<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>4 Jurus Gubernur BI Jaga Stabilitas Ekonomi Indonesia</title><description>Empat jurus Gubernur Bank Indonesia (BI) Perry Warjiyo menjaga stabilitas ekonomi Indonesia</description><link>https://economy.okezone.com/read/2022/09/22/320/2672926/4-jurus-gubernur-bi-jaga-stabilitas-ekonomi-indonesia</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2022/09/22/320/2672926/4-jurus-gubernur-bi-jaga-stabilitas-ekonomi-indonesia"/><item><title>4 Jurus Gubernur BI Jaga Stabilitas Ekonomi Indonesia</title><link>https://economy.okezone.com/read/2022/09/22/320/2672926/4-jurus-gubernur-bi-jaga-stabilitas-ekonomi-indonesia</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2022/09/22/320/2672926/4-jurus-gubernur-bi-jaga-stabilitas-ekonomi-indonesia</guid><pubDate>Kamis 22 September 2022 16:10 WIB</pubDate><dc:creator>Michelle Natalia</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2022/09/22/320/2672926/4-jurus-gubernur-bi-jaga-stabilitas-ekonomi-indonesia-swhifaAdxc.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Jurus Gubernur BI jaga stabilitas ekonomi RI (Foto: Okezone)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2022/09/22/320/2672926/4-jurus-gubernur-bi-jaga-stabilitas-ekonomi-indonesia-swhifaAdxc.jpg</image><title>Jurus Gubernur BI jaga stabilitas ekonomi RI (Foto: Okezone)</title></images><description>JAKARTA &amp;ndash; Empat jurus Gubernur Bank Indonesia (BI) Perry Warjiyo menjaga stabilitas ekonomi Indonesia. Perry menyebut bahwa BI terus memperkuat respons bauran kebijakan untuk menjaga stabilitas dan momentum pemulihan ekonomi.
&quot;Yang pertama, memperkuat operasi moneter melalui kenaikan struktur suku bunga di pasar uang sesuai dengan kenaikan suku bunga BI7DRR tersebut untuk menurunkan ekspektasi inflasi dan memastikan inflasi inti kembali ke sasarannya,&quot; ujar Perry di Jakarta, Kamis(22/9/2022).
BACA JUGA:BI Naikkan Suku Bunga Acuan Dinilai Langkah yang Tepat

Kedua, memperkuat stabilisasi nilai tukar Rupiah sebagai bagian untuk pengendalian inflasi dengan intervensi di pasar valas baik melalui transaksi spot, Domestic Non Deliverable Forward (DNDF), serta pembelian/penjualan Surat Berharga Negara (SBN) di pasar sekunder.
&quot;Yang ketiga, melanjutkan penjualan/pembelian SBN di pasar sekunder (operation twist) untuk memperkuat stabilisasi nilai tukar Rupiah dengan meningkatkan daya tarik imbal hasil SBN bagi masuknya investasi portofolio asing melalui kenaikan yield SBN tenor jangka pendek sejalan dengan kenaikan suku bunga BI7DRR dan kenaikan struktur yield SBN jangka panjang yang lebih rendah, dengan pertimbangan tekanan inflasi lebih bersifat jangka pendek dan akan menurun kembali ke sasarannya dalam jangka menengah panjang,&quot; papar Perry.
BACA JUGA:BI Naikkan Suku Bunga Jadi 4,25%

