<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Suku Bunga Acuan BI Naik, Saham Apa yang Paling Cuan?</title><description>Bank Indonesia (BI) menaikkan suku bunga acuan atau BI-7 Day Reverse Repo Rate (BI7DRR) sebesar 50 basis poin.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2022/09/24/278/2674239/suku-bunga-acuan-bi-naik-saham-apa-yang-paling-cuan</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2022/09/24/278/2674239/suku-bunga-acuan-bi-naik-saham-apa-yang-paling-cuan"/><item><title>Suku Bunga Acuan BI Naik, Saham Apa yang Paling Cuan?</title><link>https://economy.okezone.com/read/2022/09/24/278/2674239/suku-bunga-acuan-bi-naik-saham-apa-yang-paling-cuan</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2022/09/24/278/2674239/suku-bunga-acuan-bi-naik-saham-apa-yang-paling-cuan</guid><pubDate>Sabtu 24 September 2022 17:28 WIB</pubDate><dc:creator>Rizky Fauzan</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2022/09/24/278/2674239/suku-bunga-acuan-bi-naik-saham-apa-yang-paling-cuan-w9uZNf9y6P.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Saham yang cuan saat suku bunga BI naik (Foto: Okezone)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2022/09/24/278/2674239/suku-bunga-acuan-bi-naik-saham-apa-yang-paling-cuan-w9uZNf9y6P.jpg</image><title>Saham yang cuan saat suku bunga BI naik (Foto: Okezone)</title></images><description>JAKARTA - Bank Indonesia (BI) menaikkan suku bunga acuan atau BI-7 Day Reverse Repo Rate (BI7DRR) sebesar 50 basis poin (bps) menjadi 4,25%.
Analis Kiwoom Sekuritas Abdul Azis mengatakan, kenaikan suku bunga masih dapat direspons positif ke depannya oleh pelaku pasar mengingat kenaikan The Fed masih akan agresif dalam menaikan suku bunganya. Menurut dia, selain itu kondisi fundamental Indonesia yang masih kuat masih menjadi daya tarik investor asing.
BACA JUGA:Siap-Siap, Biaya Hidup Membengkak Usai Harga BBM-Suku Bunga BI Naik 

&quot;Kenaikan suku bunga saat ini karena meredam inflasi akibat kenaikan harga komoditas. Hal ini akan berdampak pada sektor consumer karena saya beli yang melemah serta adanya kenaikan harga beban raw and material pada emiten consumer,&quot; kata Azis kepada media, Sabtu (24/9/2022).
Azis juga menyebutkan, dalam kondisi seperti ini sektor mining diuntungkan dari kenaikan suku bunga. Mengingat kenaikan suku bunga dapat menjadi ketertarikan bagi investor asing untuk masuk di market. Di sisi lain, harga komoditas yang masih tinggi seperti batu bara masih bisa menjadi sentimen positif bagi sektor tersebut.
BACA JUGA:BI Naikkan Suku Bunga Acuan, Pengusaha Minta Insentif

Dalam kondisi seperti ini, Aziz merekomendasikan investor dapat mencermati saham-saham sektor komoditas seperti ADRO, ADMR, maupun PTBA dengan rekomendasi hold atau trading buy dengan potensi upside 10%-15%.
Sementara itu, Associate Director of Research and Investment Pilarmas Investindo Maximilianus Nico Demus mengatakan bahwa kenaikkan tingkat suku bunga akan membuat turunnya investasi, daya beli, konsumsi serta mengurangi pendapatan perusahaan.
&quot;Tentu dampak kenaikkan tingkat suku bunga bukanlah merupakan sesuatu yang baik. Namun kenaikkan tingkat suku bunga merupakan sesuatu yang wajar, yang harus dilakukan di tengah situasi dan kondisi saat ini. Pelaku pasar dan investor diminta beradaptasi dan melakukan penyesuaian,&quot; kata dia.
&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;340&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMC8xMC8xOS82Ny8xMjM1MTUvMC8=&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;Nico menuturkan, dengan adanya kenaikan tingkat suku bunga. Pilarmas  Investindo masih menyarankan sektor perbankan bank buku 4, konsumen  primer, infrastruktur, batu bara dan energi. Pasalnya, beberapa sektor  tersebut masih menjadi salah satu sektor andalan di tengah kenaikkan  tingkat suku bunga.
Beberapa sektor yang dirugikan tentu saja yang berhubungan dengan  leasing. Lantaran kenaikan tingkat suku bunga akan menurunkan penyaluran  kredit, baik otomotif maupun properti.
Untuk para investor, Nico merekomendasikan untuk menyesuaikan situasi  dan kondisi terhadap fundamental ekonomi dan juga kinerja para emiten.  Nico berpendapat emiten di Indonesia mampu menghadapi ketidakpastian  yang terjadi di pasar.
Bahkan, setiap koreksi yang terjadi justru menjadi sebuah kesempatan untuk melakukan pembelian.
&quot;Kedua, perhatikan durasi investasi, apabila kita tidak bisa menerima  volatilitas yang terjadi di pasar, memanjangkan durasi menjadi sebuah  pilihan dan berinvestasi di perusahaan perusahaan yang memiliki  fundamental yang baik. Ketiga, berinvestasi terhadap saham saham yang  memiliki fundamental baik dan memiliki potensi valuasi di masa yang akan  datang,&quot; pungkasnya.</description><content:encoded>JAKARTA - Bank Indonesia (BI) menaikkan suku bunga acuan atau BI-7 Day Reverse Repo Rate (BI7DRR) sebesar 50 basis poin (bps) menjadi 4,25%.
Analis Kiwoom Sekuritas Abdul Azis mengatakan, kenaikan suku bunga masih dapat direspons positif ke depannya oleh pelaku pasar mengingat kenaikan The Fed masih akan agresif dalam menaikan suku bunganya. Menurut dia, selain itu kondisi fundamental Indonesia yang masih kuat masih menjadi daya tarik investor asing.
BACA JUGA:Siap-Siap, Biaya Hidup Membengkak Usai Harga BBM-Suku Bunga BI Naik 

