<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Menakar Untung Rugi Kompor Listrik Vs Kompor Gas Elpiji</title><description>Menakar untung rugi penggunaan kompor listrik vs kompor gas.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2022/09/24/320/2674117/menakar-untung-rugi-kompor-listrik-vs-kompor-gas-elpiji</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2022/09/24/320/2674117/menakar-untung-rugi-kompor-listrik-vs-kompor-gas-elpiji"/><item><title>Menakar Untung Rugi Kompor Listrik Vs Kompor Gas Elpiji</title><link>https://economy.okezone.com/read/2022/09/24/320/2674117/menakar-untung-rugi-kompor-listrik-vs-kompor-gas-elpiji</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2022/09/24/320/2674117/menakar-untung-rugi-kompor-listrik-vs-kompor-gas-elpiji</guid><pubDate>Sabtu 24 September 2022 12:38 WIB</pubDate><dc:creator>Rizky Fauzan</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2022/09/24/320/2674117/menakar-untung-rugi-kompor-listrik-vs-kompor-gas-elpiji-BC7kJB2AO3.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Menakar untung rugi pakai kompor listrik vs kompor gas (Foto: Okezone)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2022/09/24/320/2674117/menakar-untung-rugi-kompor-listrik-vs-kompor-gas-elpiji-BC7kJB2AO3.jpg</image><title>Menakar untung rugi pakai kompor listrik vs kompor gas (Foto: Okezone)</title></images><description>JAKARTA - Menakar untung rugi penggunaan kompor listrik vs kompor gas. Saat ini pemerintah mendorong masyarakat untuk beralih dari kompor gas melon alias LPG 3 kg ke kompor listrik.
Bahkan saat ini, konversi dari kompor gas ke listrik 1.000 watt telah diuji coba di Denpasar dan Solo. Pengamat Ekonomi Energi Universitas Gadjah Mada Fahmy Radhi menilai biaya penggunaan kompor listrik ditentukan oleh penggunaan konsumen sendiri.
&amp;ldquo;Kalau konsumen boros, beban biaya penggunaan atau biaya listrik semakin besar. Sebaliknya, kalau konsumen bisa mengontrol, biaya penggunaan listrik bisa kecil,&amp;rdquo; kata Fahmy, Sabtu (24/9/2022).
BACA JUGA:Mau Pakai Kompor Listrik? Golongan 450 VA Harus Tambah Daya
Fahmy menilai dalam uji coba kompor listrik, PLN harus membebaskan biaya beban untuk menaikkan daya listrik pelanggan.
&quot;Konversi kompor gas ke listrik tidak semata mengatasi masalah over supply yang dialami oleh PT Perusahaan Listrik Negara atau PLN, &quot; katanya.
Dia menuturkan, hal ini juga dilakukan untuk mengatasi subsidi gas elpiji 3 kg yang selama ini tidak tepat sasaran. Sebelumnya, PLN mencatat pelanggan listrik non subsidi yakni dengan besaran daya listrik 1.300 volt ampera (VA) dan 2.200 VA menggunakan gas elpiji bersubsidi 3 kg.
BACA JUGA:Pengumuman! LPG 3 Kg Diganti ke Kompor Listrik Tak Dilakukan Tahun Ini
&amp;ldquo;Konversi ke kompor listrik tidak semata atasi masalah over supply PLN, tetapi juga atasi pengurangan subsidi elpiji 3 kg yang salah sasaran,&amp;rdquo; ucapnya.
Dilansir dari esdm.go.id, selain itu kebutuhan elpiji di Indonesia terus meningkat dan sebagian besar elpiji-nya berasal dari impor. Tercatat pada tahun 2019 impor elpiji mencapai 5,71 juta Metrik Ton dengan nilai sebesar USD2.590 juta sementara sisanya 2,06 juta Metrik Ton berasal domestik.
Dikutip dari web.pln.co.id, kompor listrik atau induksi bekerja saat alat masak diletakkan di atas kompor, lalu arus listrik bolak-balik dilewatkan dari dalam badan kompor melalui gulungan kawat. Sehingga panas yang dihasilkan dari listrik langsung dialirkan ke alat masak dan saat bersentuhan langsung dengan anggota tubuh, tidak terasa panas dan relatif aman.


