<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Wapres: Sektor Keuangan Syariah Harus Efisien dan Lincah</title><description>Wakil Presiden Maruf Amin ingin sektor keuangan syariah Indonesia efisien dan lincah dalam mengikuti perubahan zaman.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2022/09/22/320/2673040/wapres-sektor-keuangan-syariah-harus-efisien-dan-lincah</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2022/09/22/320/2673040/wapres-sektor-keuangan-syariah-harus-efisien-dan-lincah"/><item><title>Wapres: Sektor Keuangan Syariah Harus Efisien dan Lincah</title><link>https://economy.okezone.com/read/2022/09/22/320/2673040/wapres-sektor-keuangan-syariah-harus-efisien-dan-lincah</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2022/09/22/320/2673040/wapres-sektor-keuangan-syariah-harus-efisien-dan-lincah</guid><pubDate>Kamis 22 September 2022 17:57 WIB</pubDate><dc:creator>Dinar Fitra Maghiszha</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2022/09/22/320/2673040/wapres-sektor-keuangan-syariah-harus-efisien-dan-lincah-bkiHJnS7ri.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Wapres ingin keuangan syariah efisien dan lincah (Foto: Setwapres)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2022/09/22/320/2673040/wapres-sektor-keuangan-syariah-harus-efisien-dan-lincah-bkiHJnS7ri.jpg</image><title>Wapres ingin keuangan syariah efisien dan lincah (Foto: Setwapres)</title></images><description>JAKARTA - Wakil Presiden Maruf Amin ingin sektor keuangan syariah Indonesia efisien dan lincah dalam mengikuti perubahan zaman. Menurutnya, sektor keuangan syariah yang efisien dan lindah diperlukan dalam mengembangkan ekonomi syariah.
Penguatan ekosistem syariah, termasuk digitalisasi dinilai menjadi strategi pengembangan ekonomi, sejalan dengan peran perbankan syariah dalam memanfaatkan potensi dalam menghadapi dinamika global.
BACA JUGA:Bank Syariah Indonesia Berencana Rights Issue, Erick Thohir: Sabar! 

&quot;Pengembangan ekonomi syariah yang kita upayakan memerlukan sektor keuangan syariah sebagai penggerak ekosistem yang dituntut efisien dan lincah, khususnya menghadapi pesatnya tuntutan transformasi digital,&quot; kata Maruf Amin dalam sambutannya di acara Islamic Finance Summit 2022, secara virtual, Kamis (22/9/2022).
BACA JUGA:MNC Asset Terus Berikan Literasi dan Inklusi Pasar Modal Syariah

Maruf mencermati industri perbankan syariah dapat mengambil peran yang lebih besar dalam pembangunan nasional, dengan tidak mengabaikan prinsip pedoman yang telah diatur dalam kesyariatan. Bagi Maruf, penataan aktivitas ekonomi dan keuangan sesuai syariat harus menjadi pegangan utama, kendati digitalisasi menjadi jembatan perubahan.
&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;340&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMi8wOC8wNS80LzE1MTUyMS8wLw==&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;Adapun para pelaku perbankan syariah juga diharapkan dapat terus  menghadirkan solusi dan praktik yang sesuai dengan ajaran. &quot;Yang tidak  hanya diajarkan dalam agama Islam tapi juga bersifat universal,&quot;  lanjutnya.
Menurutnya, hal tersebut dapat menjadi strategi untuk merespons  fenomena krisis dalam sejumlah aktivitas ekonomi yang mengabaikan etika,  agama, ataupun nilai-nilai moral.
&quot;Prinsip syariah dalam berekonomi juga memperhatikan kepentingan  masyarakat dan lingkungan, menghindari ketidakseimbangan dalam  distribusi kesejahteraan maupun hal-hal yang memicu kerusakan  lingkungan,&quot; tandasnya.</description><content:encoded>JAKARTA - Wakil Presiden Maruf Amin ingin sektor keuangan syariah Indonesia efisien dan lincah dalam mengikuti perubahan zaman. Menurutnya, sektor keuangan syariah yang efisien dan lindah diperlukan dalam mengembangkan ekonomi syariah.
Penguatan ekosistem syariah, termasuk digitalisasi dinilai menjadi strategi pengembangan ekonomi, sejalan dengan peran perbankan syariah dalam memanfaatkan potensi dalam menghadapi dinamika global.
BACA JUGA:Bank Syariah Indonesia Berencana Rights Issue, Erick Thohir: Sabar! 

&quot;Pengembangan ekonomi syariah yang kita upayakan memerlukan sektor keuangan syariah sebagai penggerak ekosistem yang dituntut efisien dan lincah, khususnya menghadapi pesatnya tuntutan transformasi digital,&quot; kata Maruf Amin dalam sambutannya di acara Islamic Finance Summit 2022, secara virtual, Kamis (22/9/2022).
BACA JUGA:MNC Asset Terus Berikan Literasi dan Inklusi Pasar Modal Syariah

Maruf mencermati industri perbankan syariah dapat mengambil peran yang lebih besar dalam pembangunan nasional, dengan tidak mengabaikan prinsip pedoman yang telah diatur dalam kesyariatan. Bagi Maruf, penataan aktivitas ekonomi dan keuangan sesuai syariat harus menjadi pegangan utama, kendati digitalisasi menjadi jembatan perubahan.
&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;340&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMi8wOC8wNS80LzE1MTUyMS8wLw==&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;Adapun para pelaku perbankan syariah juga diharapkan dapat terus  menghadirkan solusi dan praktik yang sesuai dengan ajaran. &quot;Yang tidak  hanya diajarkan dalam agama Islam tapi juga bersifat universal,&quot;  lanjutnya.
Menurutnya, hal tersebut dapat menjadi strategi untuk merespons  fenomena krisis dalam sejumlah aktivitas ekonomi yang mengabaikan etika,  agama, ataupun nilai-nilai moral.
&quot;Prinsip syariah dalam berekonomi juga memperhatikan kepentingan  masyarakat dan lingkungan, menghindari ketidakseimbangan dalam  distribusi kesejahteraan maupun hal-hal yang memicu kerusakan  lingkungan,&quot; tandasnya.</content:encoded></item></channel></rss>