&quot;Kenaikan suku bunga saat ini karena meredam inflasi akibat kenaikan harga komoditas. Hal ini akan berdampak pada sektor consumer karena saya beli yang melemah serta adanya kenaikan harga beban raw and material pada emiten consumer,&quot; kata Azis kepada media, Sabtu (24/9/2022).
Azis juga menyebutkan, dalam kondisi seperti ini sektor mining diuntungkan dari kenaikan suku bunga. Mengingat kenaikan suku bunga dapat menjadi ketertarikan bagi investor asing untuk masuk di market. Di sisi lain, harga komoditas yang masih tinggi seperti batu bara masih bisa menjadi sentimen positif bagi sektor tersebut.
BACA JUGA:BI Naikkan Suku Bunga Acuan, Pengusaha Minta Insentif

Dalam kondisi seperti ini, Aziz merekomendasikan investor dapat mencermati saham-saham sektor komoditas seperti ADRO, ADMR, maupun PTBA dengan rekomendasi hold atau trading buy dengan potensi upside 10%-15%.
Sementara itu, Associate Director of Research and Investment Pilarmas Investindo Maximilianus Nico Demus mengatakan bahwa kenaikkan tingkat suku bunga akan membuat turunnya investasi, daya beli, konsumsi serta mengurangi pendapatan perusahaan.
&quot;Tentu dampak kenaikkan tingkat suku bunga bukanlah merupakan sesuatu yang baik. Namun kenaikkan tingkat suku bunga merupakan sesuatu yang wajar, yang harus dilakukan di tengah situasi dan kondisi saat ini. Pelaku pasar dan investor diminta beradaptasi dan melakukan penyesuaian,&quot; kata dia.
&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;340&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMC8xMC8xOS82Ny8xMjM1MTUvMC8=&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;Nico menuturkan, dengan adanya kenaikan tingkat suku bunga. Pilarmas  Investindo masih menyarankan sektor perbankan bank buku 4, konsumen  primer, infrastruktur, batu bara dan energi. Pasalnya, beberapa sektor  tersebut masih menjadi salah satu sektor andalan di tengah kenaikkan  tingkat suku bunga.
Beberapa sektor yang dirugikan tentu saja yang berhubungan dengan  leasing. Lantaran kenaikan tingkat suku bunga akan menurunkan penyaluran  kredit, baik otomotif maupun properti.
Untuk para investor, Nico merekomendasikan untuk menyesuaikan situasi  dan kondisi terhadap fundamental ekonomi dan juga kinerja para emiten.  Nico berpendapat emiten di Indonesia mampu menghadapi ketidakpastian  yang terjadi di pasar.
Bahkan, setiap koreksi yang terjadi justru menjadi sebuah kesempatan untuk melakukan pembelian.
&quot;Kedua, perhatikan durasi investasi, apabila kita tidak bisa menerima  volatilitas yang terjadi di pasar, memanjangkan durasi menjadi sebuah  pilihan dan berinvestasi di perusahaan perusahaan yang memiliki  fundamental yang baik. Ketiga, berinvestasi terhadap saham saham yang  memiliki fundamental baik dan memiliki potensi valuasi di masa yang akan  datang,&quot; pungkasnya.</content:encoded></item></channel></rss>
