<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Curhat Emak-Emak Pengguna Kompor Listrik: Sebenarnya Enggak Setuju tapi Mau Gak Mau</title><description>Curhat emak-emak yang terpaksa menggunakan kompor listrik.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2022/09/26/320/2675069/curhat-emak-emak-pengguna-kompor-listrik-sebenarnya-enggak-setuju-tapi-mau-gak-mau</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2022/09/26/320/2675069/curhat-emak-emak-pengguna-kompor-listrik-sebenarnya-enggak-setuju-tapi-mau-gak-mau"/><item><title>Curhat Emak-Emak Pengguna Kompor Listrik: Sebenarnya Enggak Setuju tapi Mau Gak Mau</title><link>https://economy.okezone.com/read/2022/09/26/320/2675069/curhat-emak-emak-pengguna-kompor-listrik-sebenarnya-enggak-setuju-tapi-mau-gak-mau</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2022/09/26/320/2675069/curhat-emak-emak-pengguna-kompor-listrik-sebenarnya-enggak-setuju-tapi-mau-gak-mau</guid><pubDate>Senin 26 September 2022 13:22 WIB</pubDate><dc:creator>Rizky Fauzan</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2022/09/26/320/2675069/curhat-emak-emak-pengguna-kompor-listrik-sebenarnya-enggak-setuju-tapi-mau-gak-mau-C3X9klCUMq.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Curhat emak-emak terpaksa pakai kompor listrik (Foto: Shutterstock)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2022/09/26/320/2675069/curhat-emak-emak-pengguna-kompor-listrik-sebenarnya-enggak-setuju-tapi-mau-gak-mau-C3X9klCUMq.jpg</image><title>Curhat emak-emak terpaksa pakai kompor listrik (Foto: Shutterstock)</title></images><description>JAKARTA - Curhat emak-emak yang terpaksa menggunakan kompor listrik. Saat ini program konversi kompor menggunakan LPG 3 kilogram menjadi kompor listrik terus digencarkan.
Adapun PLN sedang melakukan uji klinis konversi kompor LPG 3 kilogram menjadi kompor listrik untuk pelanggan PLN. Program yang tengah dicanangkan PLN menuai kritikan dari kalangan ibu rumah tangga.
BACA JUGA:Evaluasi Program Kompor Listrik, Begini Kata Dirut PLN

Zainab yang merupakan warga Kebon Jeruk, Jakarta Barat pengguna kompor listrik sejak tahun 2019 mau tidak mau menggunakan kompor listrik sebab keinginan anaknya yang menggantikan kompor gas dengan kompor listrik di dapur rumahnya.
&amp;ldquo;Sebagian besar enggak setuju, saya di rumah pakai 5500 VA, kalau PLN mati lampu ya bubar, di sini enggak ada kompor cadangan gas, lagi goreng eh mati, ya sudah biarin dulu sampai lembek (gorengannya),&amp;rdquo; kata Zainab saat dihubungi MNC Portal, Senin (26/9/2022).
BACA JUGA:Apakah Lebih Hemat Kompor Listrik atau Gas? Ini Perbandingannya

