<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Terungkap! Harta Karun di Blok Andaman Terbesar di Dunia</title><description>Terungkap harta karun di Blok Andaman adalah yang terbesar di dunia.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2022/09/26/320/2674871/terungkap-harta-karun-di-blok-andaman-terbesar-di-dunia</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2022/09/26/320/2674871/terungkap-harta-karun-di-blok-andaman-terbesar-di-dunia"/><item><title>Terungkap! Harta Karun di Blok Andaman Terbesar di Dunia</title><link>https://economy.okezone.com/read/2022/09/26/320/2674871/terungkap-harta-karun-di-blok-andaman-terbesar-di-dunia</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2022/09/26/320/2674871/terungkap-harta-karun-di-blok-andaman-terbesar-di-dunia</guid><pubDate>Senin 26 September 2022 09:44 WIB</pubDate><dc:creator>Rizky Fauzan</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2022/09/26/320/2674871/terungkap-harta-karun-di-blok-andaman-terbesar-di-dunia-xaPLinBy7K.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Harta karun di blok andaman (Foto: Reuters)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2022/09/26/320/2674871/terungkap-harta-karun-di-blok-andaman-terbesar-di-dunia-xaPLinBy7K.jpg</image><title>Harta karun di blok andaman (Foto: Reuters)</title></images><description>JAKARTA &amp;ndash; Terungkap harta karun di Blok Andaman adalah yang terbesar di dunia. Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas) bersama dengan operator Blok Andaman II Premier Oil masih mengurungkan untuk mengutarakan terkait potensi sumber daya gas yang terkandung di wilayah kerja lepas pantai Aceh itu.
Seperti diketahui, data awal yang dipegang Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) memperkirakan potensi sumber daya gas pada blok Andaman II berada di kisaran 6 triliun kaki kubik atau trilliun cubic feet (TCF).
BACA JUGA:Proyek Blok Masela dan IDD Dipastikan Molor 2 Tahun 

Sikap itu belakangan muncul setelah induk perusahaan Premier Oil, Harbour Energy Company mengkhawatirkan karakteristik dari reservoir sumur eksplorasi Timpan-1 yang meleset dari perkiraan awal perusahaan. Kendati blok itu lebih dahulu digadang-gadang bakal menjadi penemuan raksasa lapangan gas baru di Indonesia saat ini.
Deputi Perencanaan SKK Migas Benny Lubiantara mengatakan bahwa lembaganya bersama dengan operator blok terkait bakal mendorong pengeboran eksplorasi untuk sumur kedua awal tahun depan.
Harapannya pengeboran eksplorasi untuk pembuktian potensi sumber daya dapat dilakukan hingga tiga sumur sebelum rencana pengembangan lapangan atau plant of development (PoD) lebih lanjut itu disetujui.
BACA JUGA:RI Lelang Blok Migas Besar-besaran, Siapa yang Minat?

&quot;Supaya tidak seperti Blok Sakakemang yang baru satu sumur langsung buru-buru begitu ya, Andaman coba tunggu satu sumur lagi lah, memang Andaman ini tidak mau gembar-gembor dulu,&amp;rdquo; kata Benny di Jakarta, dikutip Senin (26/9/2022).
Dia menuturkan, pengumuman awal Harbour Energy terkait dengan kualitas reservoir yang tidak sesuai dengan ekspektasi perusahaan pada Sumur Timpan-1 belum dapat mengonfirmasi potensi sumber daya gas yang terkandung pada keseluruhan blok tersebut.
&quot;Baru setelah ngebor berikutnya baru kita ngomong, kalau satu sumur ngga berani kita. Dua sumur lagi cukuplah kita umumkan, kalau dulu Sakakemang itu dua sumur cukup kemarin,&amp;rdquo; tuturnya.
&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;340&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMi8wOS8xNi80LzE1MzMyNC8wLw==&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;Berdasarkan pengujian awal, sumur Timpan-1 pada kedalaman air 4.245  kaki itu berhasil mengalirkan gas sebesar 27 juta kaki kubik per hari  (MMSCFD) dan 1.884 barel kondensat per hari (BOPD).
Premier Oil Andaman Ltd. belakangan melakukan studi evaluasi post  drill untuk menentukan langkah eksplorasi selanjutnya dalam usaha  mengkomersialisasikan penemuan itu di lepas pantai cekungan Sumatra  Utara.
Seperti diberitakan sebelumnya, Harbour Energy mengkhawatirkan  karakteristik dari reservoir sumur eksplorasi Timpan-1 yang meleset dari  perkiraan awal perusahaan. Pengumuman awal itu, oleh sebagian analis  diperkirakan bakal mengungkit keekonomian proyek lantaran bebatuan yang  terlalu rapat untuk mengangkut gas dari lapangan tersebut.
&amp;ldquo;Pada sisi yang lebih mengkhawatirkan, permeabilitas berada di bawah  dari ekspektasi yang berarti kualitas dari reservoir pada lokasi itu  tidak begitu baik seperti yang diharapkan,&amp;rdquo; kata CEO dan Direktur  Harbour Energy Linda Zarda Cook.
Linda mengatakan perusahaan bakal melakukan kegiatan seismik 3D pada  bagian timur Blok Andaman II yang akan berlanjut pada upaya pengeboran  dua hingga tiga sumur eksplorasi tahun depan.
&amp;ldquo;Dengan dukungan mitra, kami telah sepakat untuk melakukan seismik 3 D  pada bagian timur Andaman II dan berupaya melanjutkan pengeboran dua  hingga tiga sumur eksplorasi,&amp;rdquo; ungkapnya.</description><content:encoded>JAKARTA &amp;ndash; Terungkap harta karun di Blok Andaman adalah yang terbesar di dunia. Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas) bersama dengan operator Blok Andaman II Premier Oil masih mengurungkan untuk mengutarakan terkait potensi sumber daya gas yang terkandung di wilayah kerja lepas pantai Aceh itu.
Seperti diketahui, data awal yang dipegang Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) memperkirakan potensi sumber daya gas pada blok Andaman II berada di kisaran 6 triliun kaki kubik atau trilliun cubic feet (TCF).
BACA JUGA:Proyek Blok Masela dan IDD Dipastikan Molor 2 Tahun 