Kemudian yang keempat, melanjutkan kebijakan transparansi suku bunga dasar kredit (SBDK) dengan pendalaman pada aspek profitabilitas bank. Selanjutnya,  mendorong percepatan dan perluasan implementasi digitalisasi pembayaran di daerah melalui pemanfaatan momentum pelaksanaan dan penetapan pemenang Championship Percepatan dan Perluasan Digitalisasi Daerah (P2DD).
&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;340&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMi8wOC8wMy80LzE1MTQzMS8wLw==&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;&quot;BI juga akan mendorong akselerasi pencapaian QRIS 15 juta pengguna  dan peningkatan penggunaan BI-FAST dalam transaksi pembayaran,&quot; terang  Perry.
Dia menyebutkan, koordinasi kebijakan dengan Pemerintah Pusat,  Pemerintah Daerah, dan mitra strategis dalam Tim Pengendalian Inflasi  Pusat dan Daerah (TPIP dan TPID) terus diperkuat melalui efektivitas  pelaksanaan Gerakan Nasional Pengendalian Inflasi Pangan (GNPIP) di  berbagai daerah. Sinergi kebijakan antara BI dengan kebijakan fiskal  Pemerintah dan dengan Komite Stabilitas Sistem Keuangan (KSSK) terus  diperkuat dalam rangka menjaga stabilitas makroekonomi dan sistem  keuangan, serta mendorong kredit/pembiayaan kepada dunia usaha pada  sektor-sektor prioritas untuk mendukung pertumbuhan ekonomi, ekspor,  serta inklusi ekonomi dan keuangan.
&quot;Bank Indonesia terus memperkuat kerja sama internasional dengan bank  sentral dan otoritas negara mitra lainnya, fasilitasi penyelenggaraan  promosi investasi dan perdagangan di sektor prioritas bekerja sama  dengan instansi terkait. Koordinasi bersama Kementerian Keuangan dan K/L  terkait terus diperkuat dalam rangka menyukseskan 6 (enam) agenda  prioritas jalur keuangan Presidensi Indonesia pada G20 tahun 2022 dalam  pertemuan 4th FMCBG Oktober 2022 dan G20 Leader Summit November 2022,&quot;  pungkas Perry.</description><content:encoded>JAKARTA &amp;ndash; Empat jurus Gubernur Bank Indonesia (BI) Perry Warjiyo menjaga stabilitas ekonomi Indonesia. Perry menyebut bahwa BI terus memperkuat respons bauran kebijakan untuk menjaga stabilitas dan momentum pemulihan ekonomi.
&quot;Yang pertama, memperkuat operasi moneter melalui kenaikan struktur suku bunga di pasar uang sesuai dengan kenaikan suku bunga BI7DRR tersebut untuk menurunkan ekspektasi inflasi dan memastikan inflasi inti kembali ke sasarannya,&quot; ujar Perry di Jakarta, Kamis(22/9/2022).
BACA JUGA:BI Naikkan Suku Bunga Acuan Dinilai Langkah yang Tepat

Kedua, memperkuat stabilisasi nilai tukar Rupiah sebagai bagian untuk pengendalian inflasi dengan intervensi di pasar valas baik melalui transaksi spot, Domestic Non Deliverable Forward (DNDF), serta pembelian/penjualan Surat Berharga Negara (SBN) di pasar sekunder.
&quot;Yang ketiga, melanjutkan penjualan/pembelian SBN di pasar sekunder (operation twist) untuk memperkuat stabilisasi nilai tukar Rupiah dengan meningkatkan daya tarik imbal hasil SBN bagi masuknya investasi portofolio asing melalui kenaikan yield SBN tenor jangka pendek sejalan dengan kenaikan suku bunga BI7DRR dan kenaikan struktur yield SBN jangka panjang yang lebih rendah, dengan pertimbangan tekanan inflasi lebih bersifat jangka pendek dan akan menurun kembali ke sasarannya dalam jangka menengah panjang,&quot; papar Perry.
BACA JUGA:BI Naikkan Suku Bunga Jadi 4,25%

Kemudian yang keempat, melanjutkan kebijakan transparansi suku bunga dasar kredit (SBDK) dengan pendalaman pada aspek profitabilitas bank. Selanjutnya,  mendorong percepatan dan perluasan implementasi digitalisasi pembayaran di daerah melalui pemanfaatan momentum pelaksanaan dan penetapan pemenang Championship Percepatan dan Perluasan Digitalisasi Daerah (P2DD).
&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;340&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMi8wOC8wMy80LzE1MTQzMS8wLw==&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;&quot;BI juga akan mendorong akselerasi pencapaian QRIS 15 juta pengguna  dan peningkatan penggunaan BI-FAST dalam transaksi pembayaran,&quot; terang  Perry.
Dia menyebutkan, koordinasi kebijakan dengan Pemerintah Pusat,  Pemerintah Daerah, dan mitra strategis dalam Tim Pengendalian Inflasi  Pusat dan Daerah (TPIP dan TPID) terus diperkuat melalui efektivitas  pelaksanaan Gerakan Nasional Pengendalian Inflasi Pangan (GNPIP) di  berbagai daerah. Sinergi kebijakan antara BI dengan kebijakan fiskal  Pemerintah dan dengan Komite Stabilitas Sistem Keuangan (KSSK) terus  diperkuat dalam rangka menjaga stabilitas makroekonomi dan sistem  keuangan, serta mendorong kredit/pembiayaan kepada dunia usaha pada  sektor-sektor prioritas untuk mendukung pertumbuhan ekonomi, ekspor,  serta inklusi ekonomi dan keuangan.
&quot;Bank Indonesia terus memperkuat kerja sama internasional dengan bank  sentral dan otoritas negara mitra lainnya, fasilitasi penyelenggaraan  promosi investasi dan perdagangan di sektor prioritas bekerja sama  dengan instansi terkait. Koordinasi bersama Kementerian Keuangan dan K/L  terkait terus diperkuat dalam rangka menyukseskan 6 (enam) agenda  prioritas jalur keuangan Presidensi Indonesia pada G20 tahun 2022 dalam  pertemuan 4th FMCBG Oktober 2022 dan G20 Leader Summit November 2022,&quot;  pungkas Perry.</content:encoded></item></channel></rss>
