<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Krisis dan Pound Anjlok, Bank Sentral Inggris Beli Obligasi Pemerintah</title><description>Krisis pangan melanda Inggris. Mata uang Inggiris juga mengalami depresiasi yang cukup besar.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2022/09/29/320/2677106/krisis-dan-pound-anjlok-bank-sentral-inggris-beli-obligasi-pemerintah</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2022/09/29/320/2677106/krisis-dan-pound-anjlok-bank-sentral-inggris-beli-obligasi-pemerintah"/><item><title>Krisis dan Pound Anjlok, Bank Sentral Inggris Beli Obligasi Pemerintah</title><link>https://economy.okezone.com/read/2022/09/29/320/2677106/krisis-dan-pound-anjlok-bank-sentral-inggris-beli-obligasi-pemerintah</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2022/09/29/320/2677106/krisis-dan-pound-anjlok-bank-sentral-inggris-beli-obligasi-pemerintah</guid><pubDate>Kamis 29 September 2022 08:15 WIB</pubDate><dc:creator>Shelma Rachmahyanti</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2022/09/29/320/2677106/krisis-dan-pound-anjlok-bank-sentral-inggris-beli-obligasi-pemerintah-PNfC9XWF7H.jpeg" expression="full" type="image/jpeg">Bank Sentral Inggris beli obligasi pemerintah (Foto: Shutterstock)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2022/09/29/320/2677106/krisis-dan-pound-anjlok-bank-sentral-inggris-beli-obligasi-pemerintah-PNfC9XWF7H.jpeg</image><title>Bank Sentral Inggris beli obligasi pemerintah (Foto: Shutterstock)</title></images><description>JAKARTA &amp;ndash; Krisis pangan melanda Inggris. Mata uang Inggiris juga mengalami depresiasi yang cukup besar. Untuk meredakan kondisi tersebut, Bank sentral Inggris, Bank of England (BoE) mengumumkan pembelian sementara obligasi pemerintah Inggris jangka panjang.
Pembelian obligasi pemerintah Inggris dilakukan BoE dalam skala apa pun yang diperlukan sebagai langkah darurat untuk memulihkan kondisi pasar yang teratur. Lelang dimulai pada Rabu (28/9/2022) dan akan berlangsung pada setiap hari kerja hingga 14 Oktober, demikian dilansir dari Antara, Kamis (29/9/2022).
BACA JUGA:Krisis Inggris, Anak Sekolah Kelaparan Kunyah Karet hingga Makan Penghapus

BoE mengatakan siap untuk membeli gilt konvensional dengan sisa jatuh tempo lebih dari 20 tahun di pasar sekunder, awalnya pada tingkat hingga 5 miliar pound Inggris (USD5,4 miliar) per lelang. Parameter ini akan terus ditinjau mengingat kondisi pasar yang berlaku, dan pembelian akan dibatalkan dengan cara yang lancar dan teratur setelah risiko terhadap fungsi pasar dinilai telah mereda, tambah BoE.
Dengan cara ini, bank sentral memulai kembali pelonggaran kuantitatif (QE). Namun, ini dilakukan untuk alasan stabilitas keuangan daripada alasan kebijakan moneter, kata kepala ekonom Inggris di konsultan Capital Economics Paul Dales.
BACA JUGA:Sekolah Inggris Terancam Krisis Makanan Parah, Siswa Dilaporkan Kelaparan Sampai Makan Penghapus

Mempertimbangkan kondisi pasar saat ini, BoE mengatakan juga telah menunda operasi penjualan gilt atau obligasi jangka panjang yang akan dimulai minggu depan.
Langkah-langkah tersebut menunjukkan bahwa bank sentral akan melakukan semua yang bisa dilakukan untuk mencegah krisis keuangan, dan mereka sudah bekerja, kata Dales. Namun demikian, &quot;fakta bahwa hal itu perlu dilakukan sejak awal menunjukkan bahwa pasar Inggris berada dalam posisi yang berbahaya,&quot; tambahnya.
&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;340&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMi8wOS8yNC80LzE1MzY4OS8wLw==&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;Pada Jumat (23/9/2022), pemerintah Inggris meluncurkan paket  pemotongan pajak terbesar sejak 1972. Ini telah melemparkan pasar  keuangan ke dalam kekacauan karena pound Inggris anjlok, dan biaya  pinjaman pemerintah meningkat tajam. Investor khawatir bahwa kebijakan  tersebut akan meningkatkan pinjaman publik (pemerintah), membawa  ketidakpastian fiskal yang serius dan mendorong inflasi, yang sudah  tinggi.
Penetapan harga kembali aset keuangan Inggris dan global telah  menjadi lebih signifikan dalam beberapa hari terakhir, dan ini terutama  mempengaruhi utang pemerintah Inggris yang sudah lama, kata BoE pada  Rabu (28/9/2022).
&quot;Jika disfungsi di pasar ini berlanjut atau memburuk, akan ada risiko material terhadap stabilitas keuangan Inggris,&quot; tambahnya.
Tindakan darurat Rabu (28/9/2022) terjadi setelah BoE mengatakan pada  Senin (26/9/2022) bahwa pihaknya akan membuat penilaian penuh atas  dampak pada permintaan dan inflasi dari pengumuman pemerintah, meredam  prospek kenaikan suku bunga darurat untuk menopang pound.
Keputusan untuk intervensi di pasar obligasi mengungkapkan bahwa BoE  tidak berniat untuk menaikkan suku bunga sampai ke tingkat 6,0% yang  saat ini ditentukan oleh pasar, kata Samuel Tombs, kepala ekonom Inggris  di konsultan Pantheon Macroeconomics.
&quot;Suku bunga jangka pendek pada tingkat itu akan menyiratkan bahwa  banyak rumah tangga dan bisnis tidak akan mampu mempertahankan  pembayaran pinjaman bulanan mereka, dan dana pensiun tidak dapat  memenuhi kewajiban mereka, mengancam stabilitas keuangan,&quot; tambah Tombs.
Menyusul pengumuman BoE pada Rabu (28/9/2022), pasar obligasi  pemerintah Inggris pulih tetapi pound jatuh, meskipun kemudian rebound  menjadi sekitar 1,09 dolar AS.</description><content:encoded>JAKARTA &amp;ndash; Krisis pangan melanda Inggris. Mata uang Inggiris juga mengalami depresiasi yang cukup besar. Untuk meredakan kondisi tersebut, Bank sentral Inggris, Bank of England (BoE) mengumumkan pembelian sementara obligasi pemerintah Inggris jangka panjang.
Pembelian obligasi pemerintah Inggris dilakukan BoE dalam skala apa pun yang diperlukan sebagai langkah darurat untuk memulihkan kondisi pasar yang teratur. Lelang dimulai pada Rabu (28/9/2022) dan akan berlangsung pada setiap hari kerja hingga 14 Oktober, demikian dilansir dari Antara, Kamis (29/9/2022).
BACA JUGA:Krisis Inggris, Anak Sekolah Kelaparan Kunyah Karet hingga Makan Penghapus

