<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Menteri Perkebunan Malaysia: Pasar Global Masih Kekurangan Minyak Sawit</title><description>Menteri Perkebunan Malaysia angkat bicara terkait proyeksi penurunan permintaan minyak sawit mentah (CPO).</description><link>https://economy.okezone.com/read/2022/09/24/320/2674193/menteri-perkebunan-malaysia-pasar-global-masih-kekurangan-minyak-sawit</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2022/09/24/320/2674193/menteri-perkebunan-malaysia-pasar-global-masih-kekurangan-minyak-sawit"/><item><title>Menteri Perkebunan Malaysia: Pasar Global Masih Kekurangan Minyak Sawit</title><link>https://economy.okezone.com/read/2022/09/24/320/2674193/menteri-perkebunan-malaysia-pasar-global-masih-kekurangan-minyak-sawit</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2022/09/24/320/2674193/menteri-perkebunan-malaysia-pasar-global-masih-kekurangan-minyak-sawit</guid><pubDate>Sabtu 24 September 2022 15:52 WIB</pubDate><dc:creator>Dinar Fitra Maghiszha</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2022/09/24/320/2674193/menteri-perkebunan-malaysia-pasar-global-masih-kekurangan-minyak-sawit-0th2Jx1qMg.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Ekspor Kelapa Sawit Malaysia (Foto: Okezone)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2022/09/24/320/2674193/menteri-perkebunan-malaysia-pasar-global-masih-kekurangan-minyak-sawit-0th2Jx1qMg.jpg</image><title>Ekspor Kelapa Sawit Malaysia (Foto: Okezone)</title></images><description>JAKARTA - Menteri Perkebunan Malaysia angkat bicara terkait proyeksi penurunan permintaan minyak sawit mentah (CPO). Ekpor CPO diprediksi turun akibat  kebijakan Indonesia yang memperpanjang pembebasan pungutan ekspor komoditas tersebut.
Menteri Perkebunan dan Komoditas Malaysia, Datuk Zuraida Kamaruddin mengatakan permintaan CPO masih akan tetap stabil ke depan. Diketahui, produk CPO dua negara tetangga itu tengah bersaing untuk mendapatkan bagian dari demand pasar global.
BACA JUGA:Dongkrak Harga TBS, Ekspor Minyak Sawit RI Dipercepat

&quot;Tidak ada yang perlu dikhawatirkan saat ini, (permintaan) CPO kita tidak akan terpengaruh. Pasar (global) masih kekurangan minyak sawit,&amp;rdquo; katanya, dikutip dari Bernama, Sabtu (24/9/2022).
Zuraida menegaskan kebijakan RI tidak akan berdampak terhadap pasar komoditas di tingkat lokal. Pernyataan itu hadir untuk mengomentari kabar yang sebelumnya beredar bahwa ekspor CPO Malaysia diperkirakan akan anjlok dalam dua hingga tiga bulan ke depan.
BACA JUGA:Minyak Sawit Jadi Penyebab Penurunan Ekspor Industri Pengolahan

Sebelumnya, Direktur Dewan Minyak Sawit Malaysia (MPOB), Ahmad Parveez mengkhawatirkan potensi penurunan ekspor CPO Malaysia dapat meningkatkan persediaan di akhir tahun menjadi 2,5 juta metrik ton.
&amp;ldquo;Dengan cara Indonesia melepas persediaannya sekarang, kami mengantisipasi dua hingga tiga bulan ke depan ekspor Malaysia akan turun,&amp;rdquo; kata Ahmad, Kamis (22/9).
&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;340&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMi8wOC8yOS8xLzE1MjU3My8wLw==&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;Saat ini Indonesia masih menjadi negara eksportir CPO terbesar dunia,  disusul Malaysia. Kedua negara itu terus bersaing untuk mendapatkan  permintaan, terutama dari India yang bersiap untuk menyelenggarakan  acara perayaan Diwali.
Malaysia menilai Indonesia mempu menyerap volume permintaan cukup  besar lantaran menjual CPO dengan harga yang murah di pasar global.</description><content:encoded>JAKARTA - Menteri Perkebunan Malaysia angkat bicara terkait proyeksi penurunan permintaan minyak sawit mentah (CPO). Ekpor CPO diprediksi turun akibat  kebijakan Indonesia yang memperpanjang pembebasan pungutan ekspor komoditas tersebut.
Menteri Perkebunan dan Komoditas Malaysia, Datuk Zuraida Kamaruddin mengatakan permintaan CPO masih akan tetap stabil ke depan. Diketahui, produk CPO dua negara tetangga itu tengah bersaing untuk mendapatkan bagian dari demand pasar global.
BACA JUGA:Dongkrak Harga TBS, Ekspor Minyak Sawit RI Dipercepat

&quot;Tidak ada yang perlu dikhawatirkan saat ini, (permintaan) CPO kita tidak akan terpengaruh. Pasar (global) masih kekurangan minyak sawit,&amp;rdquo; katanya, dikutip dari Bernama, Sabtu (24/9/2022).
Zuraida menegaskan kebijakan RI tidak akan berdampak terhadap pasar komoditas di tingkat lokal. Pernyataan itu hadir untuk mengomentari kabar yang sebelumnya beredar bahwa ekspor CPO Malaysia diperkirakan akan anjlok dalam dua hingga tiga bulan ke depan.
BACA JUGA:Minyak Sawit Jadi Penyebab Penurunan Ekspor Industri Pengolahan

Sebelumnya, Direktur Dewan Minyak Sawit Malaysia (MPOB), Ahmad Parveez mengkhawatirkan potensi penurunan ekspor CPO Malaysia dapat meningkatkan persediaan di akhir tahun menjadi 2,5 juta metrik ton.
&amp;ldquo;Dengan cara Indonesia melepas persediaannya sekarang, kami mengantisipasi dua hingga tiga bulan ke depan ekspor Malaysia akan turun,&amp;rdquo; kata Ahmad, Kamis (22/9).
&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;340&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMi8wOC8yOS8xLzE1MjU3My8wLw==&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;Saat ini Indonesia masih menjadi negara eksportir CPO terbesar dunia,  disusul Malaysia. Kedua negara itu terus bersaing untuk mendapatkan  permintaan, terutama dari India yang bersiap untuk menyelenggarakan  acara perayaan Diwali.
Malaysia menilai Indonesia mempu menyerap volume permintaan cukup  besar lantaran menjual CPO dengan harga yang murah di pasar global.</content:encoded></item></channel></rss>
