<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Harga CPO Malaysia Anjlok Nyaris 7%</title><description>Harga minyak sawit mentah atau CPO Malaysia anjlok pada perdagangan siang hari ini, Senin (26/9/2022).</description><link>https://economy.okezone.com/read/2022/09/26/320/2675045/harga-cpo-malaysia-anjlok-nyaris-7</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2022/09/26/320/2675045/harga-cpo-malaysia-anjlok-nyaris-7"/><item><title>Harga CPO Malaysia Anjlok Nyaris 7%</title><link>https://economy.okezone.com/read/2022/09/26/320/2675045/harga-cpo-malaysia-anjlok-nyaris-7</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2022/09/26/320/2675045/harga-cpo-malaysia-anjlok-nyaris-7</guid><pubDate>Senin 26 September 2022 12:54 WIB</pubDate><dc:creator>Dinar Fitra Maghiszha</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2022/09/26/320/2675045/harga-cpo-malaysia-anjlok-nyaris-7-JQaaVAeVTq.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Harga CPO Malaysia turun (Foto: Reuters)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2022/09/26/320/2675045/harga-cpo-malaysia-anjlok-nyaris-7-JQaaVAeVTq.jpg</image><title>Harga CPO Malaysia turun (Foto: Reuters)</title></images><description>JAKARTA - Harga minyak sawit mentah atau CPO Malaysia anjlok pada perdagangan siang hari ini, Senin (26/9/2022). Harga CPO turun di tengah kenaikan produksi sekaligus akibat menurunnya permintaan.
Data perdagangan di Bursa Malaysia Derivatives Berhad (BMD) hingga pukul 11:37 WIB menunjukkan kontrak CPO untuk pengiriman Desember tertekan 6,87%, menjadi MYR3.479 per ton, sementara kontrak November turun 6,81% di MYR3.457 per ton.
BACA JUGA:Mendag Zulhas: Tak Ada Penghapusan DMO Sawit

Penurunan ini juga mengikuti pelemahan harga minyak nabati saingan CPO, seperti harga minyak kedelai di Bursa Dalian China yang turun 3,28%, sedangkan kontrak CPO-nya juga ambrol 0,99%.
BACA JUGA:Menteri Perkebunan Malaysia: Pasar Global Masih Kekurangan Minyak Sawit

Sebagai catatan, volume persediaan CPO Malaysia meningkat pada akhir Agustus lalu di level tertinggi lebih dari dua tahun terakhir. Berdasarkan pengamatan Malaysian Palm Oil Association (MPOA, produksi tandan buah segar mengalami peningkatan menyusul puncak musim panen yang sedang berlangsung. Lebih jauh, masalah kekurangan tenaga kerja di sektor perkebungan juga menjadi perhatian industri.
&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;340&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMi8wNy8yOS80LzE1MTIyNS8wLw==&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;Sebelumnya, pengamat minyak sawit, Dorab Mistry memproyeksikan harga  CPO Malaysia bisa jatuh ke level MYR2.500 per ton pada akhir Desember  2022. Hal itu dinilai sebagai respons pasar terhadap peningkatan  produksi, penurunan permintaan, dan perlambatan ekonomi global.
Kendati demikian, data terbaru surveyor kargo Intertek Testing  Services menunjukkan volume ekspor CPO Malaysia naik 20,9% pada periode  1-25 September 2022, menjadi 1.168.627 ton, dari semula 966.655 ton,  sebagaimana diwartakan Reuters.
Dari dalam negeri, Gabungan Pengusaha Kelapa Sawit Indonesia (GAPKI)  sebelumnya memprediksi ekspor CPO RI akan meningkat pada paruh kedua  tahun ini, setelah adanya perpanjangan kebijakan penghapusan pungutan  ekspor.</description><content:encoded>JAKARTA - Harga minyak sawit mentah atau CPO Malaysia anjlok pada perdagangan siang hari ini, Senin (26/9/2022). Harga CPO turun di tengah kenaikan produksi sekaligus akibat menurunnya permintaan.
Data perdagangan di Bursa Malaysia Derivatives Berhad (BMD) hingga pukul 11:37 WIB menunjukkan kontrak CPO untuk pengiriman Desember tertekan 6,87%, menjadi MYR3.479 per ton, sementara kontrak November turun 6,81% di MYR3.457 per ton.
BACA JUGA:Mendag Zulhas: Tak Ada Penghapusan DMO Sawit

Penurunan ini juga mengikuti pelemahan harga minyak nabati saingan CPO, seperti harga minyak kedelai di Bursa Dalian China yang turun 3,28%, sedangkan kontrak CPO-nya juga ambrol 0,99%.
BACA JUGA:Menteri Perkebunan Malaysia: Pasar Global Masih Kekurangan Minyak Sawit

Sebagai catatan, volume persediaan CPO Malaysia meningkat pada akhir Agustus lalu di level tertinggi lebih dari dua tahun terakhir. Berdasarkan pengamatan Malaysian Palm Oil Association (MPOA, produksi tandan buah segar mengalami peningkatan menyusul puncak musim panen yang sedang berlangsung. Lebih jauh, masalah kekurangan tenaga kerja di sektor perkebungan juga menjadi perhatian industri.
&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;340&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMi8wNy8yOS80LzE1MTIyNS8wLw==&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;Sebelumnya, pengamat minyak sawit, Dorab Mistry memproyeksikan harga  CPO Malaysia bisa jatuh ke level MYR2.500 per ton pada akhir Desember  2022. Hal itu dinilai sebagai respons pasar terhadap peningkatan  produksi, penurunan permintaan, dan perlambatan ekonomi global.
Kendati demikian, data terbaru surveyor kargo Intertek Testing  Services menunjukkan volume ekspor CPO Malaysia naik 20,9% pada periode  1-25 September 2022, menjadi 1.168.627 ton, dari semula 966.655 ton,  sebagaimana diwartakan Reuters.
Dari dalam negeri, Gabungan Pengusaha Kelapa Sawit Indonesia (GAPKI)  sebelumnya memprediksi ekspor CPO RI akan meningkat pada paruh kedua  tahun ini, setelah adanya perpanjangan kebijakan penghapusan pungutan  ekspor.</content:encoded></item></channel></rss>
