<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Indeks Dolar AS Perkasa di Tengah Gejolak Mata Uang Inggris</title><description>Indeks dolar AS perkasa di tengah gejolak mata uang Inggris.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2022/09/27/320/2675559/indeks-dolar-as-perkasa-di-tengah-gejolak-mata-uang-inggris</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2022/09/27/320/2675559/indeks-dolar-as-perkasa-di-tengah-gejolak-mata-uang-inggris"/><item><title>Indeks Dolar AS Perkasa di Tengah Gejolak Mata Uang Inggris</title><link>https://economy.okezone.com/read/2022/09/27/320/2675559/indeks-dolar-as-perkasa-di-tengah-gejolak-mata-uang-inggris</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2022/09/27/320/2675559/indeks-dolar-as-perkasa-di-tengah-gejolak-mata-uang-inggris</guid><pubDate>Selasa 27 September 2022 07:18 WIB</pubDate><dc:creator>Shelma Rachmahyanti</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2022/09/27/320/2675559/indeks-dolar-as-perkasa-di-tengah-gejolak-mata-uang-inggris-whcSVwZTYg.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Indeks Dolar AS menguat (Foto: Ilustrasi Reuters)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2022/09/27/320/2675559/indeks-dolar-as-perkasa-di-tengah-gejolak-mata-uang-inggris-whcSVwZTYg.jpg</image><title>Indeks Dolar AS menguat (Foto: Ilustrasi Reuters)</title></images><description>JAKARTA &amp;ndash; Indeks dolar AS perkasa di tengah gejolak mata uang Inggris. Dolar terapresiasi secara tajam pada akhir perdagangan Senin (Selasa pagi WIB) karena berlanjutnya pelemahan pound Inggris.
Indeks dolar, yang mengukur greenback terhadap enam mata uang utama lainnya, melonjak 0,81% menjadi 114,1030, demikian dilansir Antara, Selasa (27/9/2022).
BACA JUGA:Dolar AS Mengamuk, Rupiah Anjlok ke Level Rp15.120/USD

Sterling jatuh lebih jauh pada Senin (26/9/2022) ke serendah USD1,035 rekor terlemah dan pasar opsi menunjukkan pedagang memperkirakan akan terus jatuh, setelah penurunan 3,6% pada Jumat (23/9/2022), karena investor terus bereaksi terhadap paket pemotongan pajak yang diumumkan oleh pemerintah Inggris.
BACA JUGA:Intip 2 Pekerjaan Paling Santai tapi Gajinya Ratusan Dolar AS

Pada Senin, Gubernur bank sentral Inggris (BOE) Andrew Bailey berusaha menenangkan pasar dengan mengatakan bank tidak akan ragu untuk menaikkan suku bunga sebanyak yang diperlukan untuk mengendalikan inflasi. Tetapi pernyataan itu tidak banyak membantu meningkatkan mata uang, yang merosot sesudahnya.
&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;340&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMi8wNy8xOC80LzE1MDc1MS8wLw==&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;Pada akhir perdagangan New York, euro turun menjadi USD0,9615 dari  USD0,9674 di sesi sebelumnya, dan pound Inggris turun menjadi USD1,0688  dari USD1,0847 di sesi sebelumnya. Dolar Australia turun menjadi  USD0,6459 dari USD0,6517.
Dolar AS dibeli 144,51 yen Jepang, lebih tinggi dari 143,35 yen  Jepang pada sesi sebelumnya. Dolar AS meningkat menjadi 0,9943 franc  Swiss dari 0,9828 franc Swiss, dan naik menjadi 1,3735 dolar Kanada dari  1,3604 dolar Kanada.</description><content:encoded>JAKARTA &amp;ndash; Indeks dolar AS perkasa di tengah gejolak mata uang Inggris. Dolar terapresiasi secara tajam pada akhir perdagangan Senin (Selasa pagi WIB) karena berlanjutnya pelemahan pound Inggris.
Indeks dolar, yang mengukur greenback terhadap enam mata uang utama lainnya, melonjak 0,81% menjadi 114,1030, demikian dilansir Antara, Selasa (27/9/2022).
BACA JUGA:Dolar AS Mengamuk, Rupiah Anjlok ke Level Rp15.120/USD

Sterling jatuh lebih jauh pada Senin (26/9/2022) ke serendah USD1,035 rekor terlemah dan pasar opsi menunjukkan pedagang memperkirakan akan terus jatuh, setelah penurunan 3,6% pada Jumat (23/9/2022), karena investor terus bereaksi terhadap paket pemotongan pajak yang diumumkan oleh pemerintah Inggris.
BACA JUGA:Intip 2 Pekerjaan Paling Santai tapi Gajinya Ratusan Dolar AS

Pada Senin, Gubernur bank sentral Inggris (BOE) Andrew Bailey berusaha menenangkan pasar dengan mengatakan bank tidak akan ragu untuk menaikkan suku bunga sebanyak yang diperlukan untuk mengendalikan inflasi. Tetapi pernyataan itu tidak banyak membantu meningkatkan mata uang, yang merosot sesudahnya.
&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;340&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMi8wNy8xOC80LzE1MDc1MS8wLw==&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;Pada akhir perdagangan New York, euro turun menjadi USD0,9615 dari  USD0,9674 di sesi sebelumnya, dan pound Inggris turun menjadi USD1,0688  dari USD1,0847 di sesi sebelumnya. Dolar Australia turun menjadi  USD0,6459 dari USD0,6517.
Dolar AS dibeli 144,51 yen Jepang, lebih tinggi dari 143,35 yen  Jepang pada sesi sebelumnya. Dolar AS meningkat menjadi 0,9943 franc  Swiss dari 0,9828 franc Swiss, dan naik menjadi 1,3735 dolar Kanada dari  1,3604 dolar Kanada.</content:encoded></item></channel></rss>
