<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Tips Buat Investor Saham Hadapi Ancaman Resesi Dunia</title><description>Tips buat investor saham dalam menghadapi ancaman resesi dunia.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2022/09/29/278/2677246/tips-buat-investor-saham-hadapi-ancaman-resesi-dunia</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2022/09/29/278/2677246/tips-buat-investor-saham-hadapi-ancaman-resesi-dunia"/><item><title>Tips Buat Investor Saham Hadapi Ancaman Resesi Dunia</title><link>https://economy.okezone.com/read/2022/09/29/278/2677246/tips-buat-investor-saham-hadapi-ancaman-resesi-dunia</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2022/09/29/278/2677246/tips-buat-investor-saham-hadapi-ancaman-resesi-dunia</guid><pubDate>Kamis 29 September 2022 11:24 WIB</pubDate><dc:creator>Cahya Puteri Abdi Rabbi</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2022/09/29/278/2677246/tips-buat-investor-saham-hadapi-ancaman-resesi-dunia-J17mONbtkD.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Tips investasi saham (Foto: Freepik)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2022/09/29/278/2677246/tips-buat-investor-saham-hadapi-ancaman-resesi-dunia-J17mONbtkD.jpg</image><title>Tips investasi saham (Foto: Freepik)</title></images><description>JAKARTA &amp;ndash; Tips buat investor saham dalam menghadapi ancaman resesi dunia. Sebagaimana diketahui, saat ini ekonomi dunia penuh ketidakpastian.
Adanya ancaman resesi akibat banyak bank sentral di seluruh dunia kompak menaikkan suku bunganya secara agresif turut menjadi sentimen negatif pasar modal seluruh dunia.
BACA JUGA:Resesi Adalah Penurunan Aktivitas Ekonomi, Ditandai Banyak PHK hingga Lesunya Daya Beli

Equity Analys Kanaka Hita Solvera Andhika Cipta Labora mengatakan, bahwa akan ada potensi capital outflow di pasar modal Indonesia. Hal itu disebabkan oleh kondisi ekonomi global saat ini yang membuat para investor lebih memilih berinvestasi di instrumen berisiko rendah seperti deposito dan reksadana.
&amp;ldquo;Daya beli juga akan turun, karena masyarakat lebih memilih untuk menabung,&amp;rdquo; kata Andhika dalam Market Buzz IDX Channel, Kamis (29/9/2022).
BACA JUGA:Beri Pesan ke Investor, Jerome Powell Bahas soal Inflasi hingga Resesi

Untuk itu, Andhika menyarankan kepada para investor untuk menunggu atau wait and see, serta lebih memperbanyak cadangan kas. Pasalanya, pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) juga diproyeksi masih akan mengalami koreksi akibat banyaknya sentimen negatif global.
&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;340&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMi8wOS8yNC80LzE1MzY4OS8wLw==&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;Untuk itu, ia merekomendasikan pembagian dana investasi sebesar 50%  dalam bentuk uang tunai, sebesar 25% diinvestasikan pada instrumen minim  risiko, dan 25% untuk berinvestasi saham.
&amp;ldquo;Ketika IHSG ada pembalikan arah, baru bisa ditingkatkan lagi untuk invetsasi di saham,&amp;rdquo; kata dia.
Selain itu, investor diimbau untuk lebih selektif dalam memilih  sektor untuk portofolio investasinya. Ia menyarankan sektor konsumer dan  telekomunikasi untuk menjadi pilihan investasi saat ini.
&amp;ldquo;Sektor tersebut masih aman karena sudah menjadi kebutuhan  sehari-hari. Permintaan juga akan tetap ada, sehingga kinerja perseroan  tidak terpengaruh,&amp;rdquo; pungkasnya.</description><content:encoded>JAKARTA &amp;ndash; Tips buat investor saham dalam menghadapi ancaman resesi dunia. Sebagaimana diketahui, saat ini ekonomi dunia penuh ketidakpastian.
Adanya ancaman resesi akibat banyak bank sentral di seluruh dunia kompak menaikkan suku bunganya secara agresif turut menjadi sentimen negatif pasar modal seluruh dunia.
BACA JUGA:Resesi Adalah Penurunan Aktivitas Ekonomi, Ditandai Banyak PHK hingga Lesunya Daya Beli

Equity Analys Kanaka Hita Solvera Andhika Cipta Labora mengatakan, bahwa akan ada potensi capital outflow di pasar modal Indonesia. Hal itu disebabkan oleh kondisi ekonomi global saat ini yang membuat para investor lebih memilih berinvestasi di instrumen berisiko rendah seperti deposito dan reksadana.
&amp;ldquo;Daya beli juga akan turun, karena masyarakat lebih memilih untuk menabung,&amp;rdquo; kata Andhika dalam Market Buzz IDX Channel, Kamis (29/9/2022).
BACA JUGA:Beri Pesan ke Investor, Jerome Powell Bahas soal Inflasi hingga Resesi

Untuk itu, Andhika menyarankan kepada para investor untuk menunggu atau wait and see, serta lebih memperbanyak cadangan kas. Pasalanya, pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) juga diproyeksi masih akan mengalami koreksi akibat banyaknya sentimen negatif global.
&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;340&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMi8wOS8yNC80LzE1MzY4OS8wLw==&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;Untuk itu, ia merekomendasikan pembagian dana investasi sebesar 50%  dalam bentuk uang tunai, sebesar 25% diinvestasikan pada instrumen minim  risiko, dan 25% untuk berinvestasi saham.
&amp;ldquo;Ketika IHSG ada pembalikan arah, baru bisa ditingkatkan lagi untuk invetsasi di saham,&amp;rdquo; kata dia.
Selain itu, investor diimbau untuk lebih selektif dalam memilih  sektor untuk portofolio investasinya. Ia menyarankan sektor konsumer dan  telekomunikasi untuk menjadi pilihan investasi saat ini.
&amp;ldquo;Sektor tersebut masih aman karena sudah menjadi kebutuhan  sehari-hari. Permintaan juga akan tetap ada, sehingga kinerja perseroan  tidak terpengaruh,&amp;rdquo; pungkasnya.</content:encoded></item></channel></rss>
