<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Viral Warna Pertalite yang Dulu dan Sekarang Berbeda, Ini Penjelasan Pertamina</title><description>Di media sosial Facebook terdapat sebuah unggahan foto yang membandingkan warna Pertalite dulu dan sekarang.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2022/09/26/320/2674849/viral-warna-pertalite-yang-dulu-dan-sekarang-berbeda-ini-penjelasan-pertamina</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2022/09/26/320/2674849/viral-warna-pertalite-yang-dulu-dan-sekarang-berbeda-ini-penjelasan-pertamina"/><item><title>Viral Warna Pertalite yang Dulu dan Sekarang Berbeda, Ini Penjelasan Pertamina</title><link>https://economy.okezone.com/read/2022/09/26/320/2674849/viral-warna-pertalite-yang-dulu-dan-sekarang-berbeda-ini-penjelasan-pertamina</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2022/09/26/320/2674849/viral-warna-pertalite-yang-dulu-dan-sekarang-berbeda-ini-penjelasan-pertamina</guid><pubDate>Senin 26 September 2022 09:09 WIB</pubDate><dc:creator>Rizky Fauzan</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2022/09/26/320/2674849/viral-warna-pertalite-yang-dulu-dan-sekarang-berbeda-ini-penjelasan-pertamina-oDPzpyumHy.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Viral warna Pertalite dulu dan sekarang berbeda (Foto: MPI)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2022/09/26/320/2674849/viral-warna-pertalite-yang-dulu-dan-sekarang-berbeda-ini-penjelasan-pertamina-oDPzpyumHy.jpg</image><title>Viral warna Pertalite dulu dan sekarang berbeda (Foto: MPI)</title></images><description>JAKARTA &amp;ndash; Viral warna Pertalite yang dulu dan sekarang berbeda. Di media sosial Facebook terdapat sebuah unggahan foto yang membandingkan warna Pertalite dulu dan sekarang.
Dalam unggahan tersebut, pengguna Facebook melampirkan foto perbedaan warna Pertalite, satu berwarna hijau pekat, sedangkan satu lagi hijau agak terang. Meskipun demikian, dinarasikan bensin yang ada di dalam foto itu disebut-sebut adalah Pertalite. Masih dari unggahan tersebut juga disebutkan BBM Pertalite makin boros.
BACA JUGA:Harga BBM Swasta Turun saat Pertalite Naik, Ini Daftar Terbaru Harga BBM di Indonesia

PT Pertamina (Persero) membantah warna yang terdapat pada Pertalite menyebabkan keborosan penggunaan bahan bakar minyak (BBM) jenis tersebut. Bantahan itu disampaikan Pertamina untuk menjawab hoax yang beredar belakangan ini tentang perbedaan warna Pertalite dulu dan sekarang.
Menanggapi foto tersebut, Corporate Secretary PT Pertamina Patra Niaga, Irto Ginting mengatakan bahwa perbedaan warna pada BBM tidak ada kaitannya dengan boros atau tidaknya penggunaan BBM.
&quot;Warna yang diberikan pada BBM hanya untuk pembeda, tidak ada kaitannya dengan boros tidaknya dalam penggunaan BBM,&quot; kata Irto, Senin (26/9/2022).
BACA JUGA:Muncul Usulan Subsidi Tertutup untuk Pertalite Dibanding Pembatasan, Masyarakat Setuju?

Irto pun memastikan, Pertamina tidak mengubah kualitas Pertalite yang merupakan BBM jenis RON90. Pertalite yang dipasarkan melalui lembaga penyalur resmi di Indonesia sesuai dengan Keputusan Dirjen Migas Nomor 0486.K/10/DJM.S/2017 tentang Standar dan Mutu (Spesifikasi) Bahan Bakar Minyak Jenis Bensin 90 Yang Dipasarkan Di Dalam Negeri.
Batasan dalam spesifikasi Dirjen Migas yang menunjukkan tingkat penguapan pada suhu kamar di antaranya adalah parameter Reid Vapour Pressure (RVP). Saat ini hasil uji RVP dari Pertalite yang disalurkan dari Terminal Bahan Bakar Minyak (TBBM) Pertamina masih dalam batasan yang diizinkan, yaitu dalam rentang 45-69 kPa (Kilopascal),&quot; ucapnya.
