<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Mulan Jameela: Konversi Kompor Listrik Menyelesaikan Masalah dengan Masalah</title><description>Program konversi kompor elpiji ke kompor listrik dikritik Anggota Komisi VII DPR RI Mulan Jameela.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2022/09/23/320/2673456/mulan-jameela-konversi-kompor-listrik-menyelesaikan-masalah-dengan-masalah</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2022/09/23/320/2673456/mulan-jameela-konversi-kompor-listrik-menyelesaikan-masalah-dengan-masalah"/><item><title>Mulan Jameela: Konversi Kompor Listrik Menyelesaikan Masalah dengan Masalah</title><link>https://economy.okezone.com/read/2022/09/23/320/2673456/mulan-jameela-konversi-kompor-listrik-menyelesaikan-masalah-dengan-masalah</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2022/09/23/320/2673456/mulan-jameela-konversi-kompor-listrik-menyelesaikan-masalah-dengan-masalah</guid><pubDate>Jum'at 23 September 2022 12:20 WIB</pubDate><dc:creator>Rizky Fauzan</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2022/09/23/320/2673456/mulan-jameela-konversi-kompor-listrik-menyelesaikan-masalah-dengan-masalah-WOSuG38XBf.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Mulan Jameela kritik program konversi elpiji ke kompor listrik (Foto: Instagram)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2022/09/23/320/2673456/mulan-jameela-konversi-kompor-listrik-menyelesaikan-masalah-dengan-masalah-WOSuG38XBf.jpg</image><title>Mulan Jameela kritik program konversi elpiji ke kompor listrik (Foto: Instagram)</title></images><description>JAKARTA &amp;ndash; Program konversi kompor elpiji ke kompor listrik dikritik Anggota Komisi VII DPR RI Mulan Jameela. Dia mengatakan bahwa program yang dicanangkan pemerintah yakni konversi kompor gas ke kompor listrik harus dikaji ulang.
Menurut dia, program tersebut bukan menyelesaikan masalah, malah justru akan menimbulkan masalah baru.
BACA JUGA:Dapat Kompor Listrik Gratis, Daya 450 VA Dinaikkan Jadi 3.500 VA

&amp;ldquo;Ini seperti menyelesaikan masalah dengan masalah baru,&amp;rdquo; kata Mulan kepada wartawan, Kamis (22/9/2022).
Mulan menuturkan, program ini terlalu terburu-buru dirilis ke masyarakat. Politisi Partai Gerindra itu mengaku, sebagai seorang ibu yang mengurus urusan dapur, dia tahu betul kebutuhan kompor untuk rumah tangga. Konversi LPG 3 kg ke listrik jadi persoalan serius para ibu.
BACA JUGA:1.000 Kompor Listrik Mulai Diuji Coba Tanpa Bikin Tagihan Membengkak, Bagaimana Caranya?

&quot;Berhubung saya ibu-ibu yang mengurus kompor di dapur, jadi mengerti betul kompor apa yang dibutuhkan,&amp;rdquo; ujarnya.
&quot;Ini saya jujur ya, kapasitas saya sebagai anggota dewan dan sebagai emak-emak. Kami di rumah saja punya kompor listrik tetap tak bisa lepas dari yang gas, karena masakan Indonesia ya beda bukan masakan orang bule yang pancinya ya seukuran gitu saja,&quot; tambahnya.
&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;340&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMi8wOS8yMy80LzE1MzYxMy8wLw==&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;&amp;nbsp;Mulan mengingatkan bahwa Komisi VII DPR sebenarnya sudah  membahas ihwal program kompor listrik ini dengan Kementerian ESDM, dalam  rapat ketika itu menyepakati bahwa program tersebut perlu dikaji ulang.  Kini, program distribusi kompor listrik mulai digulirkan dan harganya  mencapai Rp 1,5 juta per unit.
&quot;Menurut saya konversi dari kompor gas ke kompor induksi ini seperti  menyelesaikan masalah dengan masalah baru. Konversi gas 3 kg ke induksi  jadi persoalan ibu-ibu. Kami tahu Kemenperin hanya menjalankan mandat  yang ditugaskan. Ini urusan PLN. Saya melihat ini terlalu terburu-buru,&amp;rdquo;  kata legislator Dapil Jabar XI itu.
Sebagaimana diketahui, Direktur Utama Perusahaan Listrik Negara (PLN)  Darmawan Prasodjo mengatakan, masyarakat tak perlu khawatir untuk  melakukan peralihan atau konversi LPG 3 kilogram ke kompor induksi atau  kompor listrik. Ia menegaskan, tidak ada penambahan daya listrik rumah  tangga untuk program konversi ini. Sebab, meteran listrik untuk konsumsi  rumah tangga dan untuk kompor induksi berbeda.
&quot;Daya yang terpasang di masyarakat sama sekali tidak kami ubah,  struktur tarifnya tetap sama, baik itu 450 VA, 900 VA, sudah kami uji  semuanya. Di mana kekhawatiran masyarakat yang tadinya khawatir ada  pergeseran daya dan tarif sama sekali sudah kami selesaikan,&quot; kata  Darmawan saat Rapat Dengar Pendapat dengan Komisi VII DPR.
Darmawan menjelaskan, untuk sambungan listrik kompor induksi,  menggunakan miniature circuit breaker (MCB) jalur khusus, yang tidak  tersambung dengan meteran listrik untuk konsumsi rumah tangga yang  menggunakan struktur daya yang sudah terpasang ataupun golongan tarif  yang lama.</description><content:encoded>JAKARTA &amp;ndash; Program konversi kompor elpiji ke kompor listrik dikritik Anggota Komisi VII DPR RI Mulan Jameela. Dia mengatakan bahwa program yang dicanangkan pemerintah yakni konversi kompor gas ke kompor listrik harus dikaji ulang.
Menurut dia, program tersebut bukan menyelesaikan masalah, malah justru akan menimbulkan masalah baru.
BACA JUGA:Dapat Kompor Listrik Gratis, Daya 450 VA Dinaikkan Jadi 3.500 VA

