quot; ungkap Pahala usai peluncuran produk unggulan dari Indonesia Plantation and Forestry Research Institute (IPFRI), Kamis (22/9/2022).
Pendirian tiga subholding tersebut sejalan dengan rencana PTPN III  melakukan Initial Public Offering (IPO) yang ditargetkan pada 2022 ini.
BACA JUGA:Erick Thohir: Listrik Jantung Ekonomi Nasional

Melalui tiga subholding, PTPN III akan mengoptimalisasi asetnya. Adapun subholding Palm Co akan mengintegrasikan industri hulu ke hilir kelapa sawit yang dimiliki perseroan. Proses ini menjadikan perusahaan sebagai perkebunan kelapa sawit terbesar di dunia dengan target luas areal sebesar 706.000 ha pada 2026.
Tak hanya itu, Palm Co mampu menghasilkan 1,8 juta ton olein per tahun dan 433.000 ton biodiesel per tahun. Olein yang dihasilkan diharapkan akan memenuhi kurang lebih 30 persen dari konsumsi minyak goreng domestik.
&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;340&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMi8wOC8yNS80LzE1MjM5MC8wLw==&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;Untuk Sugar Co, entitas yang mengkonsolidasikan 36 Pabrik Gula (PG)  melalui kemitraan strategis. Entitas ini ditargetkan berkontribusi pada  pencapaian swasembada gula nasional dengan target produksi gula pada  2026 sebanyak 1,8 juta ton per tahun.
&quot;Kita harap untuk SugarCo bisa dilakukan minggu-minggu ini, menunggu  penyelesaian diskusi dengan para kreditur yang kita harap selesai minggu  ini. Minggu depan kita harapkan bisa menurunkan aset dan selesaikan  proses spin off. Kita berharap sebelum akhir bukan sudah bisa  terbentuk,&quot; ucap Pahala.
Sedangkan Supporting Co difokuskan untuk mengelola bisnis Group PTPN,  selain komoditi gula dan kelapa sawit, sub holding ini fokus pada  penguatan komoditas teh dan kopi, hingga pengembangan model bisnis baru  berbasis optimalisasi aset.
Pahala menyampaikan Kementerian BUMN juga merampungkan konsolidasi  terkait aset pada PalmCo. Pahala menilai finalisasi ini akan menentukan  proses pembentukan SugarCo dan juga Supporting Co. Dia menyebut proses  IPO PalmCo juga akan dilakukan setelah subholding ini telah resmi  terbentuk pada tahun ini.
&quot;(IPO PalmCo) kita berharap kalau waktunya tepat, di 2023 nanti.  Tahun ini fokus pada regulasi dan pembentukan PalmCo dulu,&quot; katanya.</description><content:encoded>JAKARTA &amp;ndash; Menteri BUMN Erick Thohir mendukung pembentukan tiga subholding Holding Perkebunan Nusantara atau PTPN III. Dia memastikan pembentukan tiga subholding rampung tahun ini
Adapun ketiga sub holding tersebut di antaranya PalmCo, SugarCo atau PT Sinergi Gula Nusantara dan Supporting Co. Kabar ini konfirmasi Wakil Menteri BUMN I Pahala Nugraha Mansury.
BACA JUGA:Erick Thohir Cemas Posisi RI dalam Rantai Pasok Global Tertinggal

&quot;Kita sangat mendukung rencana PTPN membangun tiga subholding,&quot; ungkap Pahala usai peluncuran produk unggulan dari Indonesia Plantation and Forestry Research Institute (IPFRI), Kamis (22/9/2022).
Pendirian tiga subholding tersebut sejalan dengan rencana PTPN III  melakukan Initial Public Offering (IPO) yang ditargetkan pada 2022 ini.
BACA JUGA:Erick Thohir: Listrik Jantung Ekonomi Nasional

Melalui tiga subholding, PTPN III akan mengoptimalisasi asetnya. Adapun subholding Palm Co akan mengintegrasikan industri hulu ke hilir kelapa sawit yang dimiliki perseroan. Proses ini menjadikan perusahaan sebagai perkebunan kelapa sawit terbesar di dunia dengan target luas areal sebesar 706.000 ha pada 2026.
Tak hanya itu, Palm Co mampu menghasilkan 1,8 juta ton olein per tahun dan 433.000 ton biodiesel per tahun. Olein yang dihasilkan diharapkan akan memenuhi kurang lebih 30 persen dari konsumsi minyak goreng domestik.
&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;340&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMi8wOC8yNS80LzE1MjM5MC8wLw==&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;Untuk Sugar Co, entitas yang mengkonsolidasikan 36 Pabrik Gula (PG)  melalui kemitraan strategis. Entitas ini ditargetkan berkontribusi pada  pencapaian swasembada gula nasional dengan target produksi gula pada  2026 sebanyak 1,8 juta ton per tahun.
&quot;Kita harap untuk SugarCo bisa dilakukan minggu-minggu ini, menunggu  penyelesaian diskusi dengan para kreditur yang kita harap selesai minggu  ini. Minggu depan kita harapkan bisa menurunkan aset dan selesaikan  proses spin off. Kita berharap sebelum akhir bukan sudah bisa  terbentuk,&quot; ucap Pahala.
Sedangkan Supporting Co difokuskan untuk mengelola bisnis Group PTPN,  selain komoditi gula dan kelapa sawit, sub holding ini fokus pada  penguatan komoditas teh dan kopi, hingga pengembangan model bisnis baru  berbasis optimalisasi aset.
Pahala menyampaikan Kementerian BUMN juga merampungkan konsolidasi  terkait aset pada PalmCo. Pahala menilai finalisasi ini akan menentukan  proses pembentukan SugarCo dan juga Supporting Co. Dia menyebut proses  IPO PalmCo juga akan dilakukan setelah subholding ini telah resmi  terbentuk pada tahun ini.
&quot;(IPO PalmCo) kita berharap kalau waktunya tepat, di 2023 nanti.  Tahun ini fokus pada regulasi dan pembentukan PalmCo dulu,&quot; katanya.</content:encoded></item></channel></rss>
