<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Waspada! The Fed Diprediksi Naikkan Suku Bunga Lagi</title><description>Bank sentral AS atau The Federal Reserve diprediksi menaikkan suku bunga acuannya lagi.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2022/09/28/320/2676599/waspada-the-fed-diprediksi-naikkan-suku-bunga-lagi</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2022/09/28/320/2676599/waspada-the-fed-diprediksi-naikkan-suku-bunga-lagi"/><item><title>Waspada! The Fed Diprediksi Naikkan Suku Bunga Lagi</title><link>https://economy.okezone.com/read/2022/09/28/320/2676599/waspada-the-fed-diprediksi-naikkan-suku-bunga-lagi</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2022/09/28/320/2676599/waspada-the-fed-diprediksi-naikkan-suku-bunga-lagi</guid><pubDate>Rabu 28 September 2022 13:09 WIB</pubDate><dc:creator>Advenia Elisabeth</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2022/09/28/320/2676599/waspada-the-fed-diprediksi-naikkan-suku-bunga-lagi-obyKEpEiUV.jpg" expression="full" type="image/jpeg">The Fed diprediksi naikkan suku bunga lagi (Foto: Reuters)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2022/09/28/320/2676599/waspada-the-fed-diprediksi-naikkan-suku-bunga-lagi-obyKEpEiUV.jpg</image><title>The Fed diprediksi naikkan suku bunga lagi (Foto: Reuters)</title></images><description>JAKARTA &amp;ndash; Bank sentral AS atau The Federal Reserve diprediksi menaikkan suku bunga acuannya lagi. Pengamat Pasar Uang Ariston Tjendra memproyeksikan, The Fed akan menaikkan suku bunganya sampai tingkat inflasi mereka turun hingga 2%.
Sementara itu, saat ini inflasi yang terjadi di negeri Paman Sam itu masih bertengger di kisaran 8,3%. Diketahui bersama saat ini suku bunga The Fed sebesar 75 basis points (bps).
BACA JUGA:Efek The Fed, Aksi Jual Bursa Saham AS Berlanjut hingga Pekan Depan

&quot;Akan ada potensi dinaikkan kembali oleh The fed karena mengingat inflasi Amerika Serikat ini menjadi patokan mereka. Inflasinya masih jauh di atas target mereka di 2% sekarang sudah berada di kisaran 8,3%, masih cukup tinggi ini. Dalam waktu dekat ini AS berkomitmen untuk mengendalikan inflasi untuk turun serendah mungkin sampai mendekati 2% jadi kemungkinan mereka akan melancarkan kenaikan suku bunga yang masih agresif,&quot; ujarnya dalam program Market Review IDX Channel, Rabu (28/9/2022).
BACA JUGA:The Fed Naikkan Suku Bunga, Sri Mulyani Bilang Begini

Ariston juga mengatakan, yield dari tingkat suku bunga acuan The Fed dengan Bank Indonesia juga semakin tipis dan semakin lama akan semakin mendekat. Sehingga ini mendorong rupiah makin tereperosok atas dolar AS.
&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;340&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMi8wOS8yNC80LzE1MzY4OS8wLw==&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;&quot;Ini menyebabkan rupiah menjadi melemah terhadap dolar karena  investor atau pelaku pasar lebih condong masuk ke aset-aset dolar  dibanding aset-aset rupiah,&quot; ucapnya.
Namun meski begitu, kata Ariston, Indonesia masih akan terus  bergantung dengan dolar Amerika Serikat. Sebab, dolar Amerika masih  dipakai untuk perdagangan internasional.
&quot;Dolar Amerika masih dipandang sebagai aset safe haven kemudian nilai  tukar dollar itu digunakan untuk perdagangan internasional ekspor impor  jadi mau tidak mau kita sangat tergantung terhadap pergerakan dolar  Amerika Serikat,&quot; pungkasnya.</description><content:encoded>JAKARTA &amp;ndash; Bank sentral AS atau The Federal Reserve diprediksi menaikkan suku bunga acuannya lagi. Pengamat Pasar Uang Ariston Tjendra memproyeksikan, The Fed akan menaikkan suku bunganya sampai tingkat inflasi mereka turun hingga 2%.
Sementara itu, saat ini inflasi yang terjadi di negeri Paman Sam itu masih bertengger di kisaran 8,3%. Diketahui bersama saat ini suku bunga The Fed sebesar 75 basis points (bps).
BACA JUGA:Efek The Fed, Aksi Jual Bursa Saham AS Berlanjut hingga Pekan Depan

&quot;Akan ada potensi dinaikkan kembali oleh The fed karena mengingat inflasi Amerika Serikat ini menjadi patokan mereka. Inflasinya masih jauh di atas target mereka di 2% sekarang sudah berada di kisaran 8,3%, masih cukup tinggi ini. Dalam waktu dekat ini AS berkomitmen untuk mengendalikan inflasi untuk turun serendah mungkin sampai mendekati 2% jadi kemungkinan mereka akan melancarkan kenaikan suku bunga yang masih agresif,&quot; ujarnya dalam program Market Review IDX Channel, Rabu (28/9/2022).
BACA JUGA:The Fed Naikkan Suku Bunga, Sri Mulyani Bilang Begini

Ariston juga mengatakan, yield dari tingkat suku bunga acuan The Fed dengan Bank Indonesia juga semakin tipis dan semakin lama akan semakin mendekat. Sehingga ini mendorong rupiah makin tereperosok atas dolar AS.
&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;340&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMi8wOS8yNC80LzE1MzY4OS8wLw==&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;&quot;Ini menyebabkan rupiah menjadi melemah terhadap dolar karena  investor atau pelaku pasar lebih condong masuk ke aset-aset dolar  dibanding aset-aset rupiah,&quot; ucapnya.
Namun meski begitu, kata Ariston, Indonesia masih akan terus  bergantung dengan dolar Amerika Serikat. Sebab, dolar Amerika masih  dipakai untuk perdagangan internasional.
&quot;Dolar Amerika masih dipandang sebagai aset safe haven kemudian nilai  tukar dollar itu digunakan untuk perdagangan internasional ekspor impor  jadi mau tidak mau kita sangat tergantung terhadap pergerakan dolar  Amerika Serikat,&quot; pungkasnya.</content:encoded></item></channel></rss>
