<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>RI-India Teken Kesepakatan Dagang Rp15,1 Triliun</title><description>Indonesia dan India sepakati perjanjian dagang senilai USD1 miliar setara RP15,1 triliun (kurs Rp15.100 per USD).</description><link>https://economy.okezone.com/read/2022/09/24/320/2674036/ri-india-teken-kesepakatan-dagang-rp15-1-triliun</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2022/09/24/320/2674036/ri-india-teken-kesepakatan-dagang-rp15-1-triliun"/><item><title>RI-India Teken Kesepakatan Dagang Rp15,1 Triliun</title><link>https://economy.okezone.com/read/2022/09/24/320/2674036/ri-india-teken-kesepakatan-dagang-rp15-1-triliun</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2022/09/24/320/2674036/ri-india-teken-kesepakatan-dagang-rp15-1-triliun</guid><pubDate>Sabtu 24 September 2022 09:14 WIB</pubDate><dc:creator>Shelma Rachmahyanti</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2022/09/24/320/2674036/ri-india-teken-kesepakatan-dagang-rp15-1-triliun-IxT9NUsHEm.jpg" expression="full" type="image/jpeg">RI-India teken perjanjian dagang (Foto: Okezone)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2022/09/24/320/2674036/ri-india-teken-kesepakatan-dagang-rp15-1-triliun-IxT9NUsHEm.jpg</image><title>RI-India teken perjanjian dagang (Foto: Okezone)</title></images><description>JAKARTA - Indonesia dan India sepakati perjanjian dagang senilai USD1 miliar setara RP15,1 triliun (kurs Rp15.100 per USD). Menteri Perdagangan (Mendag) Zulkifli Hasan ikut menyaksikan penandatanganan kesepakatan dagang (MoU) antara delegasi bisnis Indonesia dan India.
&amp;ldquo;Saya mengucapkan selamat kepada delegasi bisnis Indonesia maupun India atas dicapainya delapan kesepakatan dagang dengan total nilai potensi transaksi mencapai hampir USD1 miliar,&amp;rdquo; ujar Mendag dilansir dari Antara, Sabtu (24/9/2022).
BACA JUGA:Mendag Pastikan RI-Bangladesh Kebut Penyelesaian Perjanjian Dagang

Penandatanganan Kesepakatan Dagang yang digelar di sela rangkaian kegiatan G20 Trade, Investment, and Industry Ministerial Meeting (TIIMM) di Nusa Dua, Bali, itu merupakan bukti hubungan baik kedua negara yang memiliki sejarah panjang dan erat serta ekonominya saling mengisi.
Dalam waktu dekat, kedua negara tersebut juga menargetkan agar total nilai perdagangan RI-India bisa mencapai USD50 miliar.
BACA JUGA:Rapat Perdana di DPR, Mendag Bahas Perjanjian Dagang hingga Minyak Goreng 

MoU tersebut ditandatangani oleh PT Niramas Utama dengan Asia Confectionery LLP untuk produk jelly INACO, Perum Bulog dengan Allanasons Pvt Ltd (daging kerbau beku), APICAL Group (AAA Oils &amp;amp; Fats Pte Ltd) dengan ANA Oils and Fats (minyak kelapa sawit), PT Trishakti Sejahtera Indonesia dengan Suraj International Trading Agency (furnitur).
Kemudian, PT Royal Exotic Indonesia dengan Synova Crop Science Pvt Ltd (jenitri), dan PT Agro Inti Semesta dengan NCS Industries Pvt Ltd, Mirra Oils Pvt Ltd, dan Pyramid Energy General Trading LLC (minyak kelapa sawit).
&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;340&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMi8wOS8xNi80LzE1MzI5My8wLw==&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;Zulkifli menyebut, India merupakan mitra strategis Indonesia dan  semakin intensifnya interaksi antara kalangan usaha kedua negara  merupakan modal penting untuk meningkatkan perdagangan bilateral yang  berkelanjutan.
&amp;ldquo;Saya yakin penandatanganan kesepakatan dagang ini dapat semakin  mempererat kerja sama dunia usaha kedua negara dan mampu memberikan  dampak positif bagi perekonomian Indonesia dan India,&amp;rdquo; jelas Mendag  Zulkifli Hasan.
Sebelumnya, Mendag melakukan pertemuan bilateral dengan Menteri  Perdagangan dan Industri India Piyush Goyal. Pada pertemuan ini,  keduanya membahas peningkatan hubungan kerja sama dunia usaha Indonesia  dan India.
&quot;India merupakan mitra dagang yang sangat penting. Saya dan Menteri  Piyush Goyal sepakat untuk memfasilitasi perdagangan kedua negara dan  merencanakan pertemuan antar menteri dalam waktu dekat untuk merumuskan  strategi peningkatan perdagangan kedua negara,&quot; ujar Mendag.
Keduanya optimistis bahwa dengan kerja sama yang baik, India dan  Indonesia dapat mencapai target nilai perdagangan yang ditetapkan kedua  Pemimpin Negara sebesar USD50 miliar dalam waktu dekat,&amp;rdquo; tambah Mendag  Zulkifli Hasan.
Mendag menyampaikan penghargaan atas kontribusi dan dukungan India,  baik dalam Pertemuan Tingkat Menteri maupun di tiga Pertemuan TIIWG G20  di Solo dan Bali sepanjang tahun ini.
&amp;ldquo;Saya mengapresiasi dukungan India atas inklusi isu industri yang  saya harapkan dapat dilanjutkan pada Presidensi G20 India 2023,&amp;rdquo;  ujarnya.
Sementara itu, Menteri Piyush Goyal juga mengapresiasi kesuksesan  Presidensi G20 Indonesia dan berharap India tahun depan dapat mencapai  kesuksesan yang sama. Kedua negara juga membahas terkait IPEF dan  mengharapkan IPEF dapat memberikan manfaat nyata dan tidak hanya sekadar  narasi.
Dalam bidang regional, Mendag Zulkifli Hasan mengajak India bersama  ASEAN untuk segera memulai dan menyelesaikan perundingan Review atas  Perjanjian Perdagangan Barang ASEAN-India (AITIGA) untuk mendorong  peningkatan perdagangan di kawasan.</description><content:encoded>JAKARTA - Indonesia dan India sepakati perjanjian dagang senilai USD1 miliar setara RP15,1 triliun (kurs Rp15.100 per USD). Menteri Perdagangan (Mendag) Zulkifli Hasan ikut menyaksikan penandatanganan kesepakatan dagang (MoU) antara delegasi bisnis Indonesia dan India.
&amp;ldquo;Saya mengucapkan selamat kepada delegasi bisnis Indonesia maupun India atas dicapainya delapan kesepakatan dagang dengan total nilai potensi transaksi mencapai hampir USD1 miliar,&amp;rdquo; ujar Mendag dilansir dari Antara, Sabtu (24/9/2022).
BACA JUGA:Mendag Pastikan RI-Bangladesh Kebut Penyelesaian Perjanjian Dagang

