<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Kabar Buruk dari Sri Mulyani: Ekonomi Dunia Dipastikan Resesi di 2023</title><description>Kabar buruk dari Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati. Dia mengungkapkan ekonomi dunia dipastikan resesi di 2023.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2022/09/27/320/2675582/kabar-buruk-dari-sri-mulyani-ekonomi-dunia-dipastikan-resesi-di-2023</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2022/09/27/320/2675582/kabar-buruk-dari-sri-mulyani-ekonomi-dunia-dipastikan-resesi-di-2023"/><item><title>Kabar Buruk dari Sri Mulyani: Ekonomi Dunia Dipastikan Resesi di 2023</title><link>https://economy.okezone.com/read/2022/09/27/320/2675582/kabar-buruk-dari-sri-mulyani-ekonomi-dunia-dipastikan-resesi-di-2023</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2022/09/27/320/2675582/kabar-buruk-dari-sri-mulyani-ekonomi-dunia-dipastikan-resesi-di-2023</guid><pubDate>Selasa 27 September 2022 08:08 WIB</pubDate><dc:creator>Michelle Natalia</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2022/09/27/320/2675582/kabar-buruk-dari-sri-mulyani-ekonomi-dunia-dipastikan-resesi-di-2023-Mk0PxRbbJI.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Kabar buruk dari Sri Mulyani (Foto: Okezone)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2022/09/27/320/2675582/kabar-buruk-dari-sri-mulyani-ekonomi-dunia-dipastikan-resesi-di-2023-Mk0PxRbbJI.jpg</image><title>Kabar buruk dari Sri Mulyani (Foto: Okezone)</title></images><description>JAKARTA &amp;ndash; Kabar buruk dari Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati. Dia mengungkapkan ekonomi dunia dipastikan resesi di 2023.
&quot;Resesi ini dipicu oleh banyak bank sentral negara di dunia yang secara bersamaan menaikkan suku bunga secara ekstrim. Hal ini kemudian memicu inflasi, yang kemudian membuat dunia pasti mengalami resesi di 2023,&quot; ungkap Sri di Jakarta, dikutip Selasa(27/9/2022).
BACA JUGA:Sri Mulyani Akui Rumit Buat Kebijakan di Tengah Perang hingga Melemahnya Ekonomi Dunia

Dia pun juga memantau Bank Sentral Amerika Serikat (AS) The Fed yang tentunya akan terus menaikkan suku bunga acuan hingga inflasi AS terkendali.
&quot;Suku bunga Inggris di 2,25%, naik 200 bps selama tahun 2022. AS sudah mencapai 3,25%, mereka menaikkan lagi 75 bps. Ini merespon bahwa inflasi 8,3% masih belum acceptable,&quot; tandasnya.
BACA JUGA:Ekonomi Dunia Dibayangi Stagflasi, Ekonom: Situasi Akan Sulit dan Berat