Irto membeberkan warna yang diberikan pada BBM hanya untuk pembeda saja. Misalnya, warna BBM Pertalite hijau sementara Pertamax biru. Menurutnya rupa warna dari suatu BBM tidak ada kaitannya dengan boros atau tidaknya BBM.
&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;340&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMi8wOS8xNi80LzE1MzMyNS8wLw==&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;Menurut dia, warna asli BBM justru adalah bening. Pihaknya  menambahkan zat pewarna pada BBM hanya bertujuan agar masyarakat umum  dapat membedakan jenis-jenis BBM yang digunakan.
&quot;Warna yang diberikan pada BBM hanya untuk pembeda, tidak ada kaitannya dengan boros tidaknya dalam penggunaan BBM,&quot; bebernya.
Dia kembali menegaskan zat pewarna yang dicampurkan ke dalam BBM sama sekali tidak mempengaruhi performa atau kualitas BBM.
&quot;Zat pewarna ini tidak berpengaruh terhadap performa atau kualitas atau spesifikasi BBM,&quot; kata dia.
Sebagaimana diketahui, netizen di media sosial mengeluhkan bahwa  tangki bahan bakar kendaraan mereka lebih cepat habis alias boros. Pada  sebelumnya, netizen di berbagai media sosial menyatakan, sejak harganya  naik mereka harus membeli lebih banyak Pertalite untuk menempuh jarak  yang sama.
Hal itu juga sudah ditanggapi pihak Pertamina melalui Irto. Irto  menegaskan bahwa kualitas Pertalite yang dipasarkan melalui lembaga  penyalur resmi sudah sesuai dengan Keputusan Dirjen Migas Nomor  0486.K/10/DJM.S/2017 tentang Standar dan Mutu (Spesifikasi) Bahan Bakar  Minyak Jenis Bensin 90 Yang Dipasarkan di Dalam Negeri.
&amp;ldquo;Batasan dalam spesifikasi Dirjen Migas yang menunjukkan tingkat  penguapan pada suhu kamar di antaranya adalah parameter Reid Vapour  Pressure (RVP),&amp;rdquo; kata Irto.
&amp;ldquo;Saat ini hasil uji RVP dari Pertalite yang disalurkan dari Terminal  Bahan Bakar Minyak (TBBM) Pertamina masih dalam batasan yang diizinkan,  yaitu dalam rentang 45-69 kPa (Kilopascal),&amp;rdquo; sambungnya.
Irto juga menegaskan bahwa pihaknya terus melakukan pengawasan  kualitas BBM secara ketat. Lebih lanjut, Irto mengimbau agar masyarakat  membeli BBM di lembaga penyalur resmi, seperti SPBU dan Pertashop.</description><content:encoded>JAKARTA &amp;ndash; Viral warna Pertalite yang dulu dan sekarang berbeda. Di media sosial Facebook terdapat sebuah unggahan foto yang membandingkan warna Pertalite dulu dan sekarang.
Dalam unggahan tersebut, pengguna Facebook melampirkan foto perbedaan warna Pertalite, satu berwarna hijau pekat, sedangkan satu lagi hijau agak terang. Meskipun demikian, dinarasikan bensin yang ada di dalam foto itu disebut-sebut adalah Pertalite. Masih dari unggahan tersebut juga disebutkan BBM Pertalite makin boros.
BACA JUGA:Harga BBM Swasta Turun saat Pertalite Naik, Ini Daftar Terbaru Harga BBM di Indonesia

PT Pertamina (Persero) membantah warna yang terdapat pada Pertalite menyebabkan keborosan penggunaan bahan bakar minyak (BBM) jenis tersebut. Bantahan itu disampaikan Pertamina untuk menjawab hoax yang beredar belakangan ini tentang perbedaan warna Pertalite dulu dan sekarang.
Menanggapi foto tersebut, Corporate Secretary PT Pertamina Patra Niaga, Irto Ginting mengatakan bahwa perbedaan warna pada BBM tidak ada kaitannya dengan boros atau tidaknya penggunaan BBM.
