<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Sandiaga Uno: UNWTO Nilai RI Berhasil Tangani Pandemi dan Dorong Kebangkitan Pariwisata</title><description>Organisasi pariwisata dunia (UNWTO) menilai Indonesia berhasil menangani pandemi covid-19 dan mendorong kebangkitan pariwisata</description><link>https://economy.okezone.com/read/2022/09/26/320/2674802/sandiaga-uno-unwto-nilai-ri-berhasil-tangani-pandemi-dan-dorong-kebangkitan-pariwisata</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2022/09/26/320/2674802/sandiaga-uno-unwto-nilai-ri-berhasil-tangani-pandemi-dan-dorong-kebangkitan-pariwisata"/><item><title>Sandiaga Uno: UNWTO Nilai RI Berhasil Tangani Pandemi dan Dorong Kebangkitan Pariwisata</title><link>https://economy.okezone.com/read/2022/09/26/320/2674802/sandiaga-uno-unwto-nilai-ri-berhasil-tangani-pandemi-dan-dorong-kebangkitan-pariwisata</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2022/09/26/320/2674802/sandiaga-uno-unwto-nilai-ri-berhasil-tangani-pandemi-dan-dorong-kebangkitan-pariwisata</guid><pubDate>Senin 26 September 2022 07:08 WIB</pubDate><dc:creator>Shelma Rachmahyanti</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2022/09/26/320/2674802/sandiaga-uno-unwto-nilai-ri-berhasil-tangani-pandemi-dan-dorong-kebangkitan-pariwisata-RkBwsFmcCR.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Menparekraf Sandiaga Uno sebut sektor pariwisata bangkit (Foto: Kemenparekraf)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2022/09/26/320/2674802/sandiaga-uno-unwto-nilai-ri-berhasil-tangani-pandemi-dan-dorong-kebangkitan-pariwisata-RkBwsFmcCR.jpg</image><title>Menparekraf Sandiaga Uno sebut sektor pariwisata bangkit (Foto: Kemenparekraf)</title></images><description>NUSA DUA - Organisasi pariwisata dunia (UNWTO) menilai Indonesia berhasil menangani pandemi covid-19 dan mendorong kebangkitan pariwisata. Hal ini berdampak besar terhadap kebangkitan ekonomi dan terbukanya lapangan kerja dalam semangat pariwisata yang berkualitas dan berkelanjutan.
Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Sandiaga Uno menyampaikan hal tersebut usai melakukan pertemuan dengan Sekretaris Jenderal UNWTO Zurab Pololikashvili, Minggu (25/9/2022) malam, di Grand Hyatt Hotel, Nusa Dua, Bali.
BACA JUGA:Menparekraf Sandiaga Uno Kunjungan Kerja ke KEK Lido Bogor

Pertemuan ini berlangsung jelang pertemuan tingkat menteri pariwisata (Tourism Ministerial Meeting) negara anggota G20 pada Senin (26/9/2022) yang akan menyempurnakan sekaligus mengesahkan G20 Bali Guidelines yang di dalamnya ada serangkaian tindakan spesifik yang direkomendasikan untuk memajukan tujuan implementasi lima lines of actions. Juga seruan khusus untuk tindakan yang dapat dilaksanakan secara individual, secara sukarela baik oleh sekelompok negara atau organisasi internasional dengan kelompok negara.
&quot;(UNWTO menilai) Kita berhasil menangani pandemi dan juga mendorong kebangkitan pariwisata. Di mana kita berharap (target kunjungan) 1,8 sampai 3,6 juta wisatawan mancanegara pada tahun ini,&quot; kata Menparekraf Sandiaga Uno.
