<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Harga Minyak Dunia Naik Usai Sentuh Level Terendah</title><description>Harga minyak dunia naik tipis pada perdagangan awal pekan, Senin (26/3/2022).</description><link>https://economy.okezone.com/read/2022/09/26/320/2674881/harga-minyak-dunia-naik-usai-sentuh-level-terendah</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2022/09/26/320/2674881/harga-minyak-dunia-naik-usai-sentuh-level-terendah"/><item><title>Harga Minyak Dunia Naik Usai Sentuh Level Terendah</title><link>https://economy.okezone.com/read/2022/09/26/320/2674881/harga-minyak-dunia-naik-usai-sentuh-level-terendah</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2022/09/26/320/2674881/harga-minyak-dunia-naik-usai-sentuh-level-terendah</guid><pubDate>Senin 26 September 2022 10:00 WIB</pubDate><dc:creator>Dinar Fitra Maghiszha</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2022/09/26/320/2674881/harga-minyak-dunia-naik-usai-sentuh-level-terendah-eV3wngB1I8.jpeg" expression="full" type="image/jpeg">Harga minyak dunia naik (Foto: Ilustrasi Shutterstock)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2022/09/26/320/2674881/harga-minyak-dunia-naik-usai-sentuh-level-terendah-eV3wngB1I8.jpeg</image><title>Harga minyak dunia naik (Foto: Ilustrasi Shutterstock)</title></images><description>JAKARTA - Harga minyak dunia naik tipis pada perdagangan awal pekan, Senin (26/3/2022). Harga minyak dunia sempat merosot ke posisi terendah selama delapan bulan terakhir.
Harga minyak dunia terbebani oleh melonjaknya dolar AS dan kekhawatiran pasar terhadap kenaikan suku bunga yang ditakutkan akan memicu resesi dan memukul permintaan bahan bakar.
BACA JUGA:Harga Minyak Dunia Turun ke Level Terendah Sejak Januari

Data perdagangan hingga pukul 09:41 WIB menunjukkan minyak Brent di Intercontinental Exchange (ICE) untuk kontrak November tumbuh 0,43% menjadi USD86,50 per barel. Sedangkan minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) di New York Mercantile Exchange (NYMEX) untuk pengiriman November tumbuh 0,48% sebesar USD79,12 per barel.
Indeks dolar dalam beberapa hari terakhir ini telah melonjak ke level tertinggi barunya dalam 20 tahun terakhir. Hal ini membuat harga minyak mentah yang ditransaksikan menggunakan dolar menjadi lebih mahal, sehingga dikhawatirkan mengurangi permintaan di pasaran.
BACA JUGA:Harga Minyak Balik Menguat, Brent Jadi USD90,4/Barel

Sejumlah analis menilai minyak mentah perlu mendapat dukungan sentimen baru, karena Rusia baru-baru ini telah memperkuat pasukan untuk memulai eskalasi militer di Ukraina. Adapun sanksi Uni Eropa terhadap minyak Rusia akan mulai berlaku pada bulan Desember.
&quot;Ini benar-benar tanda tanya besar bagi pasar minyak dalam beberapa kuartal ke depan. Permintaan diproyeksikan akan lemah yang terbebani sentimen sanksi Uni Eropa,&quot; kata analis Commonwealth Bank Vivek Dhar, dilansir Reuters, Senin (26/9/2022).
&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;340&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMi8wOS8xMy80LzE1MzE5OC8wLw==&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;Embargo ini akan mengosongkan pasokan Rusia di pasaran, sehingga  berpotensi membuat kelangkaan minyak, sekaligus dapat mendongkrak  harganya. Vivek memprediksi Brent dapat menembus level USD100 per barel  di kuartal keempat.
Volatilitas harga masih akan berlangsung menjelang pertemuan  organisasi negara pengekspor minyak bumi (OPEC) dan sekutunya pada 5  Oktober mendatang.
OPEC diperkirakan justru akan memangkas produksi mereka lantaran harga saat ini dinilai merugikan anggaran sejumlah anggotanya.</description><content:encoded>JAKARTA - Harga minyak dunia naik tipis pada perdagangan awal pekan, Senin (26/3/2022). Harga minyak dunia sempat merosot ke posisi terendah selama delapan bulan terakhir.
Harga minyak dunia terbebani oleh melonjaknya dolar AS dan kekhawatiran pasar terhadap kenaikan suku bunga yang ditakutkan akan memicu resesi dan memukul permintaan bahan bakar.
BACA JUGA:Harga Minyak Dunia Turun ke Level Terendah Sejak Januari

Data perdagangan hingga pukul 09:41 WIB menunjukkan minyak Brent di Intercontinental Exchange (ICE) untuk kontrak November tumbuh 0,43% menjadi USD86,50 per barel. Sedangkan minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) di New York Mercantile Exchange (NYMEX) untuk pengiriman November tumbuh 0,48% sebesar USD79,12 per barel.
Indeks dolar dalam beberapa hari terakhir ini telah melonjak ke level tertinggi barunya dalam 20 tahun terakhir. Hal ini membuat harga minyak mentah yang ditransaksikan menggunakan dolar menjadi lebih mahal, sehingga dikhawatirkan mengurangi permintaan di pasaran.
BACA JUGA:Harga Minyak Balik Menguat, Brent Jadi USD90,4/Barel

Sejumlah analis menilai minyak mentah perlu mendapat dukungan sentimen baru, karena Rusia baru-baru ini telah memperkuat pasukan untuk memulai eskalasi militer di Ukraina. Adapun sanksi Uni Eropa terhadap minyak Rusia akan mulai berlaku pada bulan Desember.
&quot;Ini benar-benar tanda tanya besar bagi pasar minyak dalam beberapa kuartal ke depan. Permintaan diproyeksikan akan lemah yang terbebani sentimen sanksi Uni Eropa,&quot; kata analis Commonwealth Bank Vivek Dhar, dilansir Reuters, Senin (26/9/2022).
&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;340&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMi8wOS8xMy80LzE1MzE5OC8wLw==&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;Embargo ini akan mengosongkan pasokan Rusia di pasaran, sehingga  berpotensi membuat kelangkaan minyak, sekaligus dapat mendongkrak  harganya. Vivek memprediksi Brent dapat menembus level USD100 per barel  di kuartal keempat.
Volatilitas harga masih akan berlangsung menjelang pertemuan  organisasi negara pengekspor minyak bumi (OPEC) dan sekutunya pada 5  Oktober mendatang.
OPEC diperkirakan justru akan memangkas produksi mereka lantaran harga saat ini dinilai merugikan anggaran sejumlah anggotanya.</content:encoded></item></channel></rss>