&amp;ldquo;Ini seperti menyelesaikan masalah dengan masalah baru,&amp;rdquo; kata Mulan kepada wartawan, Kamis (22/9/2022).
Mulan menuturkan, program ini terlalu terburu-buru dirilis ke masyarakat. Politisi Partai Gerindra itu mengaku, sebagai seorang ibu yang mengurus urusan dapur, dia tahu betul kebutuhan kompor untuk rumah tangga. Konversi LPG 3 kg ke listrik jadi persoalan serius para ibu.
BACA JUGA:1.000 Kompor Listrik Mulai Diuji Coba Tanpa Bikin Tagihan Membengkak, Bagaimana Caranya?

&quot;Berhubung saya ibu-ibu yang mengurus kompor di dapur, jadi mengerti betul kompor apa yang dibutuhkan,&amp;rdquo; ujarnya.
&quot;Ini saya jujur ya, kapasitas saya sebagai anggota dewan dan sebagai emak-emak. Kami di rumah saja punya kompor listrik tetap tak bisa lepas dari yang gas, karena masakan Indonesia ya beda bukan masakan orang bule yang pancinya ya seukuran gitu saja,&quot; tambahnya.
&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;340&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMi8wOS8yMy80LzE1MzYxMy8wLw==&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;&amp;nbsp;Mulan mengingatkan bahwa Komisi VII DPR sebenarnya sudah  membahas ihwal program kompor listrik ini dengan Kementerian ESDM, dalam  rapat ketika itu menyepakati bahwa program tersebut perlu dikaji ulang.  Kini, program distribusi kompor listrik mulai digulirkan dan harganya  mencapai Rp 1,5 juta per unit.
&quot;Menurut saya konversi dari kompor gas ke kompor induksi ini seperti  menyelesaikan masalah dengan masalah baru. Konversi gas 3 kg ke induksi  jadi persoalan ibu-ibu. Kami tahu Kemenperin hanya menjalankan mandat  yang ditugaskan. Ini urusan PLN. Saya melihat ini terlalu terburu-buru,&amp;rdquo;  kata legislator Dapil Jabar XI itu.
Sebagaimana diketahui, Direktur Utama Perusahaan Listrik Negara (PLN)  Darmawan Prasodjo mengatakan, masyarakat tak perlu khawatir untuk  melakukan peralihan atau konversi LPG 3 kilogram ke kompor induksi atau  kompor listrik. Ia menegaskan, tidak ada penambahan daya listrik rumah  tangga untuk program konversi ini. Sebab, meteran listrik untuk konsumsi  rumah tangga dan untuk kompor induksi berbeda.
&quot;Daya yang terpasang di masyarakat sama sekali tidak kami ubah,  struktur tarifnya tetap sama, baik itu 450 VA, 900 VA, sudah kami uji  semuanya. Di mana kekhawatiran masyarakat yang tadinya khawatir ada  pergeseran daya dan tarif sama sekali sudah kami selesaikan,&quot; kata  Darmawan saat Rapat Dengar Pendapat dengan Komisi VII DPR.
Darmawan menjelaskan, untuk sambungan listrik kompor induksi,  menggunakan miniature circuit breaker (MCB) jalur khusus, yang tidak  tersambung dengan meteran listrik untuk konsumsi rumah tangga yang  menggunakan struktur daya yang sudah terpasang ataupun golongan tarif  yang lama.</content:encoded></item></channel></rss>