BACA JUGA:Menparekraf Sandiaga Sebut Persiapan G20 di Bali  Sesuai Rencana

Saat ini jumlah kunjungan wisatawan mancanegara ke Indonesia stabil di angka 10 ribu hingga 15 ribu wisatawan per hari. Dalam kunjungan ini, lama kunjungan (length of stay) serta kualitas belanja (average spending per arrival) wisatawan mancanegara juga sudah meningkat. Hal ini menunjukkan target pariwisata Indonesia menuju pariwisata yang berkualitas berjalan dengan baik.
&quot;Jadi kebangkitan bukan hanya melihat angka-angka tetapi juga kualitasnya. Yang kita sudah catat, sebelumnya (jumlah lama tinggal/length of stay) di bawah 3 hari namun sekarang sudah menuju 3 sampai 4 hari. Belanja yang biasa ditargetkan USD1.000 sekarang sudah mengarah naik 20 persen sampai USD1.200,&quot; kata Sandiaga.
&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;340&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMi8wOS8yMi8yMC8xNTM1NTgvMC8=&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;Menparekraf Sandiaga mengungkapkan, Indonesia juga dinilai berhasil  dalam meningkatkan daya saing pariwisata di level dunia. Berdasarkan  laporan Travel Tourism and Development Index (TTDI) yang dikeluarkan  World Economic Forum (WEF) Indonesia naik 12 peringkat ke posisi 32  dunia. Indonesia berhasil mengungguli negara-negara di Asia Tenggara  seperti Malaysia, Thailand dan Vietnam.
Ke depan, Indonesia dianggap bisa membawa kepemimpinan dari segi  wisata berbasis kebugaran dan pariwisata yang berkualitas dan  berkelanjutan ini juga mendapatkan tempat yang khusus dalam kebangkitan  ini.
&quot;Misi kita jelas untuk kebangkitan pariwisata dan ekonomi kreatif  berbasis ekonomi yang berkeadilan, berbasis masyarakat, sehingga membawa  pariwisata yang berkualitas dan berkelanjutan. Tadi UNWTO juga  menggarisbawahi untuk kemungkinan forum investasi besar pariwisata dunia  juga akan dibawa ke Indonesia tahun depan, juga wellness tourism,&quot; kata  Sandiaga.
Serta tidak ketinggalan adalah upaya maksimal Indonesia dalam  mengembangkan desa wisata sebagai turunan dari pariwisata yang  berkualitas dan berkelanjutan.
&quot;Ini juga yang tadi disampaikan dalam pertemuan dengan Sekjen UNWTO.  Keberhasilan Indonesia menjuarai desa wisata ini menginspirasi banyak  negara untuk mengembangkan potensi-potensi rural tourism atau desa  wisata di masing-masing destinasi,&quot; ujar Sandiaga.
&quot;Wisatawan mancanegara di Indonesia sudah berhasil kita tingkatkan  dan kualitas belanja mereka sudah meningkat. Sehingga devisa yang  dihasilkan pariwisata dan ekonomi kreatif sebagai penyumbang nomor 2  dari pendapatan negara ini kita harapkan momentum ini akan terus kita  bisa kawal kebangkitannya,&quot; kata Sandiaga.
World Tourism Day
Usai bertemu dengan Sekjen UNWTO, Menparekraf Sandiaga juga hadir di   acara &quot;WTD Networking and Investor Dinner&quot;. Dalam kesempatan ini   Menparekraf Sandiaga Uno juga mengajak seluruh pihak untuk ikut   memeriahkan Hari Pariwisata Dunia (World Tourism Day) pada 27 September   yang perayaannya akan dipusatkan di Bali.
Perayaan ini menjadi sejarah besar bagi Indonesia karena untuk   pertama kalinya Indonesia ditunjuk sebagai tuan rumah penyelenggaraan   Hari Pariwisata Dunia.
&quot;Ini adalah saat yang sangat bersejarah untuk Indonesia. Kita   mendapat kehormatan selain sebagai bagian dari G20, kita memimpin untuk   memikirkan kembali kebangkitan pariwisata yang berbasis masyarakat  untuk  menciptakan pembangunan yang berkeadilan terutama dalam  menciptakan 1,1  juta lapangan kerja baru di tahun ini,&quot; kata Sandiaga.
