<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Krisis Pangan Melanda Dunia, Jokowi: Bapak Ibu Bersyukur Masih Bisa ke Restoran Tiap Hari</title><description>Krisis pangan melanda dunia sebagai akibat dari perang Rusia-Ukraina.  Krisis pangan ini menjadi sorotan Presiden Joko Widodo (Jokowi).</description><link>https://economy.okezone.com/read/2022/09/29/320/2677181/krisis-pangan-melanda-dunia-jokowi-bapak-ibu-bersyukur-masih-bisa-ke-restoran-tiap-hari</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2022/09/29/320/2677181/krisis-pangan-melanda-dunia-jokowi-bapak-ibu-bersyukur-masih-bisa-ke-restoran-tiap-hari"/><item><title>Krisis Pangan Melanda Dunia, Jokowi: Bapak Ibu Bersyukur Masih Bisa ke Restoran Tiap Hari</title><link>https://economy.okezone.com/read/2022/09/29/320/2677181/krisis-pangan-melanda-dunia-jokowi-bapak-ibu-bersyukur-masih-bisa-ke-restoran-tiap-hari</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2022/09/29/320/2677181/krisis-pangan-melanda-dunia-jokowi-bapak-ibu-bersyukur-masih-bisa-ke-restoran-tiap-hari</guid><pubDate>Kamis 29 September 2022 10:23 WIB</pubDate><dc:creator>Michelle Natalia</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2022/09/29/320/2677181/krisis-pangan-melanda-dunia-jokowi-bapak-ibu-bersyukur-masih-bisa-ke-restoran-tiap-hari-2c4xWP6w5Y.jpeg" expression="full" type="image/jpeg">Jokowi soroti krisis pangan yang melanda dunia (Foto: Okezone)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2022/09/29/320/2677181/krisis-pangan-melanda-dunia-jokowi-bapak-ibu-bersyukur-masih-bisa-ke-restoran-tiap-hari-2c4xWP6w5Y.jpeg</image><title>Jokowi soroti krisis pangan yang melanda dunia (Foto: Okezone)</title></images><description>JAKARTA &amp;ndash; Krisis pangan melanda dunia sebagai akibat dari perang Rusia-Ukraina. Krisis pangan ini menjadi sorotan Presiden Joko Widodo (Jokowi).
BACA JUGA:FAO: Perang dan Perubahan Iklim Picu Lebih Banyak Krisis Pangan

Jokowi mencatat sebanyak 345 juta orang di 82 negara menderita kekurangan pangan akut dan 19.700 orang meninggal setiap harinya karena kelaparan. Untuk itu, dia berpesan bahwa Indonesia patut bersyukur.
BACA JUGA:Krisis Pangan, Jokowi: 19.600 Orang di Dunia Setiap Hari Mati Kelaparan

&quot;Bapak Ibu masih bisa setiap hari ke restoran. Kita semuanya masih Alhamdulillah patut bersyukur pangan kita masih cukup memberikan kita makan setiap hari dan di Agustus lalu, kita mendapatkan pengakuan dari International Rice Research Institute bahwa sejak 2019 kita telah swasembada beras,&quot; ungkap Jokowi dalam UOB Economic Outlook 2022 di Jakarta, Kamis(29/9/2022).
Presiden juga menyebut bahwa sistem ketahanan pangan Indonesia dinilai baik. Ini yang kemudian terus dijaga.
&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;340&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMi8wOS8yOC8xLzE1MzkyMS8wLw==&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;&quot;Syukur-syukur kita bisa kelebihan produksi yang banyak, kenapa kita  sekarang bangun food estate? Supaya ada kelebihan produksi, selain  menjaga ketahanan pangan kita, kita juga bisa membantu negara lain dalam  hal urusan pangan, kita ekspor,&quot; terang Jokowi.
Kepala Negara lagi-lagi menegaskan ekonomi dunia dalam kondisi sulit.  Bahkan dia mengatakan ekonomi dunia sulit diprediksi karena penuh  ketidakpastian.
&quot;(Semua negara) kesulitan dan juga ekonomi yang sulit diprediksi, sulit dikalkulasi,&quot; ujar Jokowi.</description><content:encoded>JAKARTA &amp;ndash; Krisis pangan melanda dunia sebagai akibat dari perang Rusia-Ukraina. Krisis pangan ini menjadi sorotan Presiden Joko Widodo (Jokowi).
BACA JUGA:FAO: Perang dan Perubahan Iklim Picu Lebih Banyak Krisis Pangan

Jokowi mencatat sebanyak 345 juta orang di 82 negara menderita kekurangan pangan akut dan 19.700 orang meninggal setiap harinya karena kelaparan. Untuk itu, dia berpesan bahwa Indonesia patut bersyukur.
BACA JUGA:Krisis Pangan, Jokowi: 19.600 Orang di Dunia Setiap Hari Mati Kelaparan

&quot;Bapak Ibu masih bisa setiap hari ke restoran. Kita semuanya masih Alhamdulillah patut bersyukur pangan kita masih cukup memberikan kita makan setiap hari dan di Agustus lalu, kita mendapatkan pengakuan dari International Rice Research Institute bahwa sejak 2019 kita telah swasembada beras,&quot; ungkap Jokowi dalam UOB Economic Outlook 2022 di Jakarta, Kamis(29/9/2022).
Presiden juga menyebut bahwa sistem ketahanan pangan Indonesia dinilai baik. Ini yang kemudian terus dijaga.
&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;340&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMi8wOS8yOC8xLzE1MzkyMS8wLw==&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;&quot;Syukur-syukur kita bisa kelebihan produksi yang banyak, kenapa kita  sekarang bangun food estate? Supaya ada kelebihan produksi, selain  menjaga ketahanan pangan kita, kita juga bisa membantu negara lain dalam  hal urusan pangan, kita ekspor,&quot; terang Jokowi.
Kepala Negara lagi-lagi menegaskan ekonomi dunia dalam kondisi sulit.  Bahkan dia mengatakan ekonomi dunia sulit diprediksi karena penuh  ketidakpastian.
&quot;(Semua negara) kesulitan dan juga ekonomi yang sulit diprediksi, sulit dikalkulasi,&quot; ujar Jokowi.</content:encoded></item></channel></rss>
