<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Jatuh Tempo, PP Properti Lunasi Utang Rp2,5 Triliun</title><description>PT PP Properti Tbk (PPRO) melunasi pembayaran atas hutang jatuh tempo di tahun 2022 dengan nilai sekitar Rp2,5 triliun.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2022/09/27/278/2675645/jatuh-tempo-pp-properti-lunasi-utang-rp2-5-triliun</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2022/09/27/278/2675645/jatuh-tempo-pp-properti-lunasi-utang-rp2-5-triliun"/><item><title>Jatuh Tempo, PP Properti Lunasi Utang Rp2,5 Triliun</title><link>https://economy.okezone.com/read/2022/09/27/278/2675645/jatuh-tempo-pp-properti-lunasi-utang-rp2-5-triliun</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2022/09/27/278/2675645/jatuh-tempo-pp-properti-lunasi-utang-rp2-5-triliun</guid><pubDate>Selasa 27 September 2022 10:06 WIB</pubDate><dc:creator>Viola Triamanda</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2022/09/27/278/2675645/jatuh-tempo-pp-properti-lunasi-utang-rp2-5-triliun-dNrg0Uo11N.jpg" expression="full" type="image/jpeg">PPRO lunasi utang (Foto: Shutterstock)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2022/09/27/278/2675645/jatuh-tempo-pp-properti-lunasi-utang-rp2-5-triliun-dNrg0Uo11N.jpg</image><title>PPRO lunasi utang (Foto: Shutterstock)</title></images><description>JAKARTA - PT PP Properti Tbk (PPRO) melunasi pembayaran atas hutang jatuh tempo di tahun 2022 dengan nilai sekitar Rp2,5 triliun yang terdiri dari Obligasi, MTN, dan Perbankan.
&amp;ldquo;PPRO tetap berkomitmen dalam menyelesaikan kewajiban jatuh tempo senilai Rp2,5 triliun untuk tetap menjaga kepercayaan dari Investor, dan kami yakin dapat mencapai target performance Perusahaan seiring dengan membaiknya industri properti di tahun 2022 dan 2023&amp;rdquo;, ujar Deni Budiman selaku Direktur Keuangan melalui pernyataan resmi yang dikutip oleh MPI, Selasa 26/9/22.
BACA JUGA:Realisasi Capex PP Properti (PPRO) Rp97,5 Miliar di Semester I-2022

Dia melanjutkan bahwa hal tersebut ditandai dengan terbitnya hasil Annual Review pada bulan Agustus 2022 oleh PT Pemeringkat Efek Indonesia (Pefindo) yang menegaskan peringkat &quot;idBBB-&quot; untuk PT PP Properti Tbk (PPRO) serta obligasi yang beredar memiliki outlook &quot;stabil&quot;.
Dalam hal pengembangan produk, PPRO selektif dengan menyesuaikan minat masyarakat dan serapan pasar. Oleh karena itu, PPRO akan segera menyelesaikan project carry over yang marketing salesnya sudah mencapai 70%.
BACA JUGA:PP Presisi Raup Laba Bersih hingga Rp89,9 Miliar

PPRO pun akan menyesuaikan dan memenuhi kebutuhan konsumen, di mana salah satunya dengan berupaya menyediakan apartemen yang sudah dilengkapi oleh peralatan rumah atau full furnished.
Namun demikian, PPRO tidak terlalu agresif dan tetap menjaga prinsip kehati-hatian dalam melakukan pengembangannya, dengan selektif terhadap obyek yang memiliki market potensial besar. Industri properti yang saat ini sangat terpengaruh oleh kondisi global, seperti covid-19, kenaikan suku bunga, serta insentif yang diberikan oleh Pemerintah.
Di sisi lain, PPRO juga terus melakukan review &amp;amp; remodelling terhadap obyek yang belum terserap market dengan baik. Atas obyek tersebut, PPRO menunggu momentum yang tepat saat kebangkitan industri properti pada titik tersebut sudah terlihat bangkit.
&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;340&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMC8xMS8xMS82Ny8xMjQzOTcvMC8=&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;Fokus pengembangan PPRO ke depan adalah pengembangan landed house,  student apartment, pengembangan kawasan Transyogi Cibubur, dan juga  pengembangan ke depan mengutamakan kerjasama.
&amp;ldquo;Saat ini, aktivitas pembelajaraan di kampus sudah mulai offline dan  terjadi peningkatan permintaan di area tersebut, dan kami akan memenuhi  kebutuhan permintaan tersebut yang disesuaikan dengan kebutuhan serapan  market, dimana market membutuhkan apartemen yang sudah full furnished,&quot;  ujar Deni Budiman.
Lebih lanjut, sampai dengan September 2022, diperkirakan PPRO dapat  membukukan prapenjualan atau marketing sales sekitar Rp700 miliar.
&amp;ldquo;Jumlah tersebut telah mencapai 58% dari target marketing sales  Perusahaan sepanjang tahun 2022 yaitu sebesar Rp1,2 triliun,&amp;rdquo; lanjut  Deni.
Untuk informasi, Instrumen Hutang dalam bentuk Obligasi dan MTN yang  telah dilunasi PPRO terdiri dari Obligasi Berkelanjutan II PP Properti  Tahap II Tahun 2021 senilai Rp300 miliar yang jatuh tempo pada 15  Februari 2022, Obligasi Berkelanjutan I PP Properti Tahap II Tahun 2019  senilai Rp800 miliar yang jatuh tempo pada 22 Februari 2022 lalu,  Obligasi Berkelanjutan I PP Properti Tahap III Tahun 2019 senilai  Rp534,5 miliar yang jatuh tempo pada 19 Juli 2022, kemudian terdapat  juga Obligasi Berkelanjutan II PP Properti Tahap III Tahun 2021 senilai  Rp177 miliar yang jatuh tempo pada 12 September 2022 kemarin.
Selain itu, surat hutang jangka menengah (MTN) juga telah dibayar  oleh PPRO sebesar Rp120 miliar yang jatuh tempo pada 30 Juli 2022.</description><content:encoded>JAKARTA - PT PP Properti Tbk (PPRO) melunasi pembayaran atas hutang jatuh tempo di tahun 2022 dengan nilai sekitar Rp2,5 triliun yang terdiri dari Obligasi, MTN, dan Perbankan.
&amp;ldquo;PPRO tetap berkomitmen dalam menyelesaikan kewajiban jatuh tempo senilai Rp2,5 triliun untuk tetap menjaga kepercayaan dari Investor, dan kami yakin dapat mencapai target performance Perusahaan seiring dengan membaiknya industri properti di tahun 2022 dan 2023&amp;rdquo;, ujar Deni Budiman selaku Direktur Keuangan melalui pernyataan resmi yang dikutip oleh MPI, Selasa 26/9/22.
BACA JUGA:Realisasi Capex PP Properti (PPRO) Rp97,5 Miliar di Semester I-2022