Pelaksanaan ini dikatakannya juga sebagai wujud pengejawantahan dari   Gerak Cepat yang diinstruksikan Presiden Joko Widodo dalam mendukung   kebangkitan ekonomi dan terbukanya lapangan kerja.
&quot;Saya harapkan kemeriahan, keseruannya akan mampu membawa dampak yang   positif dalam dua hari ke depan karena ada satu agenda yang sangat   penting. Kita ingin menyelesaikan poin-poin kesepakatan (dalam Tourism   Ministerial Meeting) yang akan kita tuangkan dalam 'Bali Guideline' yang   kita harapkan sebagai bekal untuk menyambut era baru dari pariwisata  di  mana Indonesia sekarang dianggap negara yang membawa satu perubahan  dan  menciptakan satu kepemimpinan baru di pariwisata dunia,&quot; kata  Sandiaga.
</description><content:encoded>NUSA DUA - Organisasi pariwisata dunia (UNWTO) menilai Indonesia berhasil menangani pandemi covid-19 dan mendorong kebangkitan pariwisata. Hal ini berdampak besar terhadap kebangkitan ekonomi dan terbukanya lapangan kerja dalam semangat pariwisata yang berkualitas dan berkelanjutan.
Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Sandiaga Uno menyampaikan hal tersebut usai melakukan pertemuan dengan Sekretaris Jenderal UNWTO Zurab Pololikashvili, Minggu (25/9/2022) malam, di Grand Hyatt Hotel, Nusa Dua, Bali.
BACA JUGA:Menparekraf Sandiaga Uno Kunjungan Kerja ke KEK Lido Bogor

Pertemuan ini berlangsung jelang pertemuan tingkat menteri pariwisata (Tourism Ministerial Meeting) negara anggota G20 pada Senin (26/9/2022) yang akan menyempurnakan sekaligus mengesahkan G20 Bali Guidelines yang di dalamnya ada serangkaian tindakan spesifik yang direkomendasikan untuk memajukan tujuan implementasi lima lines of actions. Juga seruan khusus untuk tindakan yang dapat dilaksanakan secara individual, secara sukarela baik oleh sekelompok negara atau organisasi internasional dengan kelompok negara.
&quot;(UNWTO menilai) Kita berhasil menangani pandemi dan juga mendorong kebangkitan pariwisata. Di mana kita berharap (target kunjungan) 1,8 sampai 3,6 juta wisatawan mancanegara pada tahun ini,&quot; kata Menparekraf Sandiaga Uno.
BACA JUGA:Menparekraf Sandiaga Sebut Persiapan G20 di Bali  Sesuai Rencana

Saat ini jumlah kunjungan wisatawan mancanegara ke Indonesia stabil di angka 10 ribu hingga 15 ribu wisatawan per hari. Dalam kunjungan ini, lama kunjungan (length of stay) serta kualitas belanja (average spending per arrival) wisatawan mancanegara juga sudah meningkat. Hal ini menunjukkan target pariwisata Indonesia menuju pariwisata yang berkualitas berjalan dengan baik.
&quot;Jadi kebangkitan bukan hanya melihat angka-angka tetapi juga kualitasnya. Yang kita sudah catat, sebelumnya (jumlah lama tinggal/length of stay) di bawah 3 hari namun sekarang sudah menuju 3 sampai 4 hari. Belanja yang biasa ditargetkan USD1.000 sekarang sudah mengarah naik 20 persen sampai USD1.200,&quot; kata Sandiaga.
&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;340&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMi8wOS8yMi8yMC8xNTM1NTgvMC8=&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;Menparekraf Sandiaga mengungkapkan, Indonesia juga dinilai berhasil  dalam meningkatkan daya saing pariwisata di level dunia. Berdasarkan  laporan Travel Tourism and Development Index (TTDI) yang dikeluarkan  World Economic Forum (WEF) Indonesia naik 12 peringkat ke posisi 32  dunia. Indonesia berhasil mengungguli negara-negara di Asia Tenggara  seperti Malaysia, Thailand dan Vietnam.