Sri juga menjelaskan kenaikan suku bunga juga terjadi di beberapa negara, contohnya Brazil yang menaikkan suku bunga hingga 13,7%, naik 450 bps selama 2022, dan suku bunga Indonesia sendiri saat ini berada di level 4,25%.
&quot;Pengetatan suku bunga yang dilakukan negara maju ini ditujukan untuk meredakan inflasi di negara mereka, dan kondisi ini diikuti oleh proyeksi pertumbuhan ekonomi global yang terkoreksi ke bawah,&quot; ucapnya.
&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;340&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMi8wOS8yNC80LzE1MzY4OS8wLw==&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;Performa perekonomian global, sebut dia, sudah nampak melemah  terlihat dari indikator Purchasing Managers' Index (PMI) atau indeks  manufaktur global yang menurun dari semula 51,1 menjadi 50,3 di Agustus  2022.
&quot;Namun bila dilihat pada negera G20 dan ASEAN-6, hanya sejumlah 24%  negara yang aktivitas PMI nya mengalami akselerasi dan ekspansi atau  meningkat dibandingkan dengan bulan sebelumnya. Sejumlah negara tersebut  termasuk Indonesia, Thailand, Filipina, Rusia, Vietnam, dan Arab  Saudi,&quot; paparnya.
Sri pun mencatat hanya 32% yaitu negara-negara seperti Amerika,  Jepang, India, Malaysia, Brazil Australia, Singapura, dan Afrika Selatan  yang performa PMI-nya mengalami perlambatan, atau kondisinya turun  levelnya dari bulan sebelumnya.
&quot;Dan bahkan 40% negara-negara ini, yaitu Eropa, Jerman, Italia,  Inggris, Korsel, Kanada, Meksiko, Spanyol, dan Turki, sekarang PMI sudah  masuk kepada level kontraksi. Artinya mayoritas melambat dan  kontraktif,&amp;rdquo; pungkas Sri.</description><content:encoded>JAKARTA &amp;ndash; Kabar buruk dari Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati. Dia mengungkapkan ekonomi dunia dipastikan resesi di 2023.
&quot;Resesi ini dipicu oleh banyak bank sentral negara di dunia yang secara bersamaan menaikkan suku bunga secara ekstrim. Hal ini kemudian memicu inflasi, yang kemudian membuat dunia pasti mengalami resesi di 2023,&quot; ungkap Sri di Jakarta, dikutip Selasa(27/9/2022).
BACA JUGA:Sri Mulyani Akui Rumit Buat Kebijakan di Tengah Perang hingga Melemahnya Ekonomi Dunia

Dia pun juga memantau Bank Sentral Amerika Serikat (AS) The Fed yang tentunya akan terus menaikkan suku bunga acuan hingga inflasi AS terkendali.
&quot;Suku bunga Inggris di 2,25%, naik 200 bps selama tahun 2022. AS sudah mencapai 3,25%, mereka menaikkan lagi 75 bps. Ini merespon bahwa inflasi 8,3% masih belum acceptable,&quot; tandasnya.
BACA JUGA:Ekonomi Dunia Dibayangi Stagflasi, Ekonom: Situasi Akan Sulit dan Berat

Sri juga menjelaskan kenaikan suku bunga juga terjadi di beberapa negara, contohnya Brazil yang menaikkan suku bunga hingga 13,7%, naik 450 bps selama 2022, dan suku bunga Indonesia sendiri saat ini berada di level 4,25%.
&quot;Pengetatan suku bunga yang dilakukan negara maju ini ditujukan untuk meredakan inflasi di negara mereka, dan kondisi ini diikuti oleh proyeksi pertumbuhan ekonomi global yang terkoreksi ke bawah,&quot; ucapnya.
&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;340&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMi8wOS8yNC80LzE1MzY4OS8wLw==&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;Performa perekonomian global, sebut dia, sudah nampak melemah  terlihat dari indikator Purchasing Managers' Index (PMI) atau indeks  manufaktur global yang menurun dari semula 51,1 menjadi 50,3 di Agustus  2022.
&quot;Namun bila dilihat pada negera G20 dan ASEAN-6, hanya sejumlah 24%  negara yang aktivitas PMI nya mengalami akselerasi dan ekspansi atau  meningkat dibandingkan dengan bulan sebelumnya. Sejumlah negara tersebut  termasuk Indonesia, Thailand, Filipina, Rusia, Vietnam, dan Arab  Saudi,&quot; paparnya.
Sri pun mencatat hanya 32% yaitu negara-negara seperti Amerika,  Jepang, India, Malaysia, Brazil Australia, Singapura, dan Afrika Selatan  yang performa PMI-nya mengalami perlambatan, atau kondisinya turun  levelnya dari bulan sebelumnya.
&quot;Dan bahkan 40% negara-negara ini, yaitu Eropa, Jerman, Italia,  Inggris, Korsel, Kanada, Meksiko, Spanyol, dan Turki, sekarang PMI sudah  masuk kepada level kontraksi. Artinya mayoritas melambat dan  kontraktif,&amp;rdquo; pungkas Sri.</content:encoded></item></channel></rss>
