<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Negosiasi Nuklir Buntu, Harga Minyak Dunia Naik</title><description>Negosiasi nuklir Iran membuat harga minyak dunia mengalami kenaikan pada akhir pekan, Jumat (23/9/2022).</description><link>https://economy.okezone.com/read/2022/09/23/320/2673404/negosiasi-nuklir-buntu-harga-minyak-dunia-naik</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2022/09/23/320/2673404/negosiasi-nuklir-buntu-harga-minyak-dunia-naik"/><item><title>Negosiasi Nuklir Buntu, Harga Minyak Dunia Naik</title><link>https://economy.okezone.com/read/2022/09/23/320/2673404/negosiasi-nuklir-buntu-harga-minyak-dunia-naik</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2022/09/23/320/2673404/negosiasi-nuklir-buntu-harga-minyak-dunia-naik</guid><pubDate>Jum'at 23 September 2022 11:09 WIB</pubDate><dc:creator>Dinar Fitra Maghiszha</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2022/09/23/320/2673404/negosiasi-nuklir-buntu-harga-minyak-dunia-naik-W5xlEYvxTZ.jpg" expression="full" type="image/jpeg">harga minyak dunia naik (Foto: Reuters)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2022/09/23/320/2673404/negosiasi-nuklir-buntu-harga-minyak-dunia-naik-W5xlEYvxTZ.jpg</image><title>harga minyak dunia naik (Foto: Reuters)</title></images><description>JAKARTA &amp;ndash; Negosiasi nuklir Iran membuat harga minyak dunia mengalami kenaikan pada akhir pekan, Jumat (23/9/2022). Harga minyak mentah naik di tengah prospek bahasan ihwal perjanjian nuklir Iran yang tidak menemui hasil, serta terdorong sentimen agresi militer baru Moskow ke Ukraina yang keduanya dikhawatirkan dapat membebani pasokan global.
BACA JUGA:Harga Minyak Balik Menguat, Brent Jadi USD90,4/Barel 

Data perdagangan hingga pukul 09:23 WIB menunjukkan minyak Brent di Intercontinental Exchange (ICE) untuk kontrak November tumbuh 0,03% menjadi USD90,49 per barel. Sedangkan minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) di New York Mercantile Exchange (NYMEX) untuk pengiriman November koreksi 0,01% sebesar USD83,48 per barel, meski dalam lima hari perdagangan terakhir naik 13,48%.
BACA JUGA:Kenaikan Suku Bunga The Fed Bikin Harga Minyak Dunia Bergejolak

Peningkatan pagi ini mendapat dukungan setelah seorang pejabat senior Departemen Luar Negeri AS mengatakan upaya untuk menghidupkan kembali kesepakatan nuklir Iran 2015 telah terhenti karena desakan Teheran pada penutupan penyelidikan pengawas nuklir PBB.
&quot;(Bahasan) kita telah buntu karena sikap Iran,&quot; kata pejabat AS kepada wartawan di sela-sela Majelis Umum PBB, seraya menambahkan bahwa tidak ada yang dapat dibahas pada minggu ini terkait potensi Iran untuk mengubah pendiriannya.
&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;340&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMi8wOS8xMy80LzE1MzE5OC8wLw==&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;Diketahui, negosiasi nuklir Iran dengan barat sempat menjadi katalis  yang membebani harga minyak, lantaran ekspektasi masuknya kembali  persediaan Iran ke pasar dapat membuat stok global meningkat yang pada  akhirnya membuat harga menurun. Namun, dengan komentar pejabat AS  tersebut membuat prospek kebangkitan minyak mentah Iran terhenti.
Penguatan harga juga terdongkrak oleh keputusan Moskow untuk  melanjutkan wajib militer terbesarnya sejak Perang Dunia Kedua, sehingga  meningkatkan kekhawatiran bahwa eskalasi perang di Ukraina akan terus  memperketat pasokan minyak, dilansir Reuters.
Dari daratan Asia, permintaan minyak mentah di China mengalami  rebound, setelah sempat turun akibat kebijakan nol-Covid. Kabar ini  memberikan dukungan terhadap harga minyak.
Namun demikian, kenaikan suku bunga Federal Reserve sebesar 75 basis  poin pada Rabu kemarin (21/9), disertai lonjakan bunga di berbagai  negara seperti Swiss, Norwegia, hingga Indonesia, diperkirakan dapat  membatasi kenaikan harga minyak, mengingat suku bunga yang tinggi dapat  memicu perlambatan ekonomi, sekaligus menghantam permintaan minyak.</description><content:encoded>JAKARTA &amp;ndash; Negosiasi nuklir Iran membuat harga minyak dunia mengalami kenaikan pada akhir pekan, Jumat (23/9/2022). Harga minyak mentah naik di tengah prospek bahasan ihwal perjanjian nuklir Iran yang tidak menemui hasil, serta terdorong sentimen agresi militer baru Moskow ke Ukraina yang keduanya dikhawatirkan dapat membebani pasokan global.
BACA JUGA:Harga Minyak Balik Menguat, Brent Jadi USD90,4/Barel 

Data perdagangan hingga pukul 09:23 WIB menunjukkan minyak Brent di Intercontinental Exchange (ICE) untuk kontrak November tumbuh 0,03% menjadi USD90,49 per barel. Sedangkan minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) di New York Mercantile Exchange (NYMEX) untuk pengiriman November koreksi 0,01% sebesar USD83,48 per barel, meski dalam lima hari perdagangan terakhir naik 13,48%.
BACA JUGA:Kenaikan Suku Bunga The Fed Bikin Harga Minyak Dunia Bergejolak

Peningkatan pagi ini mendapat dukungan setelah seorang pejabat senior Departemen Luar Negeri AS mengatakan upaya untuk menghidupkan kembali kesepakatan nuklir Iran 2015 telah terhenti karena desakan Teheran pada penutupan penyelidikan pengawas nuklir PBB.
&quot;(Bahasan) kita telah buntu karena sikap Iran,&quot; kata pejabat AS kepada wartawan di sela-sela Majelis Umum PBB, seraya menambahkan bahwa tidak ada yang dapat dibahas pada minggu ini terkait potensi Iran untuk mengubah pendiriannya.
&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;340&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMi8wOS8xMy80LzE1MzE5OC8wLw==&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;Diketahui, negosiasi nuklir Iran dengan barat sempat menjadi katalis  yang membebani harga minyak, lantaran ekspektasi masuknya kembali  persediaan Iran ke pasar dapat membuat stok global meningkat yang pada  akhirnya membuat harga menurun. Namun, dengan komentar pejabat AS  tersebut membuat prospek kebangkitan minyak mentah Iran terhenti.
Penguatan harga juga terdongkrak oleh keputusan Moskow untuk  melanjutkan wajib militer terbesarnya sejak Perang Dunia Kedua, sehingga  meningkatkan kekhawatiran bahwa eskalasi perang di Ukraina akan terus  memperketat pasokan minyak, dilansir Reuters.
Dari daratan Asia, permintaan minyak mentah di China mengalami  rebound, setelah sempat turun akibat kebijakan nol-Covid. Kabar ini  memberikan dukungan terhadap harga minyak.
Namun demikian, kenaikan suku bunga Federal Reserve sebesar 75 basis  poin pada Rabu kemarin (21/9), disertai lonjakan bunga di berbagai  negara seperti Swiss, Norwegia, hingga Indonesia, diperkirakan dapat  membatasi kenaikan harga minyak, mengingat suku bunga yang tinggi dapat  memicu perlambatan ekonomi, sekaligus menghantam permintaan minyak.</content:encoded></item></channel></rss>
