<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Airlangga Ingatkan G20 Pentingnya Peningkatan Sektor Industri untuk Menarik Investasi</title><description>Airlangga Hartarto menyampaikan bahwa kemampuan industri menjadi unsur  utama bagi ketahanan ekonomi sebuah negara di masa pandemi.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2022/09/22/320/2672852/airlangga-ingatkan-g20-pentingnya-peningkatan-sektor-industri-untuk-menarik-investasi</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2022/09/22/320/2672852/airlangga-ingatkan-g20-pentingnya-peningkatan-sektor-industri-untuk-menarik-investasi"/><item><title>Airlangga Ingatkan G20 Pentingnya Peningkatan Sektor Industri untuk Menarik Investasi</title><link>https://economy.okezone.com/read/2022/09/22/320/2672852/airlangga-ingatkan-g20-pentingnya-peningkatan-sektor-industri-untuk-menarik-investasi</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2022/09/22/320/2672852/airlangga-ingatkan-g20-pentingnya-peningkatan-sektor-industri-untuk-menarik-investasi</guid><pubDate>Kamis 22 September 2022 15:05 WIB</pubDate><dc:creator>Shelma Rachmahyanti</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2022/09/22/320/2672852/airlangga-ingatkan-g20-pentingnya-peningkatan-sektor-industri-untuk-menarik-investasi-pUcOUiNMYs.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Menko Airlangga tekankan pentingnya peningkatan sektor industri (Foto: Kemenko Perekonomian)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2022/09/22/320/2672852/airlangga-ingatkan-g20-pentingnya-peningkatan-sektor-industri-untuk-menarik-investasi-pUcOUiNMYs.jpg</image><title>Menko Airlangga tekankan pentingnya peningkatan sektor industri (Foto: Kemenko Perekonomian)</title></images><description>JAKARTA &amp;ndash; Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menyampaikan bahwa kemampuan industri menjadi unsur utama bagi ketahanan ekonomi sebuah negara di masa pandemi.
Negara yang memiliki indeks kinerja industri yang sangat kompetitif menjadi negara yang lebih kompetitif dan lebih tangguh dalam menghadapi tantangan-tantangan yang ada di masa pandemi. Menurutnya, industri akan mendorong penciptaan lapangan kerja, dan memerlukan sektor perdagangan dalam distribusi, serta mendorong peningkatan investasi.
BACA JUGA:Hadapi Dinamika Geopolitik Dunia, Menko Airlangga dan Prabowo Susun Jurus Tingkatkan Ketahanan RI

&amp;ldquo;Oleh karena itu, G20 harus mendorong upaya peningkatan di sektor industri, perdagangan dan untuk lebih menarik investasi. Ini merupakan seruan bagi negara-negara G20 untuk bekerja sama lebih baik lagi dalam memberikan dukungan yang diperlukan guna mendorong aspek-aspek industri dan perdagangan yang mengadopsi teknologi, khususnya di negara-negara berkembang,&amp;rdquo; kata Menko Airlangga dalam Trade, Investment, and Industry Miniterial Meeting di Nusa Dua Bali, Kamis (22/9/2022).
BACA JUGA:Capaian Positif Ekonomi dan Budaya, Menko Airlangga Sebut Indonesia Diperhitungkan Dunia

Selanjutnya, dalam pertemuan tersebut Menko Airlangga juga menyampaikan bahwa pandemi Covid-19 juga telah mempercepat transformasi digital, termasuk perdagangan digital. Perkembangan perdagangan digital, yang meliputi pembayaran digital dan layanan  pengiriman digital.
Penjualan e-commerce ritel global pada tahun 2020 meningkat hampir 30% dari level tahun 2019. Pada tahun 2020, sekitar 24% perusahaan telah menerima pesanan secara online dan lebih dari 40% perusahaan melakukan pemesanan secara online.
&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;340&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMi8wOC8wOS80LzE1MTY3OC8wLw==&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;Menko Airlangga juga menyampaikan bahwa Pemerintah terus  mengembangkan sistem teknologi dan informasi untuk mendukung proses  supply chain. Dengan cara tersebut, Pemerintah dapat memantau pembaruan  data dan memastikan bahwa informasi tersebut dapat diandalkan.
Hal tersebut dilakukan seiring dengan upaya Pemerintah yang tengah  memperkuat UMKM untuk menjadi nilai tambah bagi supply chain. Pemerintah  terus berkomitmen menguatkan dan mendorong UMKM karena UMKM  berkontribusi lebih dari 60% dari PDB nasional dengan penyerapan tenaga  kerja yang paling tinggi.
&amp;ldquo;Indonesia sangat menghargai kontribusi dari UMKM. Oleh karena itu,  Pemerintah terus meningkatkan ketahanan UMKM agar dapat terus  beradaptasi menghadapi tantangan-tantangan ke depan. Saya percaya bahwa  di banyak negara, UMKM menjadi salah satu sektor paling rentan yang  membutuhkan perhatian ekstra. Oleh karena itu, saya mendorong G20 untuk  menemukan rekomendasi guna meningkatkan ketahanan sektor ini, dan  mendorong UMKM untuk menjadi bagian penting dari rantai nilai,&amp;rdquo; tegas  Menko Airlangga.
Selanjutnya, Menko Airlangga kembali menekankan bahwa dalam  Presidensi G20 tahun ini, Indonesia terus mendorong penguatan kerja sama  antar negara-negara G20 dalam menetapkan arah strategis untuk  memulihkan kepercayaan terhadap institusi global. Platform multilateral  menjadi penting, sehingga pertemuan-pertemuan G20 didorong untuk dapat  memberikan banyak pengayaan bagi anggota G20.
&amp;ldquo;Kita membutuhkan solusi global untuk mengatasi tantangan yang  dihadapi dunia saat ini. Saya yakin bahwa mekanisme multilateral akan  menjadi platform terbaik, di mana kita dapat menemukan solusi dan  jawaban, yang mewakili kesatuan tujuan negara-negara di seluruh Kawasan  dunia,&amp;rdquo; pungkas Menko Airlangga.</description><content:encoded>JAKARTA &amp;ndash; Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menyampaikan bahwa kemampuan industri menjadi unsur utama bagi ketahanan ekonomi sebuah negara di masa pandemi.
Negara yang memiliki indeks kinerja industri yang sangat kompetitif menjadi negara yang lebih kompetitif dan lebih tangguh dalam menghadapi tantangan-tantangan yang ada di masa pandemi. Menurutnya, industri akan mendorong penciptaan lapangan kerja, dan memerlukan sektor perdagangan dalam distribusi, serta mendorong peningkatan investasi.
BACA JUGA:Hadapi Dinamika Geopolitik Dunia, Menko Airlangga dan Prabowo Susun Jurus Tingkatkan Ketahanan RI

