<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Minyak Dunia Lesu, Harga BBM Turun?</title><description>BUMN menyebut penurunan harga minyak mentah (crude oil) dunia tidak lantas membuat pemerintah menurunkan Harga Bahan Minyak.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2022/09/29/320/2677736/minyak-dunia-lesu-harga-bbm-turun</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2022/09/29/320/2677736/minyak-dunia-lesu-harga-bbm-turun"/><item><title>Minyak Dunia Lesu, Harga BBM Turun?</title><link>https://economy.okezone.com/read/2022/09/29/320/2677736/minyak-dunia-lesu-harga-bbm-turun</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2022/09/29/320/2677736/minyak-dunia-lesu-harga-bbm-turun</guid><pubDate>Kamis 29 September 2022 20:37 WIB</pubDate><dc:creator>Suparjo Ramalan</dc:creator><media:content url="https://e.okezone.com/error.png" expression="full" type="image/jpeg"></media:content><images><thumb></thumb><image>https://e.okezone.com/error.png</image><title></title></images><description>JAKARTA - Kementerian BUMN menyebut penurunan harga minyak mentah (crude oil) dunia tidak lantas membuat pemerintah menurunkan Harga Bahan Minyak (BBM) di dalam negeri. Saat ini, harga minyak mentah dunia mengalami penurunan hingga berada di level USD 80 per barel.
Staf Khusus Menteri BUMN, Arya Sinulingga menyebut pemerintah akan mempertimbangkan harga minyak mentah yang sudah dibeli PT Pertamina (Persero) beberapa waktu lalu, sebelum pemerintah mengambil kebijakan menurunkan harga BBM.
BACA JUGA:Cek Daftar Terbarunya! Berikut Harga BBM Paling Murah di Indonesia

Dia mengakui harga crude oil secara global sudah mengalami penurunan saat ini, namun harga crude oil yang dibeli Pertamina masih mengacu pada harga lama atau dua bulan sebelumnya. Sehingga, langkah menurunkan harga BBM akan berpengaruh besar terhadap arus kas BUMN di sektor migas tersebut.
&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;340&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMi8wOS8yOS8xLzE1Mzk3OS8wLw==&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div
&quot;Harganya kan masih harga lama, kalau sekarang kita lihat nanti berapa lama maka seharusnya itu akan berpengaruh pada (harga) kedepannya. Dilihat dulu rata-ratanya berapa, kita bukan seperti harga crude oil pembelian di lapangan. Itu kan harus diolah lagi, biasanya Pertamina kan beli dua bulan sebelumnya,&quot; ungkap Arya, Kamis (29/9/2022)
Sebelumnya, Menteri BUMN Erick Thohir mengungkapkan tidak ada rencana pemerintah kembali menurunkan harga BBM. Meskipun penyesuaian harga bahan bakar tetap mengacu pada harga minyak mentah secara global.
BACA JUGA:Jadwal Pencairan BLT BBM Tahap 2, Rp500.000 Masuk Kantong

&quot;BBM masih di USD90 (per barel), belum turun. Kalau BBM USD65, harganya masih naik,&quot; ungkap Erick saat ditemui wartawan di kawasan DPR/MPR beberapa waktu lalu.Erick mengaku, ada pernyataan salah satu Menteri yang belum berencana menurunkan harga BBM, meskipun aksi penolakan terus dilakukan masyarakat dan mahasiswa.
Mantan Bos Inter Milan itu menilai perkara BBM harus dilihat secara menyeluruh. Poin utama pemerintah bukan menaikan atau menurunkan harga BBM. Namun, memangkas subsidi BBM agra impor bahan bakar tersebut bisa ditekan.
Pemerintah, lanjut Erick, mengingatkan bahwa Indonesia bukan negara produsen atau eksportir BBM. Namun, sebagai negara importir yang dilakukan sejak 2003 silam. Karena itu, berbagai langkah diambil pemerintah untuk menekan impor BBM.</description><content:encoded>JAKARTA - Kementerian BUMN menyebut penurunan harga minyak mentah (crude oil) dunia tidak lantas membuat pemerintah menurunkan Harga Bahan Minyak (BBM) di dalam negeri. Saat ini, harga minyak mentah dunia mengalami penurunan hingga berada di level USD 80 per barel.
Staf Khusus Menteri BUMN, Arya Sinulingga menyebut pemerintah akan mempertimbangkan harga minyak mentah yang sudah dibeli PT Pertamina (Persero) beberapa waktu lalu, sebelum pemerintah mengambil kebijakan menurunkan harga BBM.
BACA JUGA:Cek Daftar Terbarunya! Berikut Harga BBM Paling Murah di Indonesia

Dia mengakui harga crude oil secara global sudah mengalami penurunan saat ini, namun harga crude oil yang dibeli Pertamina masih mengacu pada harga lama atau dua bulan sebelumnya. Sehingga, langkah menurunkan harga BBM akan berpengaruh besar terhadap arus kas BUMN di sektor migas tersebut.
&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;340&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMi8wOS8yOS8xLzE1Mzk3OS8wLw==&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div
&quot;Harganya kan masih harga lama, kalau sekarang kita lihat nanti berapa lama maka seharusnya itu akan berpengaruh pada (harga) kedepannya. Dilihat dulu rata-ratanya berapa, kita bukan seperti harga crude oil pembelian di lapangan. Itu kan harus diolah lagi, biasanya Pertamina kan beli dua bulan sebelumnya,&quot; ungkap Arya, Kamis (29/9/2022)
Sebelumnya, Menteri BUMN Erick Thohir mengungkapkan tidak ada rencana pemerintah kembali menurunkan harga BBM. Meskipun penyesuaian harga bahan bakar tetap mengacu pada harga minyak mentah secara global.
BACA JUGA:Jadwal Pencairan BLT BBM Tahap 2, Rp500.000 Masuk Kantong

&quot;BBM masih di USD90 (per barel), belum turun. Kalau BBM USD65, harganya masih naik,&quot; ungkap Erick saat ditemui wartawan di kawasan DPR/MPR beberapa waktu lalu.Erick mengaku, ada pernyataan salah satu Menteri yang belum berencana menurunkan harga BBM, meskipun aksi penolakan terus dilakukan masyarakat dan mahasiswa.
Mantan Bos Inter Milan itu menilai perkara BBM harus dilihat secara menyeluruh. Poin utama pemerintah bukan menaikan atau menurunkan harga BBM. Namun, memangkas subsidi BBM agra impor bahan bakar tersebut bisa ditekan.
Pemerintah, lanjut Erick, mengingatkan bahwa Indonesia bukan negara produsen atau eksportir BBM. Namun, sebagai negara importir yang dilakukan sejak 2003 silam. Karena itu, berbagai langkah diambil pemerintah untuk menekan impor BBM.</content:encoded></item></channel></rss>