Ke depan, Indonesia dianggap bisa membawa kepemimpinan dari segi  wisata berbasis kebugaran dan pariwisata yang berkualitas dan  berkelanjutan ini juga mendapatkan tempat yang khusus dalam kebangkitan  ini.
&quot;Misi kita jelas untuk kebangkitan pariwisata dan ekonomi kreatif  berbasis ekonomi yang berkeadilan, berbasis masyarakat, sehingga membawa  pariwisata yang berkualitas dan berkelanjutan. Tadi UNWTO juga  menggarisbawahi untuk kemungkinan forum investasi besar pariwisata dunia  juga akan dibawa ke Indonesia tahun depan, juga wellness tourism,&quot; kata  Sandiaga.
Serta tidak ketinggalan adalah upaya maksimal Indonesia dalam  mengembangkan desa wisata sebagai turunan dari pariwisata yang  berkualitas dan berkelanjutan.
&quot;Ini juga yang tadi disampaikan dalam pertemuan dengan Sekjen UNWTO.  Keberhasilan Indonesia menjuarai desa wisata ini menginspirasi banyak  negara untuk mengembangkan potensi-potensi rural tourism atau desa  wisata di masing-masing destinasi,&quot; ujar Sandiaga.
&quot;Wisatawan mancanegara di Indonesia sudah berhasil kita tingkatkan  dan kualitas belanja mereka sudah meningkat. Sehingga devisa yang  dihasilkan pariwisata dan ekonomi kreatif sebagai penyumbang nomor 2  dari pendapatan negara ini kita harapkan momentum ini akan terus kita  bisa kawal kebangkitannya,&quot; kata Sandiaga.
World Tourism Day
Usai bertemu dengan Sekjen UNWTO, Menparekraf Sandiaga juga hadir di   acara &quot;WTD Networking and Investor Dinner&quot;. Dalam kesempatan ini   Menparekraf Sandiaga Uno juga mengajak seluruh pihak untuk ikut   memeriahkan Hari Pariwisata Dunia (World Tourism Day) pada 27 September   yang perayaannya akan dipusatkan di Bali.
Perayaan ini menjadi sejarah besar bagi Indonesia karena untuk   pertama kalinya Indonesia ditunjuk sebagai tuan rumah penyelenggaraan   Hari Pariwisata Dunia.
&quot;Ini adalah saat yang sangat bersejarah untuk Indonesia. Kita   mendapat kehormatan selain sebagai bagian dari G20, kita memimpin untuk   memikirkan kembali kebangkitan pariwisata yang berbasis masyarakat  untuk  menciptakan pembangunan yang berkeadilan terutama dalam  menciptakan 1,1  juta lapangan kerja baru di tahun ini,&quot; kata Sandiaga.
Pelaksanaan ini dikatakannya juga sebagai wujud pengejawantahan dari   Gerak Cepat yang diinstruksikan Presiden Joko Widodo dalam mendukung   kebangkitan ekonomi dan terbukanya lapangan kerja.
&quot;Saya harapkan kemeriahan, keseruannya akan mampu membawa dampak yang   positif dalam dua hari ke depan karena ada satu agenda yang sangat   penting. Kita ingin menyelesaikan poin-poin kesepakatan (dalam Tourism   Ministerial Meeting) yang akan kita tuangkan dalam 'Bali Guideline' yang   kita harapkan sebagai bekal untuk menyambut era baru dari pariwisata  di  mana Indonesia sekarang dianggap negara yang membawa satu perubahan  dan  menciptakan satu kepemimpinan baru di pariwisata dunia,&quot; kata  Sandiaga.
</content:encoded></item></channel></rss>