&amp;ldquo;Oleh karena itu, G20 harus mendorong upaya peningkatan di sektor industri, perdagangan dan untuk lebih menarik investasi. Ini merupakan seruan bagi negara-negara G20 untuk bekerja sama lebih baik lagi dalam memberikan dukungan yang diperlukan guna mendorong aspek-aspek industri dan perdagangan yang mengadopsi teknologi, khususnya di negara-negara berkembang,&amp;rdquo; kata Menko Airlangga dalam Trade, Investment, and Industry Miniterial Meeting di Nusa Dua Bali, Kamis (22/9/2022).
BACA JUGA:Capaian Positif Ekonomi dan Budaya, Menko Airlangga Sebut Indonesia Diperhitungkan Dunia

Selanjutnya, dalam pertemuan tersebut Menko Airlangga juga menyampaikan bahwa pandemi Covid-19 juga telah mempercepat transformasi digital, termasuk perdagangan digital. Perkembangan perdagangan digital, yang meliputi pembayaran digital dan layanan  pengiriman digital.
Penjualan e-commerce ritel global pada tahun 2020 meningkat hampir 30% dari level tahun 2019. Pada tahun 2020, sekitar 24% perusahaan telah menerima pesanan secara online dan lebih dari 40% perusahaan melakukan pemesanan secara online.
&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;340&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMi8wOC8wOS80LzE1MTY3OC8wLw==&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;Menko Airlangga juga menyampaikan bahwa Pemerintah terus  mengembangkan sistem teknologi dan informasi untuk mendukung proses  supply chain. Dengan cara tersebut, Pemerintah dapat memantau pembaruan  data dan memastikan bahwa informasi tersebut dapat diandalkan.
Hal tersebut dilakukan seiring dengan upaya Pemerintah yang tengah  memperkuat UMKM untuk menjadi nilai tambah bagi supply chain. Pemerintah  terus berkomitmen menguatkan dan mendorong UMKM karena UMKM  berkontribusi lebih dari 60% dari PDB nasional dengan penyerapan tenaga  kerja yang paling tinggi.
&amp;ldquo;Indonesia sangat menghargai kontribusi dari UMKM. Oleh karena itu,  Pemerintah terus meningkatkan ketahanan UMKM agar dapat terus  beradaptasi menghadapi tantangan-tantangan ke depan. Saya percaya bahwa  di banyak negara, UMKM menjadi salah satu sektor paling rentan yang  membutuhkan perhatian ekstra. Oleh karena itu, saya mendorong G20 untuk  menemukan rekomendasi guna meningkatkan ketahanan sektor ini, dan  mendorong UMKM untuk menjadi bagian penting dari rantai nilai,&amp;rdquo; tegas  Menko Airlangga.
Selanjutnya, Menko Airlangga kembali menekankan bahwa dalam  Presidensi G20 tahun ini, Indonesia terus mendorong penguatan kerja sama  antar negara-negara G20 dalam menetapkan arah strategis untuk  memulihkan kepercayaan terhadap institusi global. Platform multilateral  menjadi penting, sehingga pertemuan-pertemuan G20 didorong untuk dapat  memberikan banyak pengayaan bagi anggota G20.
&amp;ldquo;Kita membutuhkan solusi global untuk mengatasi tantangan yang  dihadapi dunia saat ini. Saya yakin bahwa mekanisme multilateral akan  menjadi platform terbaik, di mana kita dapat menemukan solusi dan  jawaban, yang mewakili kesatuan tujuan negara-negara di seluruh Kawasan  dunia,&amp;rdquo; pungkas Menko Airlangga.</content:encoded></item></channel></rss>