Zainab juga menjelaskan jika penggunaan gas LPG lebih praktis, dan pembelian gas LPG masih bisa dijangkau elemen masyarakat.
&quot;Ribet tapi ya mau gak mau, saya sering ngedumel ke anak saya, pas semua AC nyala, lagi masak nasi, si mbak juga masak, kadang ngejeglek tuh listriknya,&quot; ucapnya.
Dia juga membeberkan bahwa ketika masak menggunakan kompor listrik lebih rumit akibat  bedanya spesifikasi penggorengan dengan kompor gas.
&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;340&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMi8wOS8yMy80LzE1MzYxMy8wLw==&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;&quot;Saya orangnya suka memasak, kalau masak pakai kompor listrik itu khusus penggorengannya yang melengkung gitu,&quot; katanya.
&quot;Buat yang doyan masak ya mau gak mau, kalau gak doyan masak yah buat pajangan saja itu kompor listrik,&quot; tambahnya.
Sebagaimana diketahui, Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM)  Arifin Tasrif pun akhirnya angkat suara. Arifin mengakui bahwa  penggunaan kompor listrik membutuhkan kapasitas terpasang listrik yang  cukup besar, sehingga ini kemungkinan baru bisa digunakan oleh  masyarakat kelas menengah ke atas.
Oleh karena itu, pemerintah akan melakukan percobaan program konversi  LPG ke kompor listrik untuk masyarakat golongan menengah ke atas.
&quot;Jadi kalau yang sekarang diuji coba untuk masyarakat ya kita random,  tetapi memang yang sebetulnya bisa mengabsorb daya listrik tambahan  dengan bayar itu ya menengah ke atas kan, dan menengah ke atas itu kan  pada umumnya juga suka kan. Nah yang dicoba beberapa yang paket  percobaan itu suka atau nggak, kalau suka nanti kita lihat skemanya,&quot;  kata Arifin kepada wartawan saat ditemui di Gedung Kementerian ESDM.</description><content:encoded>JAKARTA - Curhat emak-emak yang terpaksa menggunakan kompor listrik. Saat ini program konversi kompor menggunakan LPG 3 kilogram menjadi kompor listrik terus digencarkan.
Adapun PLN sedang melakukan uji klinis konversi kompor LPG 3 kilogram menjadi kompor listrik untuk pelanggan PLN. Program yang tengah dicanangkan PLN menuai kritikan dari kalangan ibu rumah tangga.
BACA JUGA:Evaluasi Program Kompor Listrik, Begini Kata Dirut PLN

Zainab yang merupakan warga Kebon Jeruk, Jakarta Barat pengguna kompor listrik sejak tahun 2019 mau tidak mau menggunakan kompor listrik sebab keinginan anaknya yang menggantikan kompor gas dengan kompor listrik di dapur rumahnya.
&amp;ldquo;Sebagian besar enggak setuju, saya di rumah pakai 5500 VA, kalau PLN mati lampu ya bubar, di sini enggak ada kompor cadangan gas, lagi goreng eh mati, ya sudah biarin dulu sampai lembek (gorengannya),&amp;rdquo; kata Zainab saat dihubungi MNC Portal, Senin (26/9/2022).
BACA JUGA:Apakah Lebih Hemat Kompor Listrik atau Gas? Ini Perbandingannya

Zainab juga menjelaskan jika penggunaan gas LPG lebih praktis, dan pembelian gas LPG masih bisa dijangkau elemen masyarakat.
&quot;Ribet tapi ya mau gak mau, saya sering ngedumel ke anak saya, pas semua AC nyala, lagi masak nasi, si mbak juga masak, kadang ngejeglek tuh listriknya,&quot; ucapnya.
Dia juga membeberkan bahwa ketika masak menggunakan kompor listrik lebih rumit akibat  bedanya spesifikasi penggorengan dengan kompor gas.
&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;340&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMi8wOS8yMy80LzE1MzYxMy8wLw==&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;&quot;Saya orangnya suka memasak, kalau masak pakai kompor listrik itu khusus penggorengannya yang melengkung gitu,&quot; katanya.
&quot;Buat yang doyan masak ya mau gak mau, kalau gak doyan masak yah buat pajangan saja itu kompor listrik,&quot; tambahnya.
Sebagaimana diketahui, Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM)  Arifin Tasrif pun akhirnya angkat suara. Arifin mengakui bahwa  penggunaan kompor listrik membutuhkan kapasitas terpasang listrik yang  cukup besar, sehingga ini kemungkinan baru bisa digunakan oleh  masyarakat kelas menengah ke atas.
Oleh karena itu, pemerintah akan melakukan percobaan program konversi  LPG ke kompor listrik untuk masyarakat golongan menengah ke atas.
&quot;Jadi kalau yang sekarang diuji coba untuk masyarakat ya kita random,  tetapi memang yang sebetulnya bisa mengabsorb daya listrik tambahan  dengan bayar itu ya menengah ke atas kan, dan menengah ke atas itu kan  pada umumnya juga suka kan. Nah yang dicoba beberapa yang paket  percobaan itu suka atau nggak, kalau suka nanti kita lihat skemanya,&quot;  kata Arifin kepada wartawan saat ditemui di Gedung Kementerian ESDM.</content:encoded></item></channel></rss>
