<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Hati-Hati! Gubernur BI Prediksi Penurunan Pertumbuhan Ekonomi Lebih Besar di 2023</title><description>Bank Indonesia (BI) memperkirakan penurunan pertumbuhan ekonomi akan lebih besar tahun 2023.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2022/09/22/320/2672938/hati-hati-gubernur-bi-prediksi-penurunan-pertumbuhan-ekonomi-lebih-besar-di-2023</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2022/09/22/320/2672938/hati-hati-gubernur-bi-prediksi-penurunan-pertumbuhan-ekonomi-lebih-besar-di-2023"/><item><title>Hati-Hati! Gubernur BI Prediksi Penurunan Pertumbuhan Ekonomi Lebih Besar di 2023</title><link>https://economy.okezone.com/read/2022/09/22/320/2672938/hati-hati-gubernur-bi-prediksi-penurunan-pertumbuhan-ekonomi-lebih-besar-di-2023</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2022/09/22/320/2672938/hati-hati-gubernur-bi-prediksi-penurunan-pertumbuhan-ekonomi-lebih-besar-di-2023</guid><pubDate>Kamis 22 September 2022 16:20 WIB</pubDate><dc:creator>Michelle Natalia</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2022/09/22/320/2672938/hati-hati-gubernur-bi-prediksi-penurunan-pertumbuhan-ekonomi-lebih-besar-di-2023-QltPGTyoA3.jpeg" expression="full" type="image/jpeg">Penurunan pertumbuhan ekonomi 2023 (Foto: Freepik)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2022/09/22/320/2672938/hati-hati-gubernur-bi-prediksi-penurunan-pertumbuhan-ekonomi-lebih-besar-di-2023-QltPGTyoA3.jpeg</image><title>Penurunan pertumbuhan ekonomi 2023 (Foto: Freepik)</title></images><description>JAKARTA &amp;ndash; Ekonomi global diprediksi lebih menantang tahun depan. Bahkan Bank Indonesia (BI) memperkirakan penurunan pertumbuhan ekonomi akan lebih besar tahun 2023.
BI memprediksi perekonomian global berisiko tumbuh lebih rendah disertai dengan tingginya tekanan inflasi dan ketidakpastian pasar keuangan global.
BACA JUGA:Ekonomi Global Tak Pasti, Jokowi: Butuh Pemikiran Abu Nawas yang Kancil-Kancil Gitu

&quot;Penurunan pertumbuhan ekonomi diprakirakan akan lebih besar pada tahun 2023 terutama di Amerika Serikat (AS), Eropa, dan China, bahkan disertai dengan risiko resesi di sejumlah negara maju. Volume perdagangan dunia juga tetap rendah,&quot; ungkap Gubernur BI Perry Warjiyo di Jakarta, Kamis(22/9/2022).
BACA JUGA:Sri Mulyani Waspadai Dampak Rambatan Awan Gelap Ekonomi Global ke RI

Di tengah perlambatan ekonomi, disrupsi pasokan meningkat sehingga mendorong harga energi bertahan tinggi. Tekanan inflasi global semakin tinggi seiring dengan ketegangan geopolitik, kebijakan proteksionisme yang masih berlangsung, serta terjadinya fenomena heatwave di beberapa negara.
&quot;Inflasi di negara maju maupun emerging market meningkat tinggi, bahkan inflasi inti berada dalam tren meningkat sehingga mendorong bank sentral di banyak negara melanjutkan kebijakan moneter agresif,&quot; ungkap Perry.
&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;340&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMi8wOC8wMy80LzE1MTQzMS8wLw==&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;Perkembangan terkini menunjukkan kenaikan Fed Fund Rate yang lebih tinggi dan diprakirakan masih akan meningkat.
&quot;Perkembangan tersebut mendorong semakin kuatnya mata uang dolar AS  dan semakin tingginya ketidakpastian di pasar keuangan global, sehingga  mengganggu aliran investasi portofolio dan tekanan nilai tukar di  negara-negara emerging market, termasuk Indonesia,&quot; tandasnya.</description><content:encoded>JAKARTA &amp;ndash; Ekonomi global diprediksi lebih menantang tahun depan. Bahkan Bank Indonesia (BI) memperkirakan penurunan pertumbuhan ekonomi akan lebih besar tahun 2023.
BI memprediksi perekonomian global berisiko tumbuh lebih rendah disertai dengan tingginya tekanan inflasi dan ketidakpastian pasar keuangan global.
BACA JUGA:Ekonomi Global Tak Pasti, Jokowi: Butuh Pemikiran Abu Nawas yang Kancil-Kancil Gitu

&quot;Penurunan pertumbuhan ekonomi diprakirakan akan lebih besar pada tahun 2023 terutama di Amerika Serikat (AS), Eropa, dan China, bahkan disertai dengan risiko resesi di sejumlah negara maju. Volume perdagangan dunia juga tetap rendah,&quot; ungkap Gubernur BI Perry Warjiyo di Jakarta, Kamis(22/9/2022).
BACA JUGA:Sri Mulyani Waspadai Dampak Rambatan Awan Gelap Ekonomi Global ke RI

Di tengah perlambatan ekonomi, disrupsi pasokan meningkat sehingga mendorong harga energi bertahan tinggi. Tekanan inflasi global semakin tinggi seiring dengan ketegangan geopolitik, kebijakan proteksionisme yang masih berlangsung, serta terjadinya fenomena heatwave di beberapa negara.
&quot;Inflasi di negara maju maupun emerging market meningkat tinggi, bahkan inflasi inti berada dalam tren meningkat sehingga mendorong bank sentral di banyak negara melanjutkan kebijakan moneter agresif,&quot; ungkap Perry.
&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;340&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMi8wOC8wMy80LzE1MTQzMS8wLw==&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;Perkembangan terkini menunjukkan kenaikan Fed Fund Rate yang lebih tinggi dan diprakirakan masih akan meningkat.
&quot;Perkembangan tersebut mendorong semakin kuatnya mata uang dolar AS  dan semakin tingginya ketidakpastian di pasar keuangan global, sehingga  mengganggu aliran investasi portofolio dan tekanan nilai tukar di  negara-negara emerging market, termasuk Indonesia,&quot; tandasnya.</content:encoded></item></channel></rss>