Ditilik dari sisi penggunaan, kompor induksi relatif lebih murah bila  dibandingkan dengan kompor elpiji. Berdasarkan hasil uji coba, untuk  memasak 1 liter air menggunakan kompor induksi 1.200 watt hanya  memerlukan biaya sebesar Rp158, sedangkan dengan kompor elpiji tabung 12  kilogram sekitar Rp176.
Hal ini menunjukkan dengan pola memasak rata-rata masyarakat di  Indonesia menggunakan gas elpiji 11,4 kilogram per bulan mampu menghemat  Rp28.500 dari biaya memasak tiap bulannya.
Perbandingan Kompor Listrik dan Kompor Gas dari Segi Penggunaan Energi
Seperti sudah dijelaskan sebelumnya, kompor listrik dan kompor gas  memiliki berbagai perbedaan. Tidak hanya mengenai bahan bakar berupa gas  dan listrik, konsumsi energinya pun diketahui jauh lebih irit.
Diketahui, penggunaan energi dalam kompor listrik disebut-sebut jauh  lebih irit dibanding kompor gas. Hal tersebut dikarenakan penyebaran  panas dari kompor induksi atau listrik jauh lebih merata daripada kompor  gas dengan pusat panas hanya di tengah-tengah.
Kompor listrik diketahui mampu menghantarkan hingga 90%  elektromagnetiknya, sedangkan kompor gas hanya bisa menghantarkan  sebanyak 70% saja.
Perbandingan Segi Keamanan
 
Diketahui, kompor listrik lebih aman dibandingkan kompor gas. Hal  tersebut dikarenakan pada saat proses memasak, kompor listrik tidak  menimbulkan asap.
Panas kompor listrik yang dihasilkan dari aliran kawat akan ditangkap  sepenuhnya oleh alat masak, sehingga panas tidak akan terasa di tangan  pada saat disentuh.Perbandingan dari Segi Kepraktisan
Dari segi cara kerja, kompor listrik juga lebih unggul daripada   kompor gas. Diketahui, kompor listrik atau kompor induksi lebih praktis   dibandingkan kompor gas.
Kompor listrik bisa digunakan untuk memasak secara terus menerus dengan catatan dapur harus dialiri listrik.
Sementara, pada saat memasak menggunakan kompor gas, harus   memperhatikan volume gas yang jika habis memungkinkan aktivitas memasak   berhenti.
Kepraktisan kompor listrik juga kian unggul karena jika habis, tidak perlu menukar tabung.
 
Perbandingan Kecepatan Memasak atau Efisiensi Waktu
Untuk memasak bahan pangan yang sama, kompor listrik diketahui akan   lebih cepat karena penyebaran panas yang lebih merata dibandingkan   kompor gas yang hanya berpusat pada tengah-tengah saja.
Perbandingan Biaya 
Diketahui, biaya yang dikeluarkan untuk operasional kompor listrik jauh lebih hemat dibandingkan dengan kompor gas.
Hal tersebut dikarenakan penggunaan listrik jauh lebih irit jika   dibandingkan dengan membeli gas LPG baru untuk memasak dalam angka waktu   sebulan. Tidak hanya itu, harga unit kompor listrik juga lebih murah   dibandingkan kompor gas. Harga satu kompor listrik adalah Rp170.000,   sedangkan kompor gas bisa dibeli dengan harga sebesar Rp200.000.
Demikian sederet perbendingan kompor gas melon dan kompor listrik.</description><content:encoded>JAKARTA - Menakar untung rugi penggunaan kompor listrik vs kompor gas. Saat ini pemerintah mendorong masyarakat untuk beralih dari kompor gas melon alias LPG 3 kg ke kompor listrik.
Bahkan saat ini, konversi dari kompor gas ke listrik 1.000 watt telah diuji coba di Denpasar dan Solo. Pengamat Ekonomi Energi Universitas Gadjah Mada Fahmy Radhi menilai biaya penggunaan kompor listrik ditentukan oleh penggunaan konsumen sendiri.
&amp;ldquo;Kalau konsumen boros, beban biaya penggunaan atau biaya listrik semakin besar. Sebaliknya, kalau konsumen bisa mengontrol, biaya penggunaan listrik bisa kecil,&amp;rdquo; kata Fahmy, Sabtu (24/9/2022).
BACA JUGA:Mau Pakai Kompor Listrik? Golongan 450 VA Harus Tambah Daya
Fahmy menilai dalam uji coba kompor listrik, PLN harus membebaskan biaya beban untuk menaikkan daya listrik pelanggan.
&quot;Konversi kompor gas ke listrik tidak semata mengatasi masalah over supply yang dialami oleh PT Perusahaan Listrik Negara atau PLN, &quot; katanya.
Dia menuturkan, hal ini juga dilakukan untuk mengatasi subsidi gas elpiji 3 kg yang selama ini tidak tepat sasaran. Sebelumnya, PLN mencatat pelanggan listrik non subsidi yakni dengan besaran daya listrik 1.300 volt ampera (VA) dan 2.200 VA menggunakan gas elpiji bersubsidi 3 kg.
BACA JUGA:Pengumuman! LPG 3 Kg Diganti ke Kompor Listrik Tak Dilakukan Tahun Ini
&amp;ldquo;Konversi ke kompor listrik tidak semata atasi masalah over supply PLN, tetapi juga atasi pengurangan subsidi elpiji 3 kg yang salah sasaran,&amp;rdquo; ucapnya.
Dilansir dari esdm.go.id, selain itu kebutuhan elpiji di Indonesia terus meningkat dan sebagian besar elpiji-nya berasal dari impor. Tercatat pada tahun 2019 impor elpiji mencapai 5,71 juta Metrik Ton dengan nilai sebesar USD2.590 juta sementara sisanya 2,06 juta Metrik Ton berasal domestik.
Dikutip dari web.pln.co.id, kompor listrik atau induksi bekerja saat alat masak diletakkan di atas kompor, lalu arus listrik bolak-balik dilewatkan dari dalam badan kompor melalui gulungan kawat. Sehingga panas yang dihasilkan dari listrik langsung dialirkan ke alat masak dan saat bersentuhan langsung dengan anggota tubuh, tidak terasa panas dan relatif aman.