Dia melanjutkan bahwa hal tersebut ditandai dengan terbitnya hasil Annual Review pada bulan Agustus 2022 oleh PT Pemeringkat Efek Indonesia (Pefindo) yang menegaskan peringkat &quot;idBBB-&quot; untuk PT PP Properti Tbk (PPRO) serta obligasi yang beredar memiliki outlook &quot;stabil&quot;.
Dalam hal pengembangan produk, PPRO selektif dengan menyesuaikan minat masyarakat dan serapan pasar. Oleh karena itu, PPRO akan segera menyelesaikan project carry over yang marketing salesnya sudah mencapai 70%.
BACA JUGA:PP Presisi Raup Laba Bersih hingga Rp89,9 Miliar

PPRO pun akan menyesuaikan dan memenuhi kebutuhan konsumen, di mana salah satunya dengan berupaya menyediakan apartemen yang sudah dilengkapi oleh peralatan rumah atau full furnished.
Namun demikian, PPRO tidak terlalu agresif dan tetap menjaga prinsip kehati-hatian dalam melakukan pengembangannya, dengan selektif terhadap obyek yang memiliki market potensial besar. Industri properti yang saat ini sangat terpengaruh oleh kondisi global, seperti covid-19, kenaikan suku bunga, serta insentif yang diberikan oleh Pemerintah.
Di sisi lain, PPRO juga terus melakukan review &amp;amp; remodelling terhadap obyek yang belum terserap market dengan baik. Atas obyek tersebut, PPRO menunggu momentum yang tepat saat kebangkitan industri properti pada titik tersebut sudah terlihat bangkit.
&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;340&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMC8xMS8xMS82Ny8xMjQzOTcvMC8=&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;Fokus pengembangan PPRO ke depan adalah pengembangan landed house,  student apartment, pengembangan kawasan Transyogi Cibubur, dan juga  pengembangan ke depan mengutamakan kerjasama.
&amp;ldquo;Saat ini, aktivitas pembelajaraan di kampus sudah mulai offline dan  terjadi peningkatan permintaan di area tersebut, dan kami akan memenuhi  kebutuhan permintaan tersebut yang disesuaikan dengan kebutuhan serapan  market, dimana market membutuhkan apartemen yang sudah full furnished,&quot;  ujar Deni Budiman.
Lebih lanjut, sampai dengan September 2022, diperkirakan PPRO dapat  membukukan prapenjualan atau marketing sales sekitar Rp700 miliar.
&amp;ldquo;Jumlah tersebut telah mencapai 58% dari target marketing sales  Perusahaan sepanjang tahun 2022 yaitu sebesar Rp1,2 triliun,&amp;rdquo; lanjut  Deni.
Untuk informasi, Instrumen Hutang dalam bentuk Obligasi dan MTN yang  telah dilunasi PPRO terdiri dari Obligasi Berkelanjutan II PP Properti  Tahap II Tahun 2021 senilai Rp300 miliar yang jatuh tempo pada 15  Februari 2022, Obligasi Berkelanjutan I PP Properti Tahap II Tahun 2019  senilai Rp800 miliar yang jatuh tempo pada 22 Februari 2022 lalu,  Obligasi Berkelanjutan I PP Properti Tahap III Tahun 2019 senilai  Rp534,5 miliar yang jatuh tempo pada 19 Juli 2022, kemudian terdapat  juga Obligasi Berkelanjutan II PP Properti Tahap III Tahun 2021 senilai  Rp177 miliar yang jatuh tempo pada 12 September 2022 kemarin.
Selain itu, surat hutang jangka menengah (MTN) juga telah dibayar  oleh PPRO sebesar Rp120 miliar yang jatuh tempo pada 30 Juli 2022.</content:encoded></item></channel></rss>
