<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Pusat Perbelanjaan Glodok City Sepi, Banyak Toko Tutup</title><description>Pusat perbelanjaan elektronik Glodok City terlihat sepi. Banyak kios  yang tutup bahkan disegel. Utamanya yang berada di blok AL.04 AKS.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2022/09/23/320/2673060/pusat-perbelanjaan-glodok-city-sepi-banyak-toko-tutup</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2022/09/23/320/2673060/pusat-perbelanjaan-glodok-city-sepi-banyak-toko-tutup"/><item><title>Pusat Perbelanjaan Glodok City Sepi, Banyak Toko Tutup</title><link>https://economy.okezone.com/read/2022/09/23/320/2673060/pusat-perbelanjaan-glodok-city-sepi-banyak-toko-tutup</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2022/09/23/320/2673060/pusat-perbelanjaan-glodok-city-sepi-banyak-toko-tutup</guid><pubDate>Jum'at 23 September 2022 03:55 WIB</pubDate><dc:creator>Noviana Zahra Firdausi</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2022/09/22/320/2673060/pusat-perbelanjaan-glodok-city-sepi-banyak-toko-tutup-106gEiGZAz.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Glodok City sepi seperti kuburan (Foto: MPI)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2022/09/22/320/2673060/pusat-perbelanjaan-glodok-city-sepi-banyak-toko-tutup-106gEiGZAz.jpg</image><title>Glodok City sepi seperti kuburan (Foto: MPI)</title></images><description>JAKARTA - Pusat perbelanjaan elektronik Glodok City terlihat sepi. Banyak kios yang tutup bahkan disegel. Utamanya yang berada di blok AL.04 AKS. Tak sampai 10 pedagang ada di sana.
Penyebab dari beberapa kios yang tutup itu karena tengah disewakan oleh pemilik dan bahkan ditutup sementara lantaran belum memenuhi kewajibannya dalam membayar ketentuan yang tertuang dalam perjanjian kerjasama antara Pasar Jaya dengan pengembang.
BACA JUGA:Mal Blok M Terlupakan, Kini Cuma 1 Kios yang Buka

Akibatnya, pihak pengelola yakni Perumda Pasar Jaya UPB Pasar Glodok terpaksa menutupnya dengan menempelkan surat penyegelan.
&quot;Ditutup sementara sampai ada penyelesaian administrasi,&quot; bunyi surat penyegelan tersebut.
Namun, beberapa penjual masih tetap menjajakan dagangannya berupa peralatan elektronik maupun alat kesehatan walaupun pengunjung yang datang tidak begitu ramai.
&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;340&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMS8wOS8xOC8xLzEzOTMyNS8wLw==&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;Salah seorang pedagang elektronik sound, Ari mengaku omzet  penjualannya menurun lantaran sepinya pembeli. Kondisi ini mulai  berlangsung saat awal pandemi COVID-19 2020 lalu.
&quot;Dari pas lockdown (Pandemi COVID-19) itu saja. Sebelum lockdown itu  ramai, kios penuh sampai atas-atas,&quot; ujar Ari saat ditemui MNC Portal.
Ari mengatakan, sejak saat itulah banyak para pedagang meninggalkan  kiosnya. Beberapa di antaranya beralih ke penjualan online, ada pula  yang pindah ke LTC Glodok dan Harco.
&quot;Iya pokoknya teman-teman yang lain pada mencar semua,&quot; ungkapnya.
Baca selengkapnya: Glodok City Bak 'Kuburan', Banyak Kios Tutup hingga Disegel! Pengakuan Pedagang Mengejutkan</description><content:encoded>JAKARTA - Pusat perbelanjaan elektronik Glodok City terlihat sepi. Banyak kios yang tutup bahkan disegel. Utamanya yang berada di blok AL.04 AKS. Tak sampai 10 pedagang ada di sana.
Penyebab dari beberapa kios yang tutup itu karena tengah disewakan oleh pemilik dan bahkan ditutup sementara lantaran belum memenuhi kewajibannya dalam membayar ketentuan yang tertuang dalam perjanjian kerjasama antara Pasar Jaya dengan pengembang.
BACA JUGA:Mal Blok M Terlupakan, Kini Cuma 1 Kios yang Buka

Akibatnya, pihak pengelola yakni Perumda Pasar Jaya UPB Pasar Glodok terpaksa menutupnya dengan menempelkan surat penyegelan.
&quot;Ditutup sementara sampai ada penyelesaian administrasi,&quot; bunyi surat penyegelan tersebut.
Namun, beberapa penjual masih tetap menjajakan dagangannya berupa peralatan elektronik maupun alat kesehatan walaupun pengunjung yang datang tidak begitu ramai.
&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;340&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMS8wOS8xOC8xLzEzOTMyNS8wLw==&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;Salah seorang pedagang elektronik sound, Ari mengaku omzet  penjualannya menurun lantaran sepinya pembeli. Kondisi ini mulai  berlangsung saat awal pandemi COVID-19 2020 lalu.
&quot;Dari pas lockdown (Pandemi COVID-19) itu saja. Sebelum lockdown itu  ramai, kios penuh sampai atas-atas,&quot; ujar Ari saat ditemui MNC Portal.
Ari mengatakan, sejak saat itulah banyak para pedagang meninggalkan  kiosnya. Beberapa di antaranya beralih ke penjualan online, ada pula  yang pindah ke LTC Glodok dan Harco.
&quot;Iya pokoknya teman-teman yang lain pada mencar semua,&quot; ungkapnya.
Baca selengkapnya: Glodok City Bak 'Kuburan', Banyak Kios Tutup hingga Disegel! Pengakuan Pedagang Mengejutkan</content:encoded></item></channel></rss>
