<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Sri Mulyani Ungkap Anggaran Kesehatan Turun Jadi Rp99,2 Triliun</title><description>Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati mengumumkan bahwa realisasi anggaran kesehatan hingga turun 29,4% menjadi Rp99,2 triliun.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2022/09/26/320/2675341/sri-mulyani-ungkap-anggaran-kesehatan-turun-jadi-rp99-2-triliun</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2022/09/26/320/2675341/sri-mulyani-ungkap-anggaran-kesehatan-turun-jadi-rp99-2-triliun"/><item><title>Sri Mulyani Ungkap Anggaran Kesehatan Turun Jadi Rp99,2 Triliun</title><link>https://economy.okezone.com/read/2022/09/26/320/2675341/sri-mulyani-ungkap-anggaran-kesehatan-turun-jadi-rp99-2-triliun</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2022/09/26/320/2675341/sri-mulyani-ungkap-anggaran-kesehatan-turun-jadi-rp99-2-triliun</guid><pubDate>Senin 26 September 2022 17:52 WIB</pubDate><dc:creator>Antara</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2022/09/26/320/2675341/sri-mulyani-ungkap-anggaran-kesehatan-turun-jadi-rp99-2-triliun-CZn1gYAken.JPG" expression="full" type="image/jpeg">Sri Mulyani. (Foto: Okezone)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2022/09/26/320/2675341/sri-mulyani-ungkap-anggaran-kesehatan-turun-jadi-rp99-2-triliun-CZn1gYAken.JPG</image><title>Sri Mulyani. (Foto: Okezone)</title></images><description>JAKARTA - Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati mengumumkan bahwa realisasi anggaran kesehatan hingga 31 Agustus 2022 turun 29,4% menjadi Rp99,2 triliun dibandingkan periode yang sama tahun lalu sebesar Rp140,5 triliun.
&amp;ldquo;Anggaran kesehatan selama dua tahun berturut-turut mendominasi belanja kita, tahun ini sudah mulai mengalami normalisasi meski belanja untuk pandemi masih cukup menonjol,&amp;rdquo; katanya dalam Konferensi Pers APBN KiTA di Jakarta yang dikutip Antara, Senin (26/9/2022).
&amp;nbsp;BACA JUGA:Sri Mulyani Minta 8 BUMN Ini Diberi PMN Barang Milik Negara, Siapa Saja?
Dia menyebut penurunan realisasi anggaran kesehatan terjadi karena dipengaruhi oleh perkembangan pandemi Covid-19 yang sekarang semakin menurun dibandingkan tahun lalu saat terdapat lonjakan kasus varian Delta.
Adapun untuk anggaran kesehatan terdiri dari dua komposisi yaitu penanganan Covid-19 dan reguler atau menangani masalah kesehatan di luar Covid-19.
Dari total realisasi Rp99,2 triliun per Agustus 2022 sebesar Rp35,8 triliun di antaranya untuk penanganan Covid-19 sedangkan Rp63,3 triliun untuk reguler.
Dia merinci realisasi anggaran kesehatan jika dilihat per komponen terdiri atas belanja kementerian/lembaga (K/L) Rp77,62 triliun, non K/L Rp6,55 triliun serta Transfer ke Daerah dan Dana Desa (TKDD) Rp14,99 triliun.Kinerja belanja K/L utamanya didukung oleh Kemenkes yang sebesar Rp71 triliun untuk penyaluran PBI JKN Rp28,2 triliun bagi 94,3 juta jiwa dan penggantian klaim pelayanan pasien Covid-19 Rp23,4 triliun.
Diketahui, anggaran kesehatan yang masuk dalam belanja K/L Rp77,62 triliun meliputi Kemenkes Rp71 triliun, BPOM Rp1,2 triliun, BKKBN Rp2,1 triliun, Polri Rp1,6 triliun, Kemenhan Rp1,2 triliun dan BNPB Rp0,5 triliun.
Untuk belanja non K/L dilakukan bagi pembayaran jaminan kesehatan PNS/TNI/Polri Rp6,2 triliun serta subsidi pajak ditanggung pemerintah (DTP) kesehatan Rp197,6 miliar.
Sementara kinerja TKD utamanya untuk BOK/BOKB Rp6,6 triliun dan Dana Desa penanganan Covid-19 Rp4 triliun.</description><content:encoded>JAKARTA - Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati mengumumkan bahwa realisasi anggaran kesehatan hingga 31 Agustus 2022 turun 29,4% menjadi Rp99,2 triliun dibandingkan periode yang sama tahun lalu sebesar Rp140,5 triliun.
&amp;ldquo;Anggaran kesehatan selama dua tahun berturut-turut mendominasi belanja kita, tahun ini sudah mulai mengalami normalisasi meski belanja untuk pandemi masih cukup menonjol,&amp;rdquo; katanya dalam Konferensi Pers APBN KiTA di Jakarta yang dikutip Antara, Senin (26/9/2022).
&amp;nbsp;BACA JUGA:Sri Mulyani Minta 8 BUMN Ini Diberi PMN Barang Milik Negara, Siapa Saja?
Dia menyebut penurunan realisasi anggaran kesehatan terjadi karena dipengaruhi oleh perkembangan pandemi Covid-19 yang sekarang semakin menurun dibandingkan tahun lalu saat terdapat lonjakan kasus varian Delta.
Adapun untuk anggaran kesehatan terdiri dari dua komposisi yaitu penanganan Covid-19 dan reguler atau menangani masalah kesehatan di luar Covid-19.
Dari total realisasi Rp99,2 triliun per Agustus 2022 sebesar Rp35,8 triliun di antaranya untuk penanganan Covid-19 sedangkan Rp63,3 triliun untuk reguler.
Dia merinci realisasi anggaran kesehatan jika dilihat per komponen terdiri atas belanja kementerian/lembaga (K/L) Rp77,62 triliun, non K/L Rp6,55 triliun serta Transfer ke Daerah dan Dana Desa (TKDD) Rp14,99 triliun.Kinerja belanja K/L utamanya didukung oleh Kemenkes yang sebesar Rp71 triliun untuk penyaluran PBI JKN Rp28,2 triliun bagi 94,3 juta jiwa dan penggantian klaim pelayanan pasien Covid-19 Rp23,4 triliun.
Diketahui, anggaran kesehatan yang masuk dalam belanja K/L Rp77,62 triliun meliputi Kemenkes Rp71 triliun, BPOM Rp1,2 triliun, BKKBN Rp2,1 triliun, Polri Rp1,6 triliun, Kemenhan Rp1,2 triliun dan BNPB Rp0,5 triliun.
Untuk belanja non K/L dilakukan bagi pembayaran jaminan kesehatan PNS/TNI/Polri Rp6,2 triliun serta subsidi pajak ditanggung pemerintah (DTP) kesehatan Rp197,6 miliar.
Sementara kinerja TKD utamanya untuk BOK/BOKB Rp6,6 triliun dan Dana Desa penanganan Covid-19 Rp4 triliun.</content:encoded></item></channel></rss>
