<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>RI Teken Kontrak Dagang Cangkang Kernel Kelapa Sawit dengan Jepang Rp2,07 Triliun</title><description>Indonesia teken kontrak dagang cangkang kernel kelapa sawit (palm kernel shell) senilai USD138,2 juta.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2022/09/28/320/2676508/ri-teken-kontrak-dagang-cangkang-kernel-kelapa-sawit-dengan-jepang-rp2-07-triliun</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2022/09/28/320/2676508/ri-teken-kontrak-dagang-cangkang-kernel-kelapa-sawit-dengan-jepang-rp2-07-triliun"/><item><title>RI Teken Kontrak Dagang Cangkang Kernel Kelapa Sawit dengan Jepang Rp2,07 Triliun</title><link>https://economy.okezone.com/read/2022/09/28/320/2676508/ri-teken-kontrak-dagang-cangkang-kernel-kelapa-sawit-dengan-jepang-rp2-07-triliun</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2022/09/28/320/2676508/ri-teken-kontrak-dagang-cangkang-kernel-kelapa-sawit-dengan-jepang-rp2-07-triliun</guid><pubDate>Rabu 28 September 2022 11:33 WIB</pubDate><dc:creator>Advenia Elisabeth</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2022/09/28/320/2676508/ri-teken-kontrak-dagang-cangkang-kernel-kelapa-sawit-dengan-jepang-rp2-07-triliun-y3GUiW05BV.jpg" expression="full" type="image/jpeg">RI teken kontrak dagang dengan Jepang (Foto: Okezone)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2022/09/28/320/2676508/ri-teken-kontrak-dagang-cangkang-kernel-kelapa-sawit-dengan-jepang-rp2-07-triliun-y3GUiW05BV.jpg</image><title>RI teken kontrak dagang dengan Jepang (Foto: Okezone)</title></images><description>JAKARTA - Indonesia teken kontrak dagang cangkang kernel kelapa sawit (palm kernel shell) senilai USD138,2 juta (setara Rp2,07 triliun) untuk kebutuhan energi terbarukan Jepang.
Kesepakatan ini dilakukan melalui pertemuan bisnis (business meeting) dan penandatanganan kesepakatan dagang antara Kementerian Perdagangan RI bersama Asosiasi Pengusaha Cangkang Sawit Indonesia (APCASI) beberapa waktu lalu.
BACA JUGA:Menteri Perkebunan Malaysia: Pasar Global Masih Kekurangan Minyak Sawit

&amp;ldquo;Pelaksanaan pertemuan bisnis ini merupakan langkah kongkret dan kolaborasi pemerintah RI bersama pemerintah pusat, perwakilan RI di Jepang, dan asosiasi dalam meningkatkan ekspor komoditas cangkang kernel kelapa sawit Indonesia ke Jepang. Indonesia merupakan salah satu negara penghasil komoditas cangkang kernel kelapa sawit. Pada 2021, sebesar 87,1% tujuan ekspor cangkang kernel kelapa sawit adalah negara Jepang,&quot; kata Direktur Jenderal Pengembangan Ekspor Nasional Didi Sumedi, dikutip dalam keterangan resminya, Rabu (28/9/2022).
Didi juga mengapresiasi dukungan serta kerja sama dari APCASI dan perwakilan dagang Jepang yang berkolaborasi bersama perwakilan RI di Jepang dalam meningkatkan ekspor energi terbarukan cangkang kernel kelapa sawit Indonesia ke Jepang.
BACA JUGA:Mendag Zulhas: Tak Ada Penghapusan DMO Sawit