BoE mengatakan siap untuk membeli gilt konvensional dengan sisa jatuh tempo lebih dari 20 tahun di pasar sekunder, awalnya pada tingkat hingga 5 miliar pound Inggris (USD5,4 miliar) per lelang. Parameter ini akan terus ditinjau mengingat kondisi pasar yang berlaku, dan pembelian akan dibatalkan dengan cara yang lancar dan teratur setelah risiko terhadap fungsi pasar dinilai telah mereda, tambah BoE.
Dengan cara ini, bank sentral memulai kembali pelonggaran kuantitatif (QE). Namun, ini dilakukan untuk alasan stabilitas keuangan daripada alasan kebijakan moneter, kata kepala ekonom Inggris di konsultan Capital Economics Paul Dales.
BACA JUGA:Sekolah Inggris Terancam Krisis Makanan Parah, Siswa Dilaporkan Kelaparan Sampai Makan Penghapus

Mempertimbangkan kondisi pasar saat ini, BoE mengatakan juga telah menunda operasi penjualan gilt atau obligasi jangka panjang yang akan dimulai minggu depan.
Langkah-langkah tersebut menunjukkan bahwa bank sentral akan melakukan semua yang bisa dilakukan untuk mencegah krisis keuangan, dan mereka sudah bekerja, kata Dales. Namun demikian, &quot;fakta bahwa hal itu perlu dilakukan sejak awal menunjukkan bahwa pasar Inggris berada dalam posisi yang berbahaya,&quot; tambahnya.
&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;340&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMi8wOS8yNC80LzE1MzY4OS8wLw==&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;Pada Jumat (23/9/2022), pemerintah Inggris meluncurkan paket  pemotongan pajak terbesar sejak 1972. Ini telah melemparkan pasar  keuangan ke dalam kekacauan karena pound Inggris anjlok, dan biaya  pinjaman pemerintah meningkat tajam. Investor khawatir bahwa kebijakan  tersebut akan meningkatkan pinjaman publik (pemerintah), membawa  ketidakpastian fiskal yang serius dan mendorong inflasi, yang sudah  tinggi.
Penetapan harga kembali aset keuangan Inggris dan global telah  menjadi lebih signifikan dalam beberapa hari terakhir, dan ini terutama  mempengaruhi utang pemerintah Inggris yang sudah lama, kata BoE pada  Rabu (28/9/2022).
&quot;Jika disfungsi di pasar ini berlanjut atau memburuk, akan ada risiko material terhadap stabilitas keuangan Inggris,&quot; tambahnya.
Tindakan darurat Rabu (28/9/2022) terjadi setelah BoE mengatakan pada  Senin (26/9/2022) bahwa pihaknya akan membuat penilaian penuh atas  dampak pada permintaan dan inflasi dari pengumuman pemerintah, meredam  prospek kenaikan suku bunga darurat untuk menopang pound.
Keputusan untuk intervensi di pasar obligasi mengungkapkan bahwa BoE  tidak berniat untuk menaikkan suku bunga sampai ke tingkat 6,0% yang  saat ini ditentukan oleh pasar, kata Samuel Tombs, kepala ekonom Inggris  di konsultan Pantheon Macroeconomics.
&quot;Suku bunga jangka pendek pada tingkat itu akan menyiratkan bahwa  banyak rumah tangga dan bisnis tidak akan mampu mempertahankan  pembayaran pinjaman bulanan mereka, dan dana pensiun tidak dapat  memenuhi kewajiban mereka, mengancam stabilitas keuangan,&quot; tambah Tombs.
Menyusul pengumuman BoE pada Rabu (28/9/2022), pasar obligasi  pemerintah Inggris pulih tetapi pound jatuh, meskipun kemudian rebound  menjadi sekitar 1,09 dolar AS.</content:encoded></item></channel></rss>
