<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Sempat Bergejolak, Indeks Dolar AS Ditutup Menguat</title><description>Indeks dolar AS sempat bergejolak dan ditutup menguat pada akhir perdagangan Selasa (Rabu pagi WIB).</description><link>https://economy.okezone.com/read/2022/09/28/320/2676345/sempat-bergejolak-indeks-dolar-as-ditutup-menguat</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2022/09/28/320/2676345/sempat-bergejolak-indeks-dolar-as-ditutup-menguat"/><item><title>Sempat Bergejolak, Indeks Dolar AS Ditutup Menguat</title><link>https://economy.okezone.com/read/2022/09/28/320/2676345/sempat-bergejolak-indeks-dolar-as-ditutup-menguat</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2022/09/28/320/2676345/sempat-bergejolak-indeks-dolar-as-ditutup-menguat</guid><pubDate>Rabu 28 September 2022 07:27 WIB</pubDate><dc:creator>Shelma Rachmahyanti</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2022/09/28/320/2676345/sempat-bergejolak-indeks-dolar-as-ditutup-menguat-EUiKu6SHkI.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Indeks Dolar AS menguat (Foto: Ilustrasi Shutterstock)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2022/09/28/320/2676345/sempat-bergejolak-indeks-dolar-as-ditutup-menguat-EUiKu6SHkI.jpg</image><title>Indeks Dolar AS menguat (Foto: Ilustrasi Shutterstock)</title></images><description>JAKARTA &amp;ndash; Indeks dolar AS sempat bergejolak dan ditutup menguat pada akhir perdagangan Selasa (Rabu pagi WIB). Greenback naik terhadap euro tetapi melemah terhadap pound Inggris dan yen Jepang dengan semua mata tertuju pada bank-bank sentral dan dampak pada pertumbuhan ekonomi dari upaya mereka untuk menjinakkan inflasi.
Melansir Antara, Rabu (28/9/2022), mata uang Sterling naik lebih dari 1% menjadi USD1,0837 namun ditutup naik 0,3%. Strerling telah jatuh ke rekor terendah pada Senin (26/9/2022). Euro turun 0,20% terhadap dolar di 0,96 dolar, dan dolar menguat 0,1% terhadap yen di 144,86. Itu tidak membantu indeks Wall Street juga mengalami sesi yang fluktuatif.
BACA JUGA:Bye-bye Dolar AS, Indonesia-Malaysia Lebih Pilih Mata Uang Lokal

Presiden Bank Federal Reserve Minneapolis Neel Kashkari mengatakan dalam wawancara WSJ Live pada Selasa (27/9/2022) bahwa Fed perlu terus melakukan pengetatan sampai memiliki bukti yang mendasari inflasi sedang menuju ke bawah, kemudian harus berhenti sejenak dan &quot;biarkan pengetatan berjalan melalui ekonomi&quot; untuk melihat apakah itu telah bekerja cukup.
Sebelumnya, Kepala Ekonom Bank Sentral Inggris (BoE) Huw Pill mengatakan BoE kemungkinan akan memberikan &quot;respons kebijakan yang signifikan&quot; terhadap pengumuman pemotongan pajak minggu lalu tetapi harus menunggu hingga pertemuan berikutnya pada November.
BACA JUGA:Tekan Balik Dolar AS, Rupiah Menguat ke Rp15.124/USD

&quot;Tidak ada penolakan oleh bank sentral meskipun gangguan pasar keuangan telah kita lihat. Pasar telah mencari semacam penyelamatan dan itu tidak datang, dari BoE atau dari The Fed. Itu membuat dolar masih menjadi tempat berlindung yang sangat menarik,&quot; kata Mazen Issa, ahli strategi senior valas di TD Securities di New York.
&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;340&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMi8wOC8wMy80LzE1MTQzMS8wLw==&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;Dan perdagangan minggu ini melibatkan &quot;sedikit kebisingan tambahan&quot;  karena investor juga mempersiapkan portofolio mereka untuk akhir  kuartal, menurut Issa.
Pergerakan Selasa (27/9/2022) ringan dibandingkan dengan kenaikan  signifikan dolar baru-baru ini. Euro masih tidak jauh di atas level  terendah lebih dari 20 tahun yang dicapai sehari sebelumnya, dan yen  baru saja turun dari level terendah 24 tahun pekan lalu sebelum otoritas  Jepang melakukan intervensi untuk memperkuat mata uang.</description><content:encoded>JAKARTA &amp;ndash; Indeks dolar AS sempat bergejolak dan ditutup menguat pada akhir perdagangan Selasa (Rabu pagi WIB). Greenback naik terhadap euro tetapi melemah terhadap pound Inggris dan yen Jepang dengan semua mata tertuju pada bank-bank sentral dan dampak pada pertumbuhan ekonomi dari upaya mereka untuk menjinakkan inflasi.
Melansir Antara, Rabu (28/9/2022), mata uang Sterling naik lebih dari 1% menjadi USD1,0837 namun ditutup naik 0,3%. Strerling telah jatuh ke rekor terendah pada Senin (26/9/2022). Euro turun 0,20% terhadap dolar di 0,96 dolar, dan dolar menguat 0,1% terhadap yen di 144,86. Itu tidak membantu indeks Wall Street juga mengalami sesi yang fluktuatif.
BACA JUGA:Bye-bye Dolar AS, Indonesia-Malaysia Lebih Pilih Mata Uang Lokal

Presiden Bank Federal Reserve Minneapolis Neel Kashkari mengatakan dalam wawancara WSJ Live pada Selasa (27/9/2022) bahwa Fed perlu terus melakukan pengetatan sampai memiliki bukti yang mendasari inflasi sedang menuju ke bawah, kemudian harus berhenti sejenak dan &quot;biarkan pengetatan berjalan melalui ekonomi&quot; untuk melihat apakah itu telah bekerja cukup.
Sebelumnya, Kepala Ekonom Bank Sentral Inggris (BoE) Huw Pill mengatakan BoE kemungkinan akan memberikan &quot;respons kebijakan yang signifikan&quot; terhadap pengumuman pemotongan pajak minggu lalu tetapi harus menunggu hingga pertemuan berikutnya pada November.
BACA JUGA:Tekan Balik Dolar AS, Rupiah Menguat ke Rp15.124/USD

&quot;Tidak ada penolakan oleh bank sentral meskipun gangguan pasar keuangan telah kita lihat. Pasar telah mencari semacam penyelamatan dan itu tidak datang, dari BoE atau dari The Fed. Itu membuat dolar masih menjadi tempat berlindung yang sangat menarik,&quot; kata Mazen Issa, ahli strategi senior valas di TD Securities di New York.
&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;340&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMi8wOC8wMy80LzE1MTQzMS8wLw==&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;Dan perdagangan minggu ini melibatkan &quot;sedikit kebisingan tambahan&quot;  karena investor juga mempersiapkan portofolio mereka untuk akhir  kuartal, menurut Issa.
Pergerakan Selasa (27/9/2022) ringan dibandingkan dengan kenaikan  signifikan dolar baru-baru ini. Euro masih tidak jauh di atas level  terendah lebih dari 20 tahun yang dicapai sehari sebelumnya, dan yen  baru saja turun dari level terendah 24 tahun pekan lalu sebelum otoritas  Jepang melakukan intervensi untuk memperkuat mata uang.</content:encoded></item></channel></rss>