Dubes RI untuk Jepang Heri Akhmadi menyampaikan, Indonesia merupakan &amp;ldquo;mitra alami&amp;rdquo; Jepang. Artinya, Indonesia dan Jepang sudah memiliki hubungan diplomatik sejak 1958. Jepang juga merupakan salah satu mitra dagang dan investor terbesar bagi Indonesia.
Dalam hal energi terbarukan, Pemerintah Jepang berkomitmen meningkatkan pembangunan pembangkit listrik yang bersumber dari bahan energi terbarukan sehingga memerlukan pasokan yang berkualitas dan stabil.
&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;340&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMi8wNy8yOS80LzE1MTIyNS8wLw==&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;&amp;ldquo;Indonesia sebagai penghasil cangkang kernel kelapa sawit terbesar  sangat mungkin untuk memenuhi permintaan produk tersebut di Jepang untuk  sumber energi biomassa. Sehingga, Indonesia dapat terus meningkatkan  perannya sebagai pemasok cangkang kernel kelapa sawit utama ke Jepang.  Pelaksanaan pertemuan bisnis ini juga dapat mendorong kerja sama bisnis  ke bisnis (business to business) dan meningkatkan ekspor Indonesia di  sektor energi terbarukan khususnya cangkang kernel kelapa sawit,&amp;rdquo; ungkap  Dubes Heri.
Ketua APCASI Dikki Akhmar menuturkan, potensi cangkang kernel kelapa  sawit Indonesia sangat besar. Pemerintah Indonesia telah mengupayakan  peningkatan daya saing melalui keberpihakan regulasi dan kebijakan yang  menjadikan harga cangkang kernel kelapa sawit ini sangat kompetitif  dibanding dengan negara lain.
&quot;Peluang investasi dan perdagangan produk turunan sawit untuk  biomassa tidak hanya berupa cangkang kernel kelapa sawit tetapi juga  beberapa alternatif lainnya seperti tandan sawit kosong (empty fruit  bunch) juga terbuka lebar bagi para perusahaan Jepang,&quot; tambah Dikki.</description><content:encoded>JAKARTA - Indonesia teken kontrak dagang cangkang kernel kelapa sawit (palm kernel shell) senilai USD138,2 juta (setara Rp2,07 triliun) untuk kebutuhan energi terbarukan Jepang.
Kesepakatan ini dilakukan melalui pertemuan bisnis (business meeting) dan penandatanganan kesepakatan dagang antara Kementerian Perdagangan RI bersama Asosiasi Pengusaha Cangkang Sawit Indonesia (APCASI) beberapa waktu lalu.
BACA JUGA:Menteri Perkebunan Malaysia: Pasar Global Masih Kekurangan Minyak Sawit

&amp;ldquo;Pelaksanaan pertemuan bisnis ini merupakan langkah kongkret dan kolaborasi pemerintah RI bersama pemerintah pusat, perwakilan RI di Jepang, dan asosiasi dalam meningkatkan ekspor komoditas cangkang kernel kelapa sawit Indonesia ke Jepang. Indonesia merupakan salah satu negara penghasil komoditas cangkang kernel kelapa sawit. Pada 2021, sebesar 87,1% tujuan ekspor cangkang kernel kelapa sawit adalah negara Jepang,&quot; kata Direktur Jenderal Pengembangan Ekspor Nasional Didi Sumedi, dikutip dalam keterangan resminya, Rabu (28/9/2022).
Didi juga mengapresiasi dukungan serta kerja sama dari APCASI dan perwakilan dagang Jepang yang berkolaborasi bersama perwakilan RI di Jepang dalam meningkatkan ekspor energi terbarukan cangkang kernel kelapa sawit Indonesia ke Jepang.
BACA JUGA:Mendag Zulhas: Tak Ada Penghapusan DMO Sawit

Dubes RI untuk Jepang Heri Akhmadi menyampaikan, Indonesia merupakan &amp;ldquo;mitra alami&amp;rdquo; Jepang. Artinya, Indonesia dan Jepang sudah memiliki hubungan diplomatik sejak 1958. Jepang juga merupakan salah satu mitra dagang dan investor terbesar bagi Indonesia.
Dalam hal energi terbarukan, Pemerintah Jepang berkomitmen meningkatkan pembangunan pembangkit listrik yang bersumber dari bahan energi terbarukan sehingga memerlukan pasokan yang berkualitas dan stabil.
&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;340&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMi8wNy8yOS80LzE1MTIyNS8wLw==&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;&amp;ldquo;Indonesia sebagai penghasil cangkang kernel kelapa sawit terbesar  sangat mungkin untuk memenuhi permintaan produk tersebut di Jepang untuk  sumber energi biomassa. Sehingga, Indonesia dapat terus meningkatkan  perannya sebagai pemasok cangkang kernel kelapa sawit utama ke Jepang.  Pelaksanaan pertemuan bisnis ini juga dapat mendorong kerja sama bisnis  ke bisnis (business to business) dan meningkatkan ekspor Indonesia di  sektor energi terbarukan khususnya cangkang kernel kelapa sawit,&amp;rdquo; ungkap  Dubes Heri.
Ketua APCASI Dikki Akhmar menuturkan, potensi cangkang kernel kelapa  sawit Indonesia sangat besar. Pemerintah Indonesia telah mengupayakan  peningkatan daya saing melalui keberpihakan regulasi dan kebijakan yang  menjadikan harga cangkang kernel kelapa sawit ini sangat kompetitif  dibanding dengan negara lain.
&quot;Peluang investasi dan perdagangan produk turunan sawit untuk  biomassa tidak hanya berupa cangkang kernel kelapa sawit tetapi juga  beberapa alternatif lainnya seperti tandan sawit kosong (empty fruit  bunch) juga terbuka lebar bagi para perusahaan Jepang,&quot; tambah Dikki.</content:encoded></item></channel></rss>