&quot;Warna yang diberikan pada BBM hanya untuk pembeda, tidak ada kaitannya dengan boros tidaknya dalam penggunaan BBM,&quot; kata Irto, Senin (26/9/2022).
BACA JUGA:Muncul Usulan Subsidi Tertutup untuk Pertalite Dibanding Pembatasan, Masyarakat Setuju?

Irto pun memastikan, Pertamina tidak mengubah kualitas Pertalite yang merupakan BBM jenis RON90. Pertalite yang dipasarkan melalui lembaga penyalur resmi di Indonesia sesuai dengan Keputusan Dirjen Migas Nomor 0486.K/10/DJM.S/2017 tentang Standar dan Mutu (Spesifikasi) Bahan Bakar Minyak Jenis Bensin 90 Yang Dipasarkan Di Dalam Negeri.
Batasan dalam spesifikasi Dirjen Migas yang menunjukkan tingkat penguapan pada suhu kamar di antaranya adalah parameter Reid Vapour Pressure (RVP). Saat ini hasil uji RVP dari Pertalite yang disalurkan dari Terminal Bahan Bakar Minyak (TBBM) Pertamina masih dalam batasan yang diizinkan, yaitu dalam rentang 45-69 kPa (Kilopascal),&quot; ucapnya.
Irto membeberkan warna yang diberikan pada BBM hanya untuk pembeda saja. Misalnya, warna BBM Pertalite hijau sementara Pertamax biru. Menurutnya rupa warna dari suatu BBM tidak ada kaitannya dengan boros atau tidaknya BBM.
&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;340&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMi8wOS8xNi80LzE1MzMyNS8wLw==&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;Menurut dia, warna asli BBM justru adalah bening. Pihaknya  menambahkan zat pewarna pada BBM hanya bertujuan agar masyarakat umum  dapat membedakan jenis-jenis BBM yang digunakan.
&quot;Warna yang diberikan pada BBM hanya untuk pembeda, tidak ada kaitannya dengan boros tidaknya dalam penggunaan BBM,&quot; bebernya.
Dia kembali menegaskan zat pewarna yang dicampurkan ke dalam BBM sama sekali tidak mempengaruhi performa atau kualitas BBM.
&quot;Zat pewarna ini tidak berpengaruh terhadap performa atau kualitas atau spesifikasi BBM,&quot; kata dia.
Sebagaimana diketahui, netizen di media sosial mengeluhkan bahwa  tangki bahan bakar kendaraan mereka lebih cepat habis alias boros. Pada  sebelumnya, netizen di berbagai media sosial menyatakan, sejak harganya  naik mereka harus membeli lebih banyak Pertalite untuk menempuh jarak  yang sama.
Hal itu juga sudah ditanggapi pihak Pertamina melalui Irto. Irto  menegaskan bahwa kualitas Pertalite yang dipasarkan melalui lembaga  penyalur resmi sudah sesuai dengan Keputusan Dirjen Migas Nomor  0486.K/10/DJM.S/2017 tentang Standar dan Mutu (Spesifikasi) Bahan Bakar  Minyak Jenis Bensin 90 Yang Dipasarkan di Dalam Negeri.
&amp;ldquo;Batasan dalam spesifikasi Dirjen Migas yang menunjukkan tingkat  penguapan pada suhu kamar di antaranya adalah parameter Reid Vapour  Pressure (RVP),&amp;rdquo; kata Irto.
&amp;ldquo;Saat ini hasil uji RVP dari Pertalite yang disalurkan dari Terminal  Bahan Bakar Minyak (TBBM) Pertamina masih dalam batasan yang diizinkan,  yaitu dalam rentang 45-69 kPa (Kilopascal),&amp;rdquo; sambungnya.
Irto juga menegaskan bahwa pihaknya terus melakukan pengawasan  kualitas BBM secara ketat. Lebih lanjut, Irto mengimbau agar masyarakat  membeli BBM di lembaga penyalur resmi, seperti SPBU dan Pertashop.</content:encoded></item></channel></rss>
