<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Ekonomi Dunia Diselimuti Awan Gelap hingga Resesi, Indonesia Aman Bu Sri Mulyani?</title><description>Ekonomi dunia diselimuti awan gelap dengan ancaman kenaikan inflasi hingga resesi.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2022/09/29/320/2677320/ekonomi-dunia-diselimuti-awan-gelap-hingga-resesi-indonesia-aman-bu-sri-mulyani</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2022/09/29/320/2677320/ekonomi-dunia-diselimuti-awan-gelap-hingga-resesi-indonesia-aman-bu-sri-mulyani"/><item><title>Ekonomi Dunia Diselimuti Awan Gelap hingga Resesi, Indonesia Aman Bu Sri Mulyani?</title><link>https://economy.okezone.com/read/2022/09/29/320/2677320/ekonomi-dunia-diselimuti-awan-gelap-hingga-resesi-indonesia-aman-bu-sri-mulyani</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2022/09/29/320/2677320/ekonomi-dunia-diselimuti-awan-gelap-hingga-resesi-indonesia-aman-bu-sri-mulyani</guid><pubDate>Kamis 29 September 2022 12:57 WIB</pubDate><dc:creator>Michelle Natalia</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2022/09/29/320/2677320/ekonomi-dunia-diselimuti-awan-gelap-hingga-resesi-indonesia-aman-bu-sri-mulyani-9JoSl5rNUM.jpeg" expression="full" type="image/jpeg">Ekonomi dunia terancam resesi (Foto: Okezone)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2022/09/29/320/2677320/ekonomi-dunia-diselimuti-awan-gelap-hingga-resesi-indonesia-aman-bu-sri-mulyani-9JoSl5rNUM.jpeg</image><title>Ekonomi dunia terancam resesi (Foto: Okezone)</title></images><description>JAKARTA &amp;ndash; Ekonomi dunia diselimuti awan gelap dengan ancaman kenaikan inflasi hingga resesi. Bahkan Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati mengungkapkan ekonomi dunia tahun depan dipastikan mengalami resesi.
Bendahara negara ini mengatakan, ancaman resesi global menjadi sangat nyata di tengah ketidakpastian global. Terlebih saat ini negara-negara maju sedang berperang melawan inflasi tinggi yang menjadi imbas dari adanya krisis energi dan pangan.
BACA JUGA:Ramal Ekonomi Dunia Resesi, Indonesia Bagaimana Bu Sri Mulyani?

Negara-negara besar seperti Amerika Serikat (AS), China, dan Eropa sedang dalam suasana dan proses penyesuaian yang tidak mudah dengan adanya permasalahan-permasalahan tersebut.

&quot;Mereka adalah negara-negara yang memegang peran penting dalam ekonomi global, dan pastinya akan memberikan dampak luas ke seluruh dunia,&quot; ujar Sri dalam UOB Economic Outlook 2023 di Jakarta, Kamis(29/9/2022).
BACA JUGA:Kabar Buruk dari Sri Mulyani: Ekonomi Dunia Dipastikan Resesi di 2023

Dia menyebutkan bahwa momentum pemulihan ekonomi Indonesia saat ini tetap kuat, dan bahkan diprediksi bahwa pertumbuhan ekonomi di kuartal III bisa menembus angka 6%. Momentum ini diyakininya akan menjadi penopang hingga setidaknya akhir tahun.
&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;340&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMi8wOS8yNC80LzE1MzY4OS8wLw==&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;&quot;Hingga akhir tahun pertumbuhan kita masih cukup resilien, terutama  tadi yang ditopang kalau untuk kuartal III kita sudah selesai kemarin,  Namun, meski kondisi kita cukup kuat, kita tetap harus mengantisipasi  dampak global ke depannya,&quot; tegas Sri.
Di tahun 2023, Indonesia masih akan berhadapan dengan lingkungan  ekonomi yang terus melemah. Maka dari itu, resiliensi ini perlu dijaga  sebagai sebagai shock absorber untuk menjaga daya beli masyarakat.
&quot;Karena itu daya beli harus dijaga secara sangat hati-hati. Makanya  tadi yang disampaikan dari dunia usaha pertumbuhan kredit sudah  meningkat itu semuanya bisa menciptakan pekerjaan, income, dan daya  beli,&quot; pungkasnya.</description><content:encoded>JAKARTA &amp;ndash; Ekonomi dunia diselimuti awan gelap dengan ancaman kenaikan inflasi hingga resesi. Bahkan Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati mengungkapkan ekonomi dunia tahun depan dipastikan mengalami resesi.
Bendahara negara ini mengatakan, ancaman resesi global menjadi sangat nyata di tengah ketidakpastian global. Terlebih saat ini negara-negara maju sedang berperang melawan inflasi tinggi yang menjadi imbas dari adanya krisis energi dan pangan.
BACA JUGA:Ramal Ekonomi Dunia Resesi, Indonesia Bagaimana Bu Sri Mulyani?

Negara-negara besar seperti Amerika Serikat (AS), China, dan Eropa sedang dalam suasana dan proses penyesuaian yang tidak mudah dengan adanya permasalahan-permasalahan tersebut.

&quot;Mereka adalah negara-negara yang memegang peran penting dalam ekonomi global, dan pastinya akan memberikan dampak luas ke seluruh dunia,&quot; ujar Sri dalam UOB Economic Outlook 2023 di Jakarta, Kamis(29/9/2022).
BACA JUGA:Kabar Buruk dari Sri Mulyani: Ekonomi Dunia Dipastikan Resesi di 2023

Dia menyebutkan bahwa momentum pemulihan ekonomi Indonesia saat ini tetap kuat, dan bahkan diprediksi bahwa pertumbuhan ekonomi di kuartal III bisa menembus angka 6%. Momentum ini diyakininya akan menjadi penopang hingga setidaknya akhir tahun.
&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;340&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMi8wOS8yNC80LzE1MzY4OS8wLw==&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;&quot;Hingga akhir tahun pertumbuhan kita masih cukup resilien, terutama  tadi yang ditopang kalau untuk kuartal III kita sudah selesai kemarin,  Namun, meski kondisi kita cukup kuat, kita tetap harus mengantisipasi  dampak global ke depannya,&quot; tegas Sri.
Di tahun 2023, Indonesia masih akan berhadapan dengan lingkungan  ekonomi yang terus melemah. Maka dari itu, resiliensi ini perlu dijaga  sebagai sebagai shock absorber untuk menjaga daya beli masyarakat.
&quot;Karena itu daya beli harus dijaga secara sangat hati-hati. Makanya  tadi yang disampaikan dari dunia usaha pertumbuhan kredit sudah  meningkat itu semuanya bisa menciptakan pekerjaan, income, dan daya  beli,&quot; pungkasnya.</content:encoded></item></channel></rss>