Sikap itu belakangan muncul setelah induk perusahaan Premier Oil, Harbour Energy Company mengkhawatirkan karakteristik dari reservoir sumur eksplorasi Timpan-1 yang meleset dari perkiraan awal perusahaan. Kendati blok itu lebih dahulu digadang-gadang bakal menjadi penemuan raksasa lapangan gas baru di Indonesia saat ini.
Deputi Perencanaan SKK Migas Benny Lubiantara mengatakan bahwa lembaganya bersama dengan operator blok terkait bakal mendorong pengeboran eksplorasi untuk sumur kedua awal tahun depan.
Harapannya pengeboran eksplorasi untuk pembuktian potensi sumber daya dapat dilakukan hingga tiga sumur sebelum rencana pengembangan lapangan atau plant of development (PoD) lebih lanjut itu disetujui.
BACA JUGA:RI Lelang Blok Migas Besar-besaran, Siapa yang Minat?

&quot;Supaya tidak seperti Blok Sakakemang yang baru satu sumur langsung buru-buru begitu ya, Andaman coba tunggu satu sumur lagi lah, memang Andaman ini tidak mau gembar-gembor dulu,&amp;rdquo; kata Benny di Jakarta, dikutip Senin (26/9/2022).
Dia menuturkan, pengumuman awal Harbour Energy terkait dengan kualitas reservoir yang tidak sesuai dengan ekspektasi perusahaan pada Sumur Timpan-1 belum dapat mengonfirmasi potensi sumber daya gas yang terkandung pada keseluruhan blok tersebut.
&quot;Baru setelah ngebor berikutnya baru kita ngomong, kalau satu sumur ngga berani kita. Dua sumur lagi cukuplah kita umumkan, kalau dulu Sakakemang itu dua sumur cukup kemarin,&amp;rdquo; tuturnya.
&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;340&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMi8wOS8xNi80LzE1MzMyNC8wLw==&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;Berdasarkan pengujian awal, sumur Timpan-1 pada kedalaman air 4.245  kaki itu berhasil mengalirkan gas sebesar 27 juta kaki kubik per hari  (MMSCFD) dan 1.884 barel kondensat per hari (BOPD).
Premier Oil Andaman Ltd. belakangan melakukan studi evaluasi post  drill untuk menentukan langkah eksplorasi selanjutnya dalam usaha  mengkomersialisasikan penemuan itu di lepas pantai cekungan Sumatra  Utara.
Seperti diberitakan sebelumnya, Harbour Energy mengkhawatirkan  karakteristik dari reservoir sumur eksplorasi Timpan-1 yang meleset dari  perkiraan awal perusahaan. Pengumuman awal itu, oleh sebagian analis  diperkirakan bakal mengungkit keekonomian proyek lantaran bebatuan yang  terlalu rapat untuk mengangkut gas dari lapangan tersebut.
&amp;ldquo;Pada sisi yang lebih mengkhawatirkan, permeabilitas berada di bawah  dari ekspektasi yang berarti kualitas dari reservoir pada lokasi itu  tidak begitu baik seperti yang diharapkan,&amp;rdquo; kata CEO dan Direktur  Harbour Energy Linda Zarda Cook.
Linda mengatakan perusahaan bakal melakukan kegiatan seismik 3D pada  bagian timur Blok Andaman II yang akan berlanjut pada upaya pengeboran  dua hingga tiga sumur eksplorasi tahun depan.
&amp;ldquo;Dengan dukungan mitra, kami telah sepakat untuk melakukan seismik 3 D  pada bagian timur Andaman II dan berupaya melanjutkan pengeboran dua  hingga tiga sumur eksplorasi,&amp;rdquo; ungkapnya.</content:encoded></item></channel></rss>