Penandatanganan Kesepakatan Dagang yang digelar di sela rangkaian kegiatan G20 Trade, Investment, and Industry Ministerial Meeting (TIIMM) di Nusa Dua, Bali, itu merupakan bukti hubungan baik kedua negara yang memiliki sejarah panjang dan erat serta ekonominya saling mengisi.
Dalam waktu dekat, kedua negara tersebut juga menargetkan agar total nilai perdagangan RI-India bisa mencapai USD50 miliar.
BACA JUGA:Rapat Perdana di DPR, Mendag Bahas Perjanjian Dagang hingga Minyak Goreng 

MoU tersebut ditandatangani oleh PT Niramas Utama dengan Asia Confectionery LLP untuk produk jelly INACO, Perum Bulog dengan Allanasons Pvt Ltd (daging kerbau beku), APICAL Group (AAA Oils &amp;amp; Fats Pte Ltd) dengan ANA Oils and Fats (minyak kelapa sawit), PT Trishakti Sejahtera Indonesia dengan Suraj International Trading Agency (furnitur).
Kemudian, PT Royal Exotic Indonesia dengan Synova Crop Science Pvt Ltd (jenitri), dan PT Agro Inti Semesta dengan NCS Industries Pvt Ltd, Mirra Oils Pvt Ltd, dan Pyramid Energy General Trading LLC (minyak kelapa sawit).
&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;340&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMi8wOS8xNi80LzE1MzI5My8wLw==&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;Zulkifli menyebut, India merupakan mitra strategis Indonesia dan  semakin intensifnya interaksi antara kalangan usaha kedua negara  merupakan modal penting untuk meningkatkan perdagangan bilateral yang  berkelanjutan.
&amp;ldquo;Saya yakin penandatanganan kesepakatan dagang ini dapat semakin  mempererat kerja sama dunia usaha kedua negara dan mampu memberikan  dampak positif bagi perekonomian Indonesia dan India,&amp;rdquo; jelas Mendag  Zulkifli Hasan.
Sebelumnya, Mendag melakukan pertemuan bilateral dengan Menteri  Perdagangan dan Industri India Piyush Goyal. Pada pertemuan ini,  keduanya membahas peningkatan hubungan kerja sama dunia usaha Indonesia  dan India.
&quot;India merupakan mitra dagang yang sangat penting. Saya dan Menteri  Piyush Goyal sepakat untuk memfasilitasi perdagangan kedua negara dan  merencanakan pertemuan antar menteri dalam waktu dekat untuk merumuskan  strategi peningkatan perdagangan kedua negara,&quot; ujar Mendag.
Keduanya optimistis bahwa dengan kerja sama yang baik, India dan  Indonesia dapat mencapai target nilai perdagangan yang ditetapkan kedua  Pemimpin Negara sebesar USD50 miliar dalam waktu dekat,&amp;rdquo; tambah Mendag  Zulkifli Hasan.
Mendag menyampaikan penghargaan atas kontribusi dan dukungan India,  baik dalam Pertemuan Tingkat Menteri maupun di tiga Pertemuan TIIWG G20  di Solo dan Bali sepanjang tahun ini.
&amp;ldquo;Saya mengapresiasi dukungan India atas inklusi isu industri yang  saya harapkan dapat dilanjutkan pada Presidensi G20 India 2023,&amp;rdquo;  ujarnya.
Sementara itu, Menteri Piyush Goyal juga mengapresiasi kesuksesan  Presidensi G20 Indonesia dan berharap India tahun depan dapat mencapai  kesuksesan yang sama. Kedua negara juga membahas terkait IPEF dan  mengharapkan IPEF dapat memberikan manfaat nyata dan tidak hanya sekadar  narasi.
Dalam bidang regional, Mendag Zulkifli Hasan mengajak India bersama  ASEAN untuk segera memulai dan menyelesaikan perundingan Review atas  Perjanjian Perdagangan Barang ASEAN-India (AITIGA) untuk mendorong  peningkatan perdagangan di kawasan.</content:encoded></item></channel></rss>