Ditilik dari sisi penggunaan, kompor induksi relatif lebih murah bila  dibandingkan dengan kompor elpiji. Berdasarkan hasil uji coba, untuk  memasak 1 liter air menggunakan kompor induksi 1.200 watt hanya  memerlukan biaya sebesar Rp158, sedangkan dengan kompor elpiji tabung 12  kilogram sekitar Rp176.
Hal ini menunjukkan dengan pola memasak rata-rata masyarakat di  Indonesia menggunakan gas elpiji 11,4 kilogram per bulan mampu menghemat  Rp28.500 dari biaya memasak tiap bulannya.
Perbandingan Kompor Listrik dan Kompor Gas dari Segi Penggunaan Energi
Seperti sudah dijelaskan sebelumnya, kompor listrik dan kompor gas  memiliki berbagai perbedaan. Tidak hanya mengenai bahan bakar berupa gas  dan listrik, konsumsi energinya pun diketahui jauh lebih irit.
Diketahui, penggunaan energi dalam kompor listrik disebut-sebut jauh  lebih irit dibanding kompor gas. Hal tersebut dikarenakan penyebaran  panas dari kompor induksi atau listrik jauh lebih merata daripada kompor  gas dengan pusat panas hanya di tengah-tengah.
Kompor listrik diketahui mampu menghantarkan hingga 90%  elektromagnetiknya, sedangkan kompor gas hanya bisa menghantarkan  sebanyak 70% saja.
Perbandingan Segi Keamanan
 
Diketahui, kompor listrik lebih aman dibandingkan kompor gas. Hal  tersebut dikarenakan pada saat proses memasak, kompor listrik tidak  menimbulkan asap.
Panas kompor listrik yang dihasilkan dari aliran kawat akan ditangkap  sepenuhnya oleh alat masak, sehingga panas tidak akan terasa di tangan  pada saat disentuh.Perbandingan dari Segi Kepraktisan
Dari segi cara kerja, kompor listrik juga lebih unggul daripada   kompor gas. Diketahui, kompor listrik atau kompor induksi lebih praktis   dibandingkan kompor gas.
Kompor listrik bisa digunakan untuk memasak secara terus menerus dengan catatan dapur harus dialiri listrik.
Sementara, pada saat memasak menggunakan kompor gas, harus   memperhatikan volume gas yang jika habis memungkinkan aktivitas memasak   berhenti.
Kepraktisan kompor listrik juga kian unggul karena jika habis, tidak perlu menukar tabung.
 
Perbandingan Kecepatan Memasak atau Efisiensi Waktu
Untuk memasak bahan pangan yang sama, kompor listrik diketahui akan   lebih cepat karena penyebaran panas yang lebih merata dibandingkan   kompor gas yang hanya berpusat pada tengah-tengah saja.
Perbandingan Biaya 
Diketahui, biaya yang dikeluarkan untuk operasional kompor listrik jauh lebih hemat dibandingkan dengan kompor gas.
Hal tersebut dikarenakan penggunaan listrik jauh lebih irit jika   dibandingkan dengan membeli gas LPG baru untuk memasak dalam angka waktu   sebulan. Tidak hanya itu, harga unit kompor listrik juga lebih murah   dibandingkan kompor gas. Harga satu kompor listrik adalah Rp170.000,   sedangkan kompor gas bisa dibeli dengan harga sebesar Rp200.000.
Demikian sederet perbendingan kompor gas melon dan kompor listrik.</content:encoded></item></channel></rss>
