<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>BEI Catat 35 Perusahaan Masuk Antrean IPO</title><description>Bursa Efek Indonesia (BEI) mencatat 35 perusahaan dalam pipeline pencatatan saham.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2022/09/29/278/2677172/bei-catat-35-perusahaan-masuk-antrean-ipo</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2022/09/29/278/2677172/bei-catat-35-perusahaan-masuk-antrean-ipo"/><item><title>BEI Catat 35 Perusahaan Masuk Antrean IPO</title><link>https://economy.okezone.com/read/2022/09/29/278/2677172/bei-catat-35-perusahaan-masuk-antrean-ipo</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2022/09/29/278/2677172/bei-catat-35-perusahaan-masuk-antrean-ipo</guid><pubDate>Kamis 29 September 2022 10:12 WIB</pubDate><dc:creator>Viola Triamanda</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2022/09/29/278/2677172/bei-catat-35-perusahaan-masuk-antrean-ipo-pvjaBexcD0.jpg" expression="full" type="image/jpeg">35 Perusahaan antre IPO (Foto: Okezone)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2022/09/29/278/2677172/bei-catat-35-perusahaan-masuk-antrean-ipo-pvjaBexcD0.jpg</image><title>35 Perusahaan antre IPO (Foto: Okezone)</title></images><description>JAKARTA &amp;ndash; Bursa Efek Indonesia (BEI) mencatat 35 perusahaan dalam pipeline pencatatan saham. Minat perusahaan melakukan initial public offering (IPO) atau penawaran umum perdana saham masih tinggi.
Direktur Penilaian Perusahaan Bursa Efek Indonesia I Gede Nyoman menyatakan dari 35 calon perusahaan tercatat yang berada dalam pipeline pencatatan saham tersebut, beberapa diantaranya bergerak pada sektor Energy, Technology, dan Financials yang menargetkan emisi lebih dari Rp1 triliun.
BACA JUGA:Multipolar (MLPL) Lepas Saham Matahari Department Store Rp1,19 Triliun

&quot;Rinciannya, sebanyak enam perusahaan dari sektor barang konsumsi nonprimer, enam perusahaan dari sektor kesehatan, lima perusahaan dari sektor teknologi, dan empat perusahaan dari sektor transportasi dan logistik,&quot; jelasnya melalui pernyataan resmi yang dikutip oleh MPI, Kamis (29/9/22).
Dia melanjutkan, masing-masing tiga perusahaan yang berasal dari sektor perindustrian, sektor energi, dan sektor barang konsumsi primer. Lalu, sebanyak dua perusahaan dari sektor finansial dan masing-masing satu perusahaan berasal dari  sektor barang baku, properti dan real estat, serta sektor infrastruktur.
BACA JUGA:Saratoga Investama Sedaya (SRTG) Siapkan IPO Primaya Hospital pada Kuartal IV-2022

Nyoman merinci, dari 35 calon perusahaan tercatat dalam pipeline pencatatan saham, terdapat perusahaan afiliasi BUMN. Sementara itu, dalam dua tahun terakhir, perusahaan terafiliasi dengan BUMN yang telah mencatatkan sahamnya di BEI, selain PT Dayamitra Telekomunikasi Tbk (MTEL), juga ada PT Adhi Commuter Properti Tbk (ADCP).
&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;340&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMi8wOC8wMy80LzE1MTQzMS8wLw==&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;&quot;Selain itu, dari 35 calon perusahaan tercatat yang berada dalam  pipeline pencatatan saham tersebut, beberapa di antaranya bergerak pada  sektor Energy, Technology, dan Financials yang menargetkan emisi lebih  dari Rp1 triliun,&quot; jelasnya.
I Gede Nyoman melanjutkan bahwa pihaknya berharap agar semakin banyak  perusahaan termasuk BUMN dan entitas anak yang memanfaatkan pasar modal  Indonesia untuk mendukung pertumbuhannya.
Berdasarkan jadwal yang disampaikan, dari 35 calon perusahaan  tercatat yang berada dalam pipeline pencatatan saham, target  pencatatannya adalah tahun ini.
&quot;Namun demikian, tidak menutup kemungkinan adanya perusahaan yang  memerlukan penyesuaian dokumen sehingga membutuhkan waktu,&quot; tandasnya.</description><content:encoded>JAKARTA &amp;ndash; Bursa Efek Indonesia (BEI) mencatat 35 perusahaan dalam pipeline pencatatan saham. Minat perusahaan melakukan initial public offering (IPO) atau penawaran umum perdana saham masih tinggi.
Direktur Penilaian Perusahaan Bursa Efek Indonesia I Gede Nyoman menyatakan dari 35 calon perusahaan tercatat yang berada dalam pipeline pencatatan saham tersebut, beberapa diantaranya bergerak pada sektor Energy, Technology, dan Financials yang menargetkan emisi lebih dari Rp1 triliun.
BACA JUGA:Multipolar (MLPL) Lepas Saham Matahari Department Store Rp1,19 Triliun

&quot;Rinciannya, sebanyak enam perusahaan dari sektor barang konsumsi nonprimer, enam perusahaan dari sektor kesehatan, lima perusahaan dari sektor teknologi, dan empat perusahaan dari sektor transportasi dan logistik,&quot; jelasnya melalui pernyataan resmi yang dikutip oleh MPI, Kamis (29/9/22).
Dia melanjutkan, masing-masing tiga perusahaan yang berasal dari sektor perindustrian, sektor energi, dan sektor barang konsumsi primer. Lalu, sebanyak dua perusahaan dari sektor finansial dan masing-masing satu perusahaan berasal dari  sektor barang baku, properti dan real estat, serta sektor infrastruktur.
BACA JUGA:Saratoga Investama Sedaya (SRTG) Siapkan IPO Primaya Hospital pada Kuartal IV-2022

Nyoman merinci, dari 35 calon perusahaan tercatat dalam pipeline pencatatan saham, terdapat perusahaan afiliasi BUMN. Sementara itu, dalam dua tahun terakhir, perusahaan terafiliasi dengan BUMN yang telah mencatatkan sahamnya di BEI, selain PT Dayamitra Telekomunikasi Tbk (MTEL), juga ada PT Adhi Commuter Properti Tbk (ADCP).
&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;340&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMi8wOC8wMy80LzE1MTQzMS8wLw==&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;&quot;Selain itu, dari 35 calon perusahaan tercatat yang berada dalam  pipeline pencatatan saham tersebut, beberapa di antaranya bergerak pada  sektor Energy, Technology, dan Financials yang menargetkan emisi lebih  dari Rp1 triliun,&quot; jelasnya.
I Gede Nyoman melanjutkan bahwa pihaknya berharap agar semakin banyak  perusahaan termasuk BUMN dan entitas anak yang memanfaatkan pasar modal  Indonesia untuk mendukung pertumbuhannya.
Berdasarkan jadwal yang disampaikan, dari 35 calon perusahaan  tercatat yang berada dalam pipeline pencatatan saham, target  pencatatannya adalah tahun ini.
&quot;Namun demikian, tidak menutup kemungkinan adanya perusahaan yang  memerlukan penyesuaian dokumen sehingga membutuhkan waktu,&quot; tandasnya.</content:encoded></item></channel></rss>
